<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572</id><updated>2011-04-21T13:50:57.965-07:00</updated><category term='kehidupan'/><title type='text'>Mendemo ndonyo WAE REK (ojo deenk)</title><subtitle type='html'>gambar Mekah dan madinah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-4099050680547036974</id><published>2009-04-13T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T01:41:36.827-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;Point - Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi&lt;br /&gt;29/01 s/d 01/02 2009&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Maulana Syamim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali  saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Alloh. Jika niat berhaji tak  betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang  dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima  cukup membuat cinta kepada Alloh SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Alloh  SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.&lt;br /&gt;Ijitima bukan  untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha,  sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya  berpaling kepada Alloh SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan  adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima  mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam  ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi.  Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap  : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab  hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita  merasa sebagai satu umat, hilangkan ashobiyah. Ashobiyah ini sangat dibenci  Alloh dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menghilangkan ashobiyah : Alloh SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan  shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan  sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu  mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap  lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri  ikrom untuk satukan hati). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negara-negara anda akan diadakan ijtima dan jika anda bersungguh-sungguh  usaha atas ijtima ini, maka ijtima anda akan menjadi asbab hidayah ke seluruh  alam. Tanggal ijtima bukan awal ijtima, tapi itu tanggal berakhirnya ijtima.  Ijtima bermula sejak tanggal ijtima ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Maulana Ihsan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alloh SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan manusia dari  tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari  nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah  Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama. Umat Muhammad SAW juga  dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan,  yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi. Umur nabi-nabi terdahulu  panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek,  tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan. Hari pertama  kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan  anak-anak/pemuda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan  100% hidup mereka untuk agama. Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara  dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir. Maka kita perlu istighfar dan  taubat sebanyak-banyaknya, karena seseorang yang beristighfar dan bertaubat  dengan ikhlas, seolah-olah tak berbuat dosa dan kita juga mengajak orang lain  juga untuk taubat. Saat kita ajak orang lain, kita perlu bersabar, seperti  lautan yang selalu menerima segala sesuatu dan mencucinya menjadi bersih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Maulana Ahmad Lat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hamba yang paling dicintai Alloh SWT adalah hamba yang paling cinta kepada  keluarga-Nya, yaitu seluruh makhluk-Nya. Manusia akan merasakan rugi jika tidak  ada iman. Harta dan diri hendaknya senantiasa dipakai untuk usaha iman. Ashabul  kahfi pergi keluar rumah untuk selamatkan iman, maka Alloh telah bantu,  bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua) tidak diberi makan, tapi  dibebaskan dari sifat lapar. Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh mereka) pun  dimuliakan. Seharusnya hewan tidak masuk surga, tapi nanti anjing ini akan  dimasukkan surga, dan dirubah menjadi manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk fisabilillah, tidak hanya  untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan  iman kepada seluruh manusia, maka anjing yang hanya nusroh saja kepada jamaah  akan diberi rahmat, dihilangkan sifat hewani dari dirinya. Bayangkan apa yang  diberikan kepada orang yang khuruj itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Maulana Ismail&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Alloh  SWT. Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi  ketenangan oleh Alloh SWT. Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakekatnya mereka  kuat dan sehat di mata Alloh SWT.&lt;br /&gt;Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan  Alloh tidak datang. Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan  Alloh SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka  pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk taat kepada Alloh SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi  hakekatnya Alloh SWT memberi ketenangan. Seperti orang makan sambal, zahirnya  kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan mau nambah lagi. Begitu juga  ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri  senantiasa bersyukur, Alloh SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.Maulana Saad&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam  kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut  kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat  terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan  digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk  meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak  terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan  kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah  akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu  dimulai jika da’wah ditinggalkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah  berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari  orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa  agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak  hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah  satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak  sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah  beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu  kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena  amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang  lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in.  Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri  sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah  untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika  da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara  lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak  bermujahadah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa  menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat  pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman&lt;br /&gt;b)Banyak  bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.&lt;br /&gt;c)Banyak cerita  tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat  umat ini&lt;br /&gt;d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang  beriman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa  yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun  pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang  tertangkap dan dipukuli oleh polisi.&lt;br /&gt;Kita juga harus membawa yakin pada Alloh  SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.&lt;br /&gt;b)Utamakan  amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arahan Para Masyaikh Nizamuddin&lt;br /&gt;Tentang Persiapan Ijtima Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang  dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama  yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka  begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang  yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini  Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita  usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal  sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari  masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung  kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di  jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah  tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di  rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di  mahalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan&lt;br /&gt;b). Kepada da’i  yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah&lt;br /&gt;c). Kepada orang awam,  agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga  kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di  bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin,  tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di  stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau  bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima  rombongan-rombongan da’wah.&lt;br /&gt;Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut,  maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut,  sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan  mengalir pada kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh  dunia.&lt;br /&gt;Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha  terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha  atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha  mengirimkan jamaah sejak saat itu juga. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia,  Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik  karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang  diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan  masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib  dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa  mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada  yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat  saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk  Islam bersama-sama.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="tagged"&gt;&lt;span class="add_comment"&gt;&lt;a title="Komentar pada Point - Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi" href="http://rkn2003.wordpress.com/2009/02/13/point-point-pesan-masyaikh-di-ijtima%e2%80%99-tonggi/#comments"&gt;→  1 Comment&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Kategori:&lt;/strong&gt; &lt;a title="Lihat seluruh tulisan dalam Da'wah" href="http://id.wordpress.com/tag/dawah/" rel="category tag"&gt;Da'wah&lt;/a&gt; · &lt;a title="Lihat seluruh tulisan dalam Da'wah dan Tabligh" href="http://id.wordpress.com/tag/dawah-dan-tabligh/" rel="category tag"&gt;Da'wah  dan Tabligh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang berkaitan:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/musyawarah/" rel="tag"&gt;musyawarah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-4099050680547036974?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/4099050680547036974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=4099050680547036974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4099050680547036974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4099050680547036974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/04/point-point-pesan-masyaikh-di-ijtima.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1343167398564731339</id><published>2009-04-06T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T20:32:20.070-07:00</updated><title type='text'>Aisyah binti Abu Bakar R HA</title><content type='html'>Hari-hari indah bersama kekasih Allah dilalui dengan singkatnya ketabahan menghiasi kesendiriannya guru besar bagi kaumnya pendidikan kekasih Allah telah menempanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan mulia suku Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika umur 6 tahun, gadis cerdas ini dipersunting oleh manusia termulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan mimpi beliau kepada ‘Aisyah :”Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata : ini adalah istrimu. Lalu aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu , lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah.” (Muttafaqun ‘alaihi dari 'Aisyah radilayallahu 'anha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiyallahu ‘anha memulai hari-harinya bersama Rasulullah sejak berumur 9 tahun. Mereka mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang diliputi suasana Nubuwwah. Rumah kecil yang disamping masjid itu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan walaupun tanpa permadani indah dan gemerlap lampu yang hanyalah tikar kulit bersih sabut dan lentera kecil berminyak samin (minyak hewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kecil itu terpancar pada diri Ummul Mukminin teladan yang baik bagi istri dan ibu karena ketataatannya pada Allah, rasul dan suaminya. Kepandaian dan kecerdasannya dalam mendampingi suaminya, menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedih, menjaga kehormatan diri dan harta suami tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berda’wah di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha juga melalui hari-harinya dengan siraman ilmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga ribuan hadist beliau hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha juga ahli dalam ilmu faraid (warisan dan ilmu obat-obatan). Urmah bin Jubair putra Asma binti Abu Bakar bertanya kepada Aisya radhiyallahu ‘anha :” Wahai bibi, dari mana bibi mempelajari ilmu kesehatan?.” Aisyah menjawab :”Ketika aku sakit, orang lain mengobatiku, dan ketika orang lain sakit aku pun mengobatinya dengan sesuatu. Selain itu, aku mendengar dari orang lain, lalu aku menghafalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keahliannya itu, Aisyah juga seorang wanita yang menjaga kesuciannya. Seperti kisah beliau sepulang dari perang Hunain, yang dikenal dengan haditsul ifqi. Ketika mendekati kota Madinah, beliau kehilangan perhiasan yang dipinjam dari Asma. Lalu dia turun untuk mencari perhiasan itu. Rombongan Rasulullah dan para sahabatnya berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah tertinggal. Aisyah menanti jemputan, dan tiba-tiba datanglah Sufyan bin Muathal seorang tentara penyapu ranjau. Melihat demikian, Sufyan menyabut Asma Allah lalu Sufyan turun dan mendudukkan kendaraanya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya kemudian Aisyah naik kendaraan tersebut dan Sufyan menuntun kendaraan tersebut dengan berjalan kaki. Dari kejadian ini, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya menyebarkan kabar bohong untuk memfitnah ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Fitnah ini menimbulkan goncangan dalam rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi Allah yang Maha Tahu berkehendak menyingkap berita bohong tersebut serta mensucikan beliau dalam Al-Qur’anul Karim dalam surat An-Nur ayat 11-23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kelebihan beliau yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk dirawat di rumah Aisyah dalam sakit menjelang wafatnya. Hingga akhirnya Rasulullah wafat di pangkuan Aisyah dan dimakamkan dirumahnya tanpa meninggalkan harta sedikitpun. Ketika itu Aisyah radhiyallahu ‘anha berusia 18 tahun. Sepeninggal Rasulullah, Aisyah mengisi hari-harinya dengan mengajarkan Al-Qur’an dan Hadits dibalik hijab bagi kaum laki-laki pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaannya, beliau juga menghabiskan hari-harinya dengan ibadah kepada Allah, seperti puasa Daud. Kesederhanaan juga nampak ketika kaum muslimin mendapatkan kekayaan dunia, beliau mendapatkan 100.000 dirham. Saat itu beliau berpuasa, tetapi uang itu semua disedekahkan tanpa sisa sedikitpun. Pembantu wanitanya mengingatkan beliau :”Tentunya dengan uang itu anda bisa membeli daging 1 dirham buat berbuka?” Aisyah menjawab : ”Andai kamu mengatakannya tadi, tentu kuperbuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah beliau yang tidak gelisah dengan kefakiran dan tidak menyalahgunakan kekayaan kezuhudannya terhadap dunia menambah kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari  Majalah Salafy bagian Muslimah, judul asli "Aisyah Radiyallahu 'anha, Humaira", Edisi XV/Dzulqa’idah/1417/1997)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1343167398564731339?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1343167398564731339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1343167398564731339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1343167398564731339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1343167398564731339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/04/aisyah-binti-abu-bakar-r-ha.html' title='Aisyah binti Abu Bakar R HA'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-8804479491383367897</id><published>2009-04-06T20:30:00.001-07:00</published><updated>2009-04-06T20:30:15.539-07:00</updated><title type='text'>salafi</title><content type='html'>Salah satu prinsip penting dalam adalah seseorang harus berilmu terlebih dahulu sebelum ia berucap atau beramal. Segala ucapan, sikap, tindakan, dan perbuatan seorang muslim harus ditegakkan di atas ilmu, yaitu ilmu yang bersumber dari bimbingan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta bimbingan generasi as-salafush shalih. Bukan semata-mata karena emosi, perasaan, atau hawa nafsu. Allah Subhanahu wata’ala telah melarang hamba-Nya untuk bersikap atau bertindak tanpa dasar ilmu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. [Al-Isra` : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ‘ulama adalah pewaris para nabi. Mereka mengemban menjaga dan menjelaskan dien ini kepada segenap umat. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kepada segenap kaum muslimin untuk merujuk dan mengikuti bimbingan mereka. Terutama dalam menghadapi berbagai peristiwa dan problem kontemporer. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu (para ‘ulama)  jika kamu tidak mengetahui. [An-Nahl : 43]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala juga berfirman :&lt;br /&gt;Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Kalau mereka mau menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri (para ‘ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikut syaithan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian). [An-Nisa` : 83]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu para ‘ulama yang senantiasa berpegang tegung kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah serta bimbingan generasi as-salafush shalih. Para ‘ulama yang senantiasa peduli dan sangat menaruh kasih sayang besar terhadap umat ini. Para ‘ulama yang amanah dan berhati-hati dalam membimbing dan mengarahkan umat. Merekalah yang mampu memetik berbagai hikmah penting dari misykah wahyu ilahi - Al-Qur`an dan As-Sunnah- untuk kemudian menyajikannya kepada umat guna menjawab dan menyelesaikan berbagai problem yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam menghadapi tragedi besar yang menimpa kaum muslimin di Palestina. Para ‘ulama Ahlus Sunnah masa ini telah menyampaikan berbagai arahan dan bimbingannya kepada umat. Sehingga setiap individu muslim dapat bersikap dan bertindak berdasarkan bimbingan ilmu yang benar. Yaitu ilmu yang bersumber dari bimbingan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta bimbingan generasi as-salafush shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Selengkapnya, simak di &lt;a href="http://www.assalafy.org/mahad/?file_id=4" target="_blank"&gt;http://www.assalafy.org/mahad/?file_id=4&lt;/a&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, 16 Muharram 1430 H&lt;br /&gt;13 Januari 2009 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-8804479491383367897?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/8804479491383367897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=8804479491383367897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8804479491383367897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8804479491383367897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/04/salafi.html' title='salafi'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-6456406006973814115</id><published>2009-04-06T20:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T20:24:30.376-07:00</updated><title type='text'>riwayat Maulana Ilyas</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Riwayat Hidup Maulana Muhammad Ilyas: Pendiri Jamaah Tabligh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy lahir pada tahun 1303 H. (1886) di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama dan memiliki sifat wara’. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya. Sementara Maulana Muhammad Ilyas adalah anak ketiga dari tiga bersaudara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada kakeknya Syaikh Muhammad Yahya, beliau adalah seorang guru agama pada madrasah di kota kelahirannya. Kakeknya ini adalah seorang penganut mazhab Hanafi dan teman dari seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi yang merupakan seorang direktur pada lembaga Dar Al-‘Ulum di Lucknow, India[2]. Ayah beliau Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniawan besar yang suka menjalani hidup dengan ber’uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Al-Qur’an dan melayani para musafir yang datang dan pergi serta mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau selalu mengamalkan do’a ma’tsur dari hadits untuk waktu dan keadaan yang berlainan. Perangainya menyukai kedamaian dan keselamatan serta bergaul dengan manusia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, tidak seorangpun meragukan dirinya. Bahkan beliau menjadi tumpuan kepercayaan para ulama sehingga mampu membimbing berbagai tingkat kaum muslimin yang terhalang oleh perselisihan di antara mereka. Adapun ibunda beliau Shafiyah Al-Hafidzah adalah seoarang Hafidzah Al-Qur’an. Istri kedua dari Syaikh Muhammad Ismail ini selalu menghatamkan Al-Qur’an, bahkan sambil bekerjapun mulutnya senantiasa bergerak membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang ia hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Ilyas sendiri mulai mengenal pendidikan pada sekolah Ibtidaiyah (dasar). Sejak saat itulah beliau mulai menghafal Al-Qur’an, hal ini di sebabkan pula oleh kebiasaan yang ada dalam keluarga Syaikh Muhammad Ismail yang kebanyakan dari mereka adalah hafidzh Al-Qur’an. Sehingga diriwayatkan bahwa dalam shalat berjama’ah separuh shaff bagian depan semuanya adalah hafidzh terkecuali muazzin saja. Sejak kecil telah tampak ruh dan semangat agama dalam dirinya, beliau memilki kerisauan terhadap umat, agama dan dakwah. Sehingga ‘Allamah Asy-Syaikh Mahmud Hasan yang dikenal sebagai Syaikhul Hind (guru besar ilmu hadits pada madrasah Darul ‘Ulum Deoband) mengatakan, “sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas aku teringat akan kisah perjuangan para sahabat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika saudara tengahnya, yakni Maulana Muhammad Yahya pergi belajar kepada seorang ‘alim besar dan pembaharu yang ternama yakni Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh, kawasan Saranpur, Utar Pradesh, India. Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu dengan bimbingan Syaikh Rasyid. Hal ini pula yang membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana kakanya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai kakaknya di Gangoh. Akan tetapi selama tinggal dan belajar di sana Maulana Ilyas selalu menderita sakit. Sakit ini ditanggungnya selama bertahun-tahun lamanya, tabib Ustadz Mahmud Ahmad putra dari Syaikh Gangohi sendiri telah memberikan pengobatan dan perawatan pada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit yang dideritanya menyebabkan kegiatan belajarnyapun menurun, akan tetapi beliau tidak berputus asa. Banyak yang menyarankan agar beliau berhenti belajar untuk sementara waktu, beliau menjawab, ”apa gunanya aku hidup jika dalam kebodohan”. Dengan ijin Allah SWT, Maulana pun menyelesaiakan pelajaran Hadits Syarif, Jami’at Tirmidzi dan Shahih Bukhari, dan dalam jangka waktu empat bulan beliau sudah menyelesaikan Kutubus Sittah[3]. Tubuhnya yang kurus dan sering terserang sakit semakin membuat beliau bersemangat dalam menuntut ilmu, begitu pula kerisauannya yang bertambah besar terhadap keadaan umat yang jauh dari Syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Syaikh Gangohi wafat pada tahun 1323 H, beliau baru berumur dua puluh lima tahun dan merasa sangat kehilangan guru yang paling dihormati. Hal ini membuatnya semakin taat beribadah pada Allah. Beliau menjadi pendiam dan hanya mengerjakan ibadah, dzikir, dan banyak mengerjakan amal-amal infiradi[4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Zakariya menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu aku mengaji sebuah kitab kepada beliau, aku datang padanya dengan kitab pelajaranku dan aku menunjukkan tempat pelajaran dengan jari kepadanya. Tetapi apabila aku salah dalam membaca, maka beliau akan memberi isyarat kepadaku dengan jarinya agar menutup kitab dan menghentikan pelajaran. Hal itu beliau maksudkan agar aku mempelajari kembali kitab tersebut, kemudian datang lagi pada hari berikutnya[5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau akhirnya berkenalan dengan Syaikh Khalid Ahmad As-Sharanpuri penulis kitab Bajhul Majhud Fi Hilli Alfazhi Abi Dawud dan akhirnya beliau berguru kepadanya. Semakin bertambah ilmu yang dimiliki membuat beliau semakin tawaddu'. Ketawaddu'an beliau di usia mudanya menyebabkan beliau dihormati di kalangan para Ulama dan Masyaikh. Syaikh Yahya, kakak kandung beliau sendiri tidak pernah memperlakukan beliau sebagai anak kecil, bahkan Syaikh Yahya sangat menghormati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika di Kandhla ada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh ulama-ulama besar, di antaranya terdapat nama Syaikh Abdurrahman Ar-Raipuri, Syaikh Khalil Ahmad As-Sharanpuri, dan Syaikh Asyraf Ali At-Tanwi. Waktu itu tiba waktu sholat Ashar, mereka meminta Maulana Ilyas untuk mengimami sholat tersebut. Ustadz Badrul Hasan salah seorang di antara keluarga besar tersebut berkata, “alangkah panjang dan beratnya kereta api ini, namun alangkah ringan lokomotifnya”, kemudian salah seorang diantara hadirin menjawab,” tetapi lokomotif yang kuat itu justru karena ringannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kematian kakaknya, Maulana Muhammad Yahya, pada 9 Agustus 1925, beliau mengalami goncangan batin yang cukup berat. Dua tahun setelah itu, menyusul kakaknya yang tertua, Maulana Muhammad. Beliau meninggal di Masjid Nawab Wali, Qassab Pura dan dimakamkan di Nizamuddin. Kematian Maulana Muhammad ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitarnya. Beribu orang menziarahi jenazahnya. Setelah dimakamkan orang ramai meminta kepada Maulana Ilyas untuk menggantikan kakaknya di Nizamuddin padahal pada waktu itu beliau sedang menjadi salah seorang pengajar di Madrasah Mazhahirul ‘Ulum. Masyarakat bahkan menjanjikan dana bulanan kepada madrasah dengan syarat agar dapat diamalkan seumur hidupnya. Pada akhirnya, setelah mendapat ijin dari Maulana Khalil Ahmad dengan pertimbangan jika tinggalnya di Nizamuddin membawa manfaat maka Maulana Ilyas akan diberi kesempatan untuk berhenti mengajar. Beliau pun akhirnya pergi ke Nizamuddin, ke madarasah warisan ayahnya yang kosong akibat lama tidak dihuni. Dengan semangat mengajar yang tinggi beliaupun akhirnya membuka kembali madrasah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semangat yang tinggi untuk memajukan agama, beliaupun mendirikan Maktab di Mewat, tetapi kondisi geografis yang agraris menyebabkan masyarakatnya lebih menyukai anak-anak mereka pergi ke kebun atau ke sawah daripada ke Madrasah atau Maktab untuk belajar agama, membaca atau menulis. Dengan demikian Maulana Ilyas dengan terpaksa meminta orang Mewat untuk menyiapkan anak-anak mereka untuk belajar dengan pembiayaan yang ditanggung oleh Maulana sendiri. Besarnya pengorbanan Maulana hanya untuk memajukan pendidikan agama bagi masyarakat Mewat tidak mendapatkan perhatian. Bahkan mereka enggan menuntut ilmu, mereka senang hidup dalam kondisi yang sudah mereka jalani selama bertahun-tahun turun temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melihat bahwa kebodohan, kegelapan dan sekularisme yang melanda negerinya sangat berpengaruh terhadap madrasah-madrasah. Para murid tidak mampu menjunjung nilai-nilai agama sebagaimana mestinya, sehingga gelombang kebodohan semakin melanda bagaikan gelombang lautan yang melaju deras sampai ratusan mil membawa mereka hanyut. Tetap saja masyarakat masih belum memiliki semangat agama. Kebanyakan mereka tidak begitu berminat untuk mengirimkan anak-anak mereka untuk belajar ilmu di Madrasah. Hal ini disebabkan mereka tidak tahu pentingnya ilmu agama, mereka pun tidak menaruh hormat pada lulusan Madrasah yang telah memberikan penerangan dan dakwah. Orang Mewat pun tidak mau mendengarkan apalagi mengikutinya. Kesimpulannya bahwa Madrasah-madrasah yang ada itu tidak mampu mengubah warna dan gaya hidup masyarakat[6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan Mewat yang sangat jahil itu semakin menambah kerisauan beliau akan keadaan umat Islam terutama masyarakat Mewat. Kunjungan-kunjungan diadakan bahkan madrasah-madrasah banyak didirikan, tetapi hal itu belum dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Mewat. Dengan ijin Allah timbullah keinginannya untuk mengirimkan jama’ah dakwah ke Mewat. Pada tahun 1351 H/1931 M, beliau menunaikan haji yang ketiga ke tanah suci Makkah. Kesempatan tersebut dipergunakannya untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab guna mengenalkan usaha dakwah dan dengan harapan agar usaha ini dapat terus dijalankan di tanah Arab. Keinginannya yang besar menyebabkan beliau berkesempatan menemui Sultan Ibnu Sa’ud yang menjadi raja tanah Arab untuk mengenalkan usaha mulia yang dibawanya. Selama di tanah Makkah Jama’ah bergerak setiap hari sejak pagi sampai petang, usaha dakwah terus dilakukan untuk mengajak orang taat kepada perintah Allah dan menegakkan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang dari haji tersebut, Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat, masing-masing disertai Jama’ah dengan jumlah yang cukup besar, paling sedikit seratus orang. Bahkan di beberapa tempat jumlah itu justru semakin membengkak. Kunjungan pertama dilakukan selama satu bulan dan kunjungan ke dua dilakukan hanya beberapa hari saja. Dalam kunjungan tersebut beliau selalu membentuk jama’ah-jama’ah yang dikirim ke kampung-kampung untuk berjaulah (berkeliling dari rumah ke rumah) guna menyampaikan pentingnya agama[7]. Beliau sepenuhnya yakin bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Adapun satu-satu jalan adalah membujuk orang-orang Mewat agar keluar dari kampung halamannya untuk memperbaiki diri dan belajar agama, serta melatih kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga tumbuh kesadarannya untuk mencintai agama lebih daripada dunia dan mementingkan amal dari mal (harta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mewat inilah secara berangsur-angsur usaha tabligh meluas ke Delhi, United Province, Punjab, Khurja, Aligarh, Agra, Bulandshar, Meerut, Panipat, Sonepat, Karnal, Rohtak dan daerah lainnya. Begitu juga di bandar-bandar pelabuhan banyak jama’ah yang tinggal dan terus bergerak menuju tempat-tempat yang ditargetkan sepeti halnya daerah Asia Barat[8]. Terbentuknya jama’ah ini adalah dengan ijin Allah melalui kerisauan seorang Maulana Muhammad Ilyas, menyebarlah jama’ah-jama’ah yang membawa misi ganda yaitu ishlah diri (perbaikan diri sendiri) dan mendakwahkan kebesaran Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Perkembangan jama’ah ini semakin hari semakin tampak. Banyak jama’ah yang dikirim dari tempat-tempat yang dikunjungi jama’ah pun ada yang kemudian membentuk rombongan jama’ah baru sehingga silaturrahim antara kaum muslimin dengan muslim yang lain dapat terwujud. Gerakan jama’ah tidak hanya tersebar di India tetapi sedikit demi sedikit telah menyebar ke barbagai negara. Hanya kekuasaan Allah yang dapat memakmurkan dan membesarkan usaha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerisauan akan keadaan umat semakin bertambah, jama’ah-jama’ah banyak dibentuk dan dikirim ke pelosok jazirah. Sehingga dengan ijin Allah usaha ini pun semakin meluas. Maulana Muhammad Ilyas tanpa henti terus memberi dorongan dan arahan ilmu dan pemikirannya untuk menjalankan usaha dakwah ini agar sampai ke seluruh alam. Dalam keadaan umur yang tua renta, Maulana terus bersemangat hingga tubuhnya yang kurus tidak mampu lagi untuk digerakkan ketika beliau menderita sakit. Pada hari terakhir dalam sejarah hidupnya Maulana mengirim utusan kepada Syaikhul Hadits Maulana Zakariya, Maulana Abdul Qodir Raipuri, dan Maulana Zafar Ahmad, bahwa beliau akan mengamanahkan kepercayaan sebagai amir jama’ah kepada sahabat-sahabatnya seperti Hafidz Maqbul Hasan, Qozi Dawud, Mulvi Ihtisamul Hasan, Mulvi Muhammad Yusuf, Mulvi Inamul Hasan, Mulvi Sayyid Raza Hasan. Pada saat itu terpilihlah Mulvi Muhammad Yusuf sebagai pengganti Maulana Muhammad Ilyas dalam memimpin usaha dakwah dan tabligh[9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar bulan Juli 1944 beliau jatuh sakit yang cukup parah, beliau hanya berbaring di tempat tidur dengan ditemani para pembantu dan muridnya. Kondisi tubuhnya yang telah lemah merupakan bukti nyata bahwa beliau bersungguh-sungguh menghabiskan waktu berdakwah Khuruj Fi Sabilillah mengembara dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan Jama’ah untuk mendakwahkan kebesaran Allah dan kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 13 Juli 1944, Maulana telah siap untuk menempuh perjalanannya yang terakhir. Beliau bertanya kepada salah seorang yang hadir, “apakah besok hari Kamis?”, yang di sekelilingnya menjawab,”benar”, kemudian beliau berkata lagi, “periksalah pakaianku, apakah ada najisnya atau tidak”, yang disekelilingnya berkata bahwa pakaian yang dikenakannya masih dalam keadaan suci. Kemudian beliau turun dari dipan, berwudlu dan mengerjakan sholat Isya’ dengan berjama’ah. Beliau berpesan kepada orang-orang agar memperbanyak dzikir dan do’a pada malam itu. Beliau berkata,”yang ada di sekelilingku ini pada hari ini hendaklah menjadi orang-orang yang dapat membedakan antara perbuatan setan dan perbuatan malaikat Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 24.00 beliau pingsan dan sangat gelisah, dokter segera dipanggil dan obat pun segera diberikan, kata-kata Allahu Akbar terus keluar dari mulutnya ketika malam telah menjelang pagi, beliau mencari putranya Maulana Muhammad Yusuf dan Maulana Ikromul Hasan ketika dipertemukan beliau berkata,” kemarilah kalian, aku ingin memeluk, tidak ada lagi waktu setelah ini, sesungguhnya aku akan pergi”. Akhirnya Maulana menghembuskan nafas terakhirnya, beliau pulang ke rahmatullah sebelum adzan Shubuh. Seorang pengembara yang amat lelah yang mungkin tidak pernah tidur dengan tenang, kini sampai ke tempat tujuannya. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas dan di ridhai-Nya. Maka masuklah kamu kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Al-Fajr, 127-128)[10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak banyak meninggalkan karya-karya tulisan tentang kerisauannya akan keadaan umat. Buah pikiran beliau dituang dalam lembar-lembar kertas surat yang di himpun oleh Maulana Manzoor Nu’mani dengan judul Aur Un Ki Deeni Dawat yang ditujukan kepada para ulama dan seluruh umat Islam yang mengambil usaha dakwah ini. Karya beliau yang paling nyata adalah bahwa beliau telah meninggalkan kerisuaan dan fikir atas umat Islam hari ini serta metode kerja dakwahnya yang atas ijin Allah SWT telah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Orang-orang yang mengetahui keadaan umat, Insya Allah akan mengambil jalan dakwah ini sebagai penawar dan obat hatinya, dan akan menjadi sebab hadirnya hidayah bagi dirinya dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dan Usaha Membangun Tradisi Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah merupakan masalah yang paling penting dalam mengembalikan kejayaan umat Islam. Kesan dakwah pada saat ini tidaklah sepenting yang digariskan, dan seakan sudah tidak ada lagi dalam pikiran orang-orang Islam yang hidup pada zaman ini. Orang-orang Islam mungkin lupa bahwa risalah kenabian dan kerasulan telah ditutup oleh Allah SWT. Sementara agama Islam yang menjadi jalan keselamatan harus sampai kepada generasi terakhir umat manusia yang tidak seorangpun mengetahui kapan berakhirnya. Sering diungkapkan dalam riwayat-riwayat tentang penyakit umat-umat nabi terdahulu yang pada saat ini dapat kita lihat sendiri. Maka menjadi tugas umat Islam sebagai pewaris tugas kenabian untuk mendakwahkan agama Allah SWT hingga generasi terakhir dari peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Maulana Muhammad Ilyas dakwah merupakan kewajiban umat Nabi Muhammad saw. Pada prinsipnya setiap orang yang mengaku mengikuti ajaran Nabi Muhammad tentulah memiliki kewajiban mendakwahkan ajarannya, yaitu agar selalu taat kepada Allah dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Menjadikan dakwah sebagai maksud hidup untuk mencapai puncak pengorbanan merupakan tujuan yang harus dicapai setiap individu pendakwah yang mengerti kondisi umat Islam saat ini. Sebagaimana halnya para sahabat nabi yang dalam riwayat banyak dikisahkan tentang pengorbanan mereka terhadap agama Allah SWT, sehingga Allah memberikan kemulian dan kesempurnaan amal agama dan kehidupan yang tidak hanya berdimensi ibadah semata melainkan mencakup semua bidang kehidupan berupa politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal perkembangannya yang sedemikian terbatas, Islam mampu menguasai belahan dunia pada saat itu dengan menundukkan Romawi dan Persi serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan ke seluruh belahan dunia. Hal ini merupakan bukti tentang besar dan megahnya Islam dengan generasi yang berpegang teguh pada ajarannya. Hal inilah yang dikehendaki Maulana agar dapat terwujud kembali di kalangan umat Islam. Maulana menghabiskan masa hidupnya untuk berdakwah, mengajarkan prinsip dakwah yang hakiki yakni bahwa setiap diri yang mengaku sebagai umat Islam mempunyai kewajiban dakwah, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu suratnya yang ditujukan pada Syaikh Muhammad Zakariya, beliau menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin agar pikiran, hari, kekuatan dan waktuku hanya aku gunakan demi cita-citaku ini saja. Bagaimana aku dapat bekerja selain dari kerja dakwah dan tabligh, sedangkan aku melihat ruh Nabi saw bersedih akibat perilaku buruk umatnya, lemah agama dan aqidah, merosot dan hina serta tidak adanya kejayaan bahkan telah lama digilas kekufuran[11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerisauan yang mendalam akan keadaan umat inilah yang menyebabkan beliau berkeinginan kuat untuk terus berdakwah mengajak orang taat kepada Allah dan menyampaikan kebesaran Allah dengan manifestasi menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melalui segala macam usaha yang dilakukan oleh beliau dengan pikiran dan kerisauan akhirnya terbentuklah jama’ah-jama’ah yang berkeinginan mendakwahkan kembali ajaran Nabi Muhammad saw kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membebankan kewajiban bertabligh (amar ma’ruf nahi munkar) semata-mata pada kalangan ulama adalah sebagai tanda adanya kebodohan pada diri kita. Tugas ulama adalah mengajarkan ilmu dan menunjukkan jalan yang benar akan pemahaman terhadap agama. Sedangkan memerintahkan berbuat kebajikan di antara khalayak dan mengusahakan supaya mereka menuju jalan yang benar adalah tanggung jawab semua orang Islam[12]. Sementara Dr. Sayyid Muhammad Nuh dalam tulisannya menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju perjalanan umat Islam saat ini jauh tertinggal di belakang, setelah sebelumnya berada di barisan paling depan. Banyak sebab yang menjadikan kaum muslimin dalam kondisi seperti ini, di antara sebab terpenting adalah ditinggalkannya kewajiban dakwah, amar ma’ruf nahi munkar dan jihad fi sabilillah. Semua ini berangkat dari kesalahan persepsi umat dalam memandang kewajiban ini. Masih banyak yang memahami bahwa dakwah adalah kewajiban ulama saja, terbatas dalam bentuk ceramah, khutbah dan mau’idzhoh saja. Sementara itu, sebagian dari mereka ada yang memahami dakwah ini merupakan kewajiban yang berlaku atas setiap individu muslim, namun mereka melakukannya tanpa disertai pemahan yang baik terhadap manhaj dakwah nabawiyah dan rambu-rambu Al-Qur’an[13].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum itu Maulana Muhammad Ilyas telah memikirkan keadaan ini, sehingga keinginannya yang telah bersatu dengan kerisauannya akan kondisi umat Islam yang dilihatnya, membuatnya mencurahkan hidupnya untuk kerja dakwah. Bahkan Maulana Muhammad Ilyas mulai membangun tradisi dakwah yang ia mulai dengan membentuk jama’ah-jama’ah dakwah yang dikirim ke tempat-tempat tertentu, bahkan dipimpin langsung oleh beliau. Dengan tenaga dan kerisauan yang ada beliau berusaha mengenalkan kewajiban dakwah pada umat Islam dan membangun tradisi tersebut agar semua dapat melaksanakan jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun tradisi dakwah diantara kondisi umat yang jauh dari agama, seperti di Mewat tidaklah semudah yang dibayangkan. Dalam keadaan yang penuh dengan kesesatan dan kejahilan masyarakat, Maulana Muhammad Ilyas terpanggil untuk mengajak mereka kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi masyarakat yang masih kuat memegang syariat agama. Beliau sangat menyadari bahwa Rasulullah bukanlah orang yang mementingkan diri sendiri, beliau selalu memikirkan umatnya, merisaukan keadaan umatnya di kemudian hari. Sehingga dalam riwayat di beritakan bahwa ketika ajal beliau datang, dengan terbata-bata masih menyebut umatnya. Pikiran itulah yang selalu muncul dalam benak Maulana, bahwa dakwah hari ini adalah bagaimana mengajak umat kembali kepada jalan Allah dan Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman dan pemikiran yang panjang, Maulana melihat bahwa para petani Mewat yang miskin tidak mungkin dapat meluangkan waktunya untuk belajar agama, sedangkan mereka masih berada di tengah-tengah lingkungan dengan segala kesibukannya. Bahkan dalam jangka waktu yang pendek yang dapat mereka berikan itu, tidak dapat diharapkan agar mereka dapat memperoleh kesan yang dalam dari ajaran-ajaran agama yang telah mereka peroleh, serta memiliki semangat agama sebagaimana yang diharapkan yang dapat mengubah cara hidup mereka. Sesungguhnya tidak mungkin meminta mereka semuanya untuk ke madrasah. Namun juga tidak tepat berangan-angan bahwa hanya dengan sekedar nasihat dan ceramah akan mengubah kehidupan mereka dari cara-cara jahiliyah kepada cara-cara Islam, baik dalam perangai, tradisi, maupun pola pikir[14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Maulana Muhammad Ilyas dalam menggerakkan masyarakat Mewat yang jahiliyah itu menyebabkan tumbuhnya suasana agama yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Suasana agama inilah yang diperlukan guna menstimulasi berkembangnya masyarakat yang Islami yang mengikuti kehidupan rasul dan para sahabat. Jama’ah-jama’ah dari masyarakat pun dibentuk untuk dikirim ke beberapa tempat agar dapat memperbaiki diri dalam suasana agama, dengan perbekalan seadanya dan semangat untuk menyebarkan dan mensuasanakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangnya Ramadhan dan cahayanya telah menyinari hati manusia, Maulana Ilyas pun meminta para sahabatnya agar menyiapkan jama’ah untuk dikirim ke Kandhla. Padahal mereka tahu bahwa Kandhla merupakan pusat ilmu dan banyak terdapat rohaniawan. Tentu saja mereka berkeberatan untuk menyampaikan seruan agama tersebut. Apalagi jama’ah itu adalah orang-orang yang bodoh, sungguh ini merupakan suatu yang aneh. Namun akhirnya terbentuklah jama’ah yang terdiri dari sepuluh orang Mewat yang dipimpin oleh Hafidzh Maqbul Hasan. Jama’ah ini bertolak dari Delhi menuju ke Kandhla setelah hari raya. Jama’ah mendapatkan sambutan yang menyenangkan[15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’ah pertama yang dikirim menyebabkan bertambahnya semangat beliau dalam membangun tradisi dakwah di kalangan masyarakat. Daerah-daerah lain pun mulai dipikirkannya. Gerak jama’ah sangat penting artinya bagi upaya mengubah pola hidup masyarakat. Bagaimanapun keadaannya, beliau tetap berharap dapat mengirimkan jama’ah-jama’ah serupa ke berbagai tempat lainnya. Jama’ah kedua dikirim ke Raipur, kemudian mengadakan ijtima’ (berkumpul bersama) di Chatora hingga terbentuk jama’ah lagi hingga dikirim ke Sonepar, Panipat, dan daerah sekitarnya. Begitulah perkembangan yang terjadi di daerah Mewat dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sepenuhnya meyakini bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Adapun satu-satunya jalan keluar adalah membujuk orang-orang Mewat supaya keluar (dari kampung halamannya) guna memperbaiki diri, belajar agama, dan melatih kebiasaan yang baik hingga tumbuh kesadarannya untuk lebih mencintai agama daripada dunia, dan mementingkan amal daripada mal (harta)[16]. Maulana bercita-cita mewujudkan satu generasi yang benar-benar mau berkorban untuk agama, seperti berkorbannya para sahabat dahulu. Jika sehari-hari mereka berkorban waktu, harta, dan diri mereka untuk keduniaan, maka mereka pun harus berusaha untuk berkorban dengan diri, harta dan waktu mereka untuk agama. Menjadi hal yang biasa bahwa segala sesuatu yang diperoleh melalui pengorbanan akan sangat dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun suasana di Mewat semakin berubah. Bahkan perubahan tersebut makin tampak pada cara hidup dan tradisi mereka. Mewat menjadi tanah gembur dan subur yang apabila tanaman dakwah Islamiyah dan pengajaran hukum-hukum agama ditanamkan akan tumbuh, berkembang dan berbuah di tempat tersebut[17]. Perkembangan yang terjadi di Mewat adalah perkembangan yang mengesankan, Mewat yang pada mulanya dilingkupi jahiliyah kini telah berubah menjadi pusat dakwah dan siar agama. Usaha Maulana Muhammad Ilyas yang pertama adalah menanamkan iman dan keyakinan yang benar terhadap Allah SWT dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Kemudian beliau menyampaikan keutamaan-keutamaan beramal dan kerugian meninggalkannya serta mengajak umat Islam untuk berkorban menyisihkan diri, harta dan waktunya di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir hayatnya beliau tetap mencurahkan perhatiannya pada usaha dakwah ini. Bahkan setelah berkembang di India, usaha dakwah ini berkembang ke seluruh dunia. Hingga saat ini negara-negara di beberapa berlahan benua telah memiliki amal jama’ah dakwah. Mereka terus bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mengajak manusia kembali kepada tugas utama sebagai hamba Allah yang sudah seharusnya mengabdi dengan segenap jiwa dan raga serta sebagai umat Nabi yang terakhir Muhammad saw yang mempunyai tugas dakwah beramar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;a href="http://gratis45.com/indonesia/agama/agama.htm"&gt;BACK&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]Riwayat Hidup maulana Muhammad Ilyas diambil dari buku karangan Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, (1999), Riwayat      Hidup Dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, Yogyakarta: Ash-Shaff,  hlm. 5-18&lt;br /&gt;[2]lihat, H.A. Hafizh Dasuki (et al), (1993), Ensiklopedi Islam Vol. S1-1, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, hlm. 266&lt;br /&gt;[3]Kutubus Sittah berarti kitab yang enam yaitu kitab-kitab hadits yang telah dijadikan standar para ulama dan kaum muslimin untuk menjadi hujjah bagi persoalan-persoalan agama diantaranya adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majjah.&lt;br /&gt;[4]Infiradi berasal dari kata faroda yang dalam bahasa arab berarti sendiri, yang dimaksudkan adalah beramal secara sendiri atau tidak berjama’ah&lt;br /&gt;[5]Sayyid Abul Hasan Ali Nadwi, op. cit., hlm. 14&lt;br /&gt;[6]Sayyid Abul Hasan Ali An-Nadwi, op. cit., hlm. 39-40&lt;br /&gt;[7]Ibid, hlm. 43-44&lt;br /&gt;[8]Tutus Hendrato, op. cit., hlm. 22-23&lt;br /&gt;[9]Ibid, hlm. 24&lt;br /&gt;[10]Sayyid Abul hasan Ali- Nadwi, op. cit., hlm. 127-128&lt;br /&gt;[11]Ibid, hlm. 145&lt;br /&gt;[12]Maulana Ihtisamul Hasan Kandhalawi, (1998), Keruntuhan Umat Islam Dan Cara Mengatasinya, Yogyakarta: Ash-Shaff, hlm. 23&lt;br /&gt;[13]Sayyid Muhammad Nuh, (1996), Dakwah Fardiyah, Dalam Manhaj Amal Islami, Solo: Citra Islami Press, hlm. 9&lt;br /&gt;[14]Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, loc. cit., hlm 44&lt;br /&gt;[15]Ibid, hlm. 47&lt;br /&gt;[16] Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, op. cit., 45-46&lt;br /&gt;[17]Ibid, hlm. 51&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-6456406006973814115?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/6456406006973814115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=6456406006973814115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6456406006973814115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6456406006973814115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/04/riwayat-maulana-ilyas.html' title='riwayat Maulana Ilyas'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-6038463307286961754</id><published>2009-03-25T23:40:00.001-07:00</published><updated>2009-03-25T23:40:31.338-07:00</updated><title type='text'>dari salafiyun</title><content type='html'>Inilah risalah dan nasehat yang terhimpun padanya seluruh kebaikan, kumpulan mutiara hikmah kaum salaf, dan pelajaran dari Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam yang merupakan sebaik-baik salaf kepada shahabatnya yang mulia Abu Dzar al-Ghifari -semoga Alloh meridhoinya-&lt;br /&gt;“Hendaknya kamu itu senantiasa dan memilihara sifat diam, kecuali dari kebaikan. Karena sesungguhnya hal tersebut akan menjadikan syaithon itu menjauh darimu, dan akan menjadi suatu penolong bagimu dari urusan agamamu“&lt;br /&gt;Barang siapa yang banyak ketawa — maka akan sedikit sekali wibawanyaBarang siapa yang suka sendagurau — maka akan dianggap remehBarang siapa yang memperbanyak dari sesuatu — maka akan diketahui jatidirinyaBarang siapa yang banyak ucapannya — maka dia akan banyak jatuhnyaBarang siapa yang dia banyak terjatuhnya (dari kesalahan) — maka akan sedikit sekali rasa malunyaBarang siapa yang dia sedikit rasa malunya — maka wara’ (sikap hati-hatinya) sedikitBarang siapa yang sedikit sekali rasa hati-hatinya — maka akan mati hatinya(Nasehat Amirul Mukminin Umar bin Khattab -radhiyAllohu ta’ala anhu)&lt;br /&gt;Maka ambilah pelajaran ini wahai saudaraku !! karena sesungguhnya DIAM ITU TERMASUK DARI PADA HIKMAH, akan tetapi sedikit sekali yang mau melakukannya.&lt;br /&gt;Semoga Alloh merahmati Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz, ketika berkata ” Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafush Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashiroh yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya (Bayan Fadlli Ilmis Salaf, Halaman 38)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengarkanlah nasihat dari al-Ustadz Abu Abdir-Rahman Abdul Aziz as-Salafy yang membahas Kitab “al-Washaya al-Asyar Li Abi Dzar” dengan mengunduh &lt;a href="http://www.salafishare.com/23J5ZWHRR5N5/6LMSD98.rar" target="_blank"&gt;rekamannya &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-6038463307286961754?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/6038463307286961754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=6038463307286961754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6038463307286961754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6038463307286961754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/03/dari-salafiyun.html' title='dari salafiyun'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-5124086983613757796</id><published>2009-03-25T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T23:32:51.527-07:00</updated><title type='text'>salafiyun lama-lama ngekor tabligh</title><content type='html'>&lt;span style="color:#993300;"&gt;tadi malam ana denger ada orang inggris dateng ke radio fajri fm.syaikh sapa gitu ana lupa.bahas masalah walisongo buntu dia.rata-rata pendengar fajri fm gak mau susah-susah ngajinya persis kayak ustad mereka ,maunya dengerin radio,kajian bedah buku tapi lupa untuk ngamalin.ini ana liat sendiri aktifis salafi selalu ketinggalan jamaah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-5124086983613757796?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/5124086983613757796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=5124086983613757796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5124086983613757796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5124086983613757796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2009/03/salafiyun-lama-lama-ngekor-tabligh.html' title='salafiyun lama-lama ngekor tabligh'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-4733192263426779912</id><published>2008-06-10T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T21:59:44.400-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; Termasuk sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah bersiwak. Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan mendapatkan keridhoan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”. (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam begitu bersemangat melakukannya dan sangat ingin agar umatnya pun melakukan sebagaimana yang dia lakukan, hingga beliau bersabda, yang artinya: “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang artinya: “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Daqiqil ‘Ied menjelaskan sebab sangat dianjurkannya bersiwak ketika akan sholat, beliau berkata: “Rahasianya yaitu bahwasanya kita diperintahkan agar dalam setiap keadaan ketika bertaqorrub kepada Alloh, kita senantiasa dalam keadaan yang sempurna dan dalam keadaan bersih untuk menampakkan mulianya ibadah”. Dikatakan bahwa perkara ini (bersiwak ketika akan sholat) berhubungan dengan malaikat karena mereka terganggu dengan bau yang tidak enak. Berkata Imam As-Shon’ani : “Dan tidaklah jauh (jika dikatakan) bahwasanya rahasianya adalah digabungkannya dua perkara yang telah disebutkan (di atas) sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Jabir, yang artinya: “Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah atau bawang bakung maka janganlah dia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa-apa yang bani Adam tergaanggu dengannya” (Taisir ‘alam 1/63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak hanya bersiwak ketika akan sholat saja, bahkan beliau juga bersiwak dalam berbagai keadaan. Diantaranya ketika dia masuk kedalam rumah… Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata, yang artinya: ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR: Muslim, irwaul golil no 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika bangun malam…&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah ibnul Yaman, dia berkata, yang artinya: “Adalah Rosululloh jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (HR: Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam setiap keadaan pun boleh bagi kita untuk bersiwak. Sesuai dengan hadits di atas. Dalam hadits ini Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam memutlakkannya dan tidak mengkhususkannya pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu siwak boleh dilakukan setiap waktu (Syarhul mumti’ 1/120, fiqhul islami wa adillatuhu 1/300), sehingga tidak disyaratkan hanya bersiwak ketika mulut dalam keadaan kotor (Syarhul mumti’ 1/125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam sangat bersemangat ketika bersiwak, sehingga sampai keluar bunyi dari mulut beliau seakan-akan beliau muntah. Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata, yang artinya: “Aku mendatangi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya dan dia sambil berkata “Uh- uh”. Dan siwak berada pada mulutnya seakan-akan beliau muntah“. (HR: Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menunjukan akan besarnya perhatian beliau dengan siwak yaitu bahwasanya diakhir hayat beliau, beliau masih menyempatkan diri untuk bersiwak sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah, yang artinya: Dari ‘Aisyah berkata: Abdurrohman bin Abu Bakar As-Sidik y menemui Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersandar di dadaku. Abdurrohman y membawa siwak yang basah yang dia gunakan untuk bersiwak. Dan Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam memandang siwak tersebut (dengan pandangan yang lama). Maka aku pun lalu mengambil siwak itu dan menggigitnya (untuk dibersihkan-pent) lalu aku membaguskannya kemudian aku berikan siwak tersebut kepada Rosululloh, maka beliaupun bersiwak dengannya. Dan tidaklah pernah aku melihat Rosululloh bersiwak yang lebih baik dari itu. Dan setelah Rosululloh selesai dari bersiwak dia pun mengangkat tangannya atau jarinya lalu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِي الرَّفِيْقِ الأَعْلَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakannya tiga kali. Kemudian beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain ‘Aisyah berkata, yang artinya: “Aku melihat Rosululloh memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa beliau menyukainya, lalu aku berkata: ‘Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Maka Rosululloh mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk-pent) yaitu tanda setuju.“ (HR: Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berkata sebagian ulama: “Telah sepakat para ulama bahwasanya bersiwak adalah sunnah muakkadah karena anjuran Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan kesenantiasaan beliau melakukannya dan kecintaan beliau serta ajakan beliau kepada siwak tersebut.” (fiqhul islami wa adillatuhu 1/300)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Syarhul Mumti’ ‘ala zadil mustaqni’ jilid 1, karya Syaikh Muhammad Utsaimin; Irwaul Golil jilid 1, karya Syaikh Al-Albani; Taisirul ‘Alam jilid 1, Karya Syaikh Ali Bassam; Fiqhul Islami wa adillatuhu jilid 1, karya Doktor Wahbah Az-Zuhaili)  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/keutamaan-bersiwak.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-26T03:54:00-08:00"&gt;03:54&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=1953578797704693285" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=1953578797704693285" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="2704253330441417702"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/pemahaman-tentang-tasyabbuh.html"&gt;Pemahaman Tentang Tasyabbuh&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya. Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya). Oleh karena itu, secara global kita katakan bahwa segala sesuatu yang tidak termasuk ciri khusus orang-orang kafir, baik aqidahnya, adat-istiadatnya, peribadatannya, dan hal itu tidak bertentangan dengan nash-nash serta prinsip-prinsip syari’at, atau tidak dikhawatirkan akan membawa kepada kerusakan, maka tidak termasuk tasyabbuh. Inilah pengertian secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali harus kita pahami seperti dinyatakan dalam beberapa ketentuan Islam, bahwa dien (Islam) dibangun di atas pondasi yang dinamakan at-taslim, yakni penyerahan diri secara totalitas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan at-taslim sendiri bermakna membenarkan seluruh yang diberitahukan Alloh Subhanahu wa Ta’ala tunduk kepada perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Kemudian membenarkan apa-apa yang disampaikan Rasul-Nya, tunduk kepada perintah beliau, menjauhi larangannya dan mengikuti semua petunjuk-petunjuk beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah memahami kaidah-kaidah di atas, maka hendaklah seorang muslim untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaslim terhadap apa-apa yang dibawa Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merealisasikannya dalam setiap amal perbuatan. Dan ajaran yang beliau bawa di antaranya larangan untuk bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertaslim, merasa tenang dengannya dan percaya penuh dengan yang dikabarkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Iman dengan segala yang disyari’atkan-Nya dan mewujudkan dalam perbuatannya, maka tidak dilarang baginya untuk mencari dalam sebab dan musababnya (mempertanyakan mengapa semua itu diharuskan kepada manusia, ed). Oleh karena itu kita dapat mengatakan, bahwa faktor yang menyebabkan kita dilarang bertasyabbuh dengan orang-orang kafir banyak sekali sebagian besar dapat diterima oleh akal sehat dan fitrah yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyebab timbulnya larangan tersebut, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perbuatan orang kafir pada dasarnya dibangun di atas pondasi kesesatan dlalalah dan kerusakan fasad. Inilah sebenarnya titik tolak semua perbuatan dan amalan orang-orang kafir, baik yang bersifat menakjubkan anda atau tidak, baik yang dzahir (nampak nyata) kerusakannya ataupun terselubung. Karena sesungguhnya yang menjadi dasar semua aktivitas orang-orang kafir adalah dlalal (sesat), inhiraf (menyeleweng dari kebenaran), dan fasad (rusak). Baik dalam aqidah, adat-istiadat, ibadah, perayaan-perayaan hari besar, ataupun dalam pola tingkah lakunya. Adapun kebaikan yang mereka perbuat hanyalah merupakan suatu pengecualian saja. Oleh karena itu jika ditemukan pada mereka perbuatan-perbuatan baik, maka di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi arti apapun baginya dan tidak diberi pahala sedikitpun. Sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Kami hadapi amal yang mereka kerjakan kemudian Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS: Al-Furqan: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertasyabbuh terhadap orang kafir, maka seorang muslim akan menjadi pengikut mereka. Yang berarti dia telah menentang atau memusuhi Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan dia akan mengikuti jalur orang-orang yang tidak beriman. Padahal dalam perkara ini terdapat peringatan yang sangat keras sekali, sebagaimana Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesuadah jelas datang kepadanya petunjuk dan mengikuti jalannya orang-orang yang tidak beriman, Kami biarkan ia leluasa dengan kesesatannya (yakni menentang Rasul dan mengikuti jalan orang-orang kafir, pen.) kemudian Kami seret ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS: An-Nisa’: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara sang peniru dengan yang ditiru seperti yang terjadi antara sang pengikut dengan yang diikuti yakni penyerupaan bentuk yang disertai kecenderungan hati, keinginan untuk menolong serta menyetujui semua perkataan dan perbuatannya. Dan sikap itulah yang menjadi bagian dari unsur-unsur keimanan, di mana seorang muslim tidak diharapkan untuk terjerumus ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tasyabbuh mewariskan rasa kagum dan mengokohkan orang-orang kafir. Dari sana timbullah rasa kagum pada agama, kebudayaan, pola tingkah laku, perangai, semua kebejatan dan kerusakan yang mereka miliki. Kekagumannya kepada orang kafir tersebut akan berdampak penghinaan kepada As-Sunnah, melecehkan kebenaran serta petunjuk yang dibawa Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan para pendahulu umat ini yang sholeh. Karena barangsiapa yang menyerupai suatu kaum pasti sepakat dengan fikrah (pemikiran) mereka dan ridla dengan semua aktivitasnya. Inilah bentuk kekaguman terhadap mereka. Sebaliknya, ia tidak akan merasa kagum terhadap semua hal yang bertentangan dengan apa yang dikagumi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyabbahah (meniru-niru) itu mewariskan mawaddah (kasih sayang), mahabbah (kecintaan), dan mawalah (loyalitas) terhadap orang-orang yang ditiru tesebut. Karena bagi seorang muslim jika meniru dan mengikuti orang-orang kafir, tidak bisa tidak, dalam hatinya ada rasa ilfah (akrab dan bersahabat) dengan mereka. Dan rasa akrab dan bersahabat ini akan tumbuh menjadi mahabbah (cinta), ridla serta bersahabat kepada orang-orang yang tidak beriman. Dan akibatnya dia akan menjauh dari orang-orang yang shalih, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang mengamalkan As-Sunnah, dan orang-orang yang lurus dalam berislam. Hal tersebut merupakan suatu hal yang naluriah, manusiawi dan dapat diterima oleh setiap orang yang berakal sehat. Khususnya jika muqallid (si pengikut) merasa sedang terkucil atau sedang mengalami kegoncangan jiwa. Pada saat yang demikian itu apabila ia mengikuti yang lainnya, maka ia akan merasa bahwa yang diikutinya agung, akrab bersahabat, dan terasa menyatu dengannya. Kalau tidak, maka keserupaan lahiriah saja sudah cukup baginya. Keserupaan lahiriah ini direfleksikan ke dalam bentuk kebudayaan dan tingkah laku. Dan tidak bisa tidak, kelak akan berubah menjadi penyerupaan batin. Hal ini merupakan proses yang wajar dan dapat diterima oleh setiap orang yang mau mengamati permasalahan ini dalam pola tingkah laku manusia (human being).&lt;br /&gt;Kalau seseorang bepergian ke negeri lain maka ia akan menjadi orang asing di sana. Jika dia bertemu dengan seseorang yang berpakaian sama dengan pakaiannya, kemudian berbicara dengan bahasa yang sama pula pasti akan timbul mawaddah (cinta) dan ilfah (rasa akrab bersahabat) lebih banyak dibanding kalau di negeri sendiri. Jadi apabila seseorang merasa serupa dengan lainnya, maka rasa persamaan ini akan membekas di dalam hatinya. Ini dalam masalah yang biasa. Lalu bagaimana jika seorang muslim menyerupakan diri dengan orang-orang kafir karena kagum kepada mereka? Dan memang inilah yang kini banyak terjadi. Suatu hal yang tidak mungkin, seorang muslim bertaklid dan menokohkan orang kafir kalau tidak berawal dari rasa kagum, kemudian disusul dengan keinginan untuk mengikuti, mencontoh, dan akhirnya menumbuhkan rasa cinta yang mendalam yang disertai dengan sikap loyalitas yang tinggi. Hal itu bisa dilihat pada masa sekarang di mana banyak muslim yang bergaya hidup kebarat-baratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir pada dasarnya akan menjerumuskan kepada kehinaan, kelemahan, kekerdilan (rendah diri), dan kekalahan. Oleh karena itu sikap bertasyabbuh dilarang keras. Demikianlah yang terjadi pada sebagian besar orang-orang yang mengikuti orang-orang kafir sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Mantasyabbaha biqoumin Fahuwa Minhum, Dr.Nashir Bin Abdul Karim Al-Aql)  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/pemahaman-tentang-tasyabbuh.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-26T02:04:00-08:00"&gt;02:04&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=2704253330441417702" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=2704253330441417702" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="3091152240562552792"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/petaka-dan-fitnah-ulama-su.html"&gt;Petaka dan Fitnah Ulama Su'&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Namanya saja ulama su’ (buruk), tentu pekerjaan-nya merusak, mengacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su’ karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su’ termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala.Ulama su’ sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su’ zaman dahulu. Ulama su’ mengajarkan tipu daya untuk mencari celah-celah hukum Alloh Subahanahu wa Ta’ala, sehingga mereka bisa memakan harta secara batil seperti kisah penduduk yang menghalalkan mencari ikan pada hari Sabtu dengan tipu daya yang cukup terkenal itu, atau menghalalkan bangkai dengan cara mencairkannya menjadi minyak lalu dijual dan dimakan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah peringkat ulama yang paling rendah, paling buruk dan paling merugi. Ia adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengajarkannya kepada manusia. Di samping itu, ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan gambar sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka. Atau ada juga yang melakukan itu karena sengaja menentang Alloh Subahanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya demi menciptakan kerusakan di muka bumi ini. Mereka tidak lain adalah para khalifah syetan dan para wakil Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama su’ ada juga kelompok yang mengajak kepada kebaikan, namun tidak pernah memberikan keteladanan. Karena itu, Ibnul Qayyim berkata: “Ulama su’ duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Dan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia: “Kemarilah! Kemarilah!” Sedang-kan perbuatan mereka berkata: “Janganlah engkau dengarkan seruan mereka. Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu.” (Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Alloh Subahanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Daud alaihis salam, yang artinya: “Wahai Daud jangan engkau jadikan antara Aku dan antara dirimu seorang alim yang sudah tergoda oleh dunia, sehingga ia bisa menghalangimu dari jalan mahabbahKu. Karena sesungguhnya mereka adalah para begal yang membegal jalannya hamba-hambaKu. Sesungguhnya hukuman terkecil yang Aku kenakan untuk mereka adalah Aku cabut kelezatan bermunajat dari hati mereka.” (Jami’ Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar, 1/193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Sya’bi berkata: “Akan ada sekelompok penduduk surga yang melongok, melihat sekelompok penduduk neraka. Lalu penduduk surga menyapa mereka dengan penuh keheranan, “Apa yang membuat kalian masuk neraka, padahal kami masuk surga karena jasa didikan dan ajaranmu ?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami memerintahkan kalian melakukan kebaikan namun kami sendiri tidak melaksanakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subahanahu wa Ta’ala telah mencela orang-orang semacam ini sejak zaman Nabi Musa alaihis salam dan mengabadikan hinaan itu di dalam kitab suci sepanjang masa, yang artinya: “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri. Padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) ? Maka tidakkah kamu berpikir ?” (QS: Al- Baqarah: 44). (Mukhtashar Jami’ Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairuti, hal. 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Nyata&lt;br /&gt;Contohnya banyak sekali, seperti ulama yang dalam muktamar telah memutuskan keharaman musik, lalu setelah pulang ke pesantrennya ternyata di rumahnya terang-terangan memutar kaset-kaset nyanyian atau bahkan santrinya direstui membentuk grup musik atau qosidah. Ada lagi ulama yang dengan manisnya mengatakan bahwa tugasnya adalah berdakwah demi kesejahteraan Islam, namun di waktu lain ia malah membolehkan bahkan mengajak untuk memilih orang-orang kafir sebagai pemimpin, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga diantara mereka yang mengatakan agama jangan dijual, ironisnya mereka menulis atau menerjemahkan buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh umat dengan memasang embel-embel kapitalis (salah satunya hak cipta, padahal sistem kapitalis ini adalah budaya rusak yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja semenjak Romawi masih berkuasa dengann tujuan menjaga aset dan kekayaan gereja), mereka mengadakan dauroh-dauroh dengan tujuan untuk mendapatkan rekaman kajian yang bisa dijual dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi termasuk kelompok ulama su’ yaitu ulama yang mengajak kepada kebaikan, tetapi dengan cara-cara kefasikan, seperti berdakwah dengan musik dan gendingan. Mulutnya mengajak ke surga sementara tangan dan kakinya mengajak orang lain untuk bergoyang mengikuti syetan. Atau berdakwah dengan menggunakan metode lawak, sehingga ungkapan yang kotor dan contoh-contoh yang seronok menjadi bumbu wajib dalam setiap ceramahnya karena target keberhasilannya adalah puasnya hadirin, pemirsa dan pendengar, dengan gelak tawa dan senyuman lebar sebanyak mungkin. Tema dan isi dakwah pun dipilih dan dikemas sesuai dengan selera para panitia dan pengunjung. Mulutnya mengajak kepada iman, namun lawakan dan kebanyolannya melupakan akhirat. Intinya adalah ia mencari “ridha manusia”. Jenis ulama penghibur (pelawak dan pemusik) ini tidak mengikuti aturan dakwah dalam syariat Islam, tetapi mengikuti nafsu syetan demi mengejar ridha manusia. Mereka lupa akan ancaman Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, yang artinya: “Barangsiapa yang mencari ridha Alloh dengan (resiko mendapat) murka manusia, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala mencukupinya dari manusia. Dan barangsiapa mencari ridha manusia dengan (menyebabkan) kemurkaan Alloh Subahanahu wa Ta’ala, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala menyerahkan dirinya kepada manusia.” (HR: Tirmidzi, no. 2419)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari semua itu, ulama su’ adalah perusak agama, pemadam sunnah, pelindung bid’ah, pelopor maksiat. Sesungguhnya tepat ungkapan Ibnul Mubarak: “Tidaklah merusak agama ini melainkan para raja, ulama su’ dan para rahibnya.” Hal ini karena manusia ini bergantung kepada ulama (ahli ilmu dan amal), ubbad (ahli ibadah) dan muluk (umara, aghniya’). Jika mereka baik, manusia akan baik dan jika mereka rusak, pasti dunia menjadi rusak. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/462&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata kepada Ziyad bin Hudair: “Apakah kamu mengerti apa yang merusak Islam ?” Ziyad berkata: “Tidak.” Umar berkata: “Tergelincirnya seorang alim, debatnya orang munafik -dengan ayat Al-Qur’an- dan (penetapan) hukumnya para imam yang menyesatkan.” (HR: Ad-Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ sejatinya adalah da’i-da’i neraka. Dalam hadits Hudzaifah, ketika dia bertanya kepada Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, yang artinya: “Sesungguhnya kita dulu ada dalam kejahiliahan lalu Alloh menganugerahkan kepada kami kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan ?” Beliau menjawab dalam ucapannya yang panjang sampai berkata: “Ya, para da’i di ambang pintu Jahannam. Siapa yang mendatangi ajakannya pasti akan mereka lemparkan ke dalamnya.” (HR: Al-Bukhari: 7084, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah musuh Alloh Subahanahu wa Ta’ala, mereka sebegitu buruknya karena memutar balikkan urusan, maka benar-benar terbalik. Mestinya salah seorang mereka bisa menjadi pengajak dan penyeru kepada jalan Alloh Subahanahu wa Ta’ala, ternyata mereka sesat dan menyesatkan, mengajak kepada jalan syetan. (Dari ucapan Ali radhiAllohu anhu, Ad-Dakwatut Tammah, Abdullah Al-Hadrami, h. 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah ulama fasik yang akan dimasukkan oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala ke dalam neraka sebelum para penyembah berhala, karena salahnya orang yang mengerti tidak sama dengan orang yang tidak mengerti. (Mukhtashar Jami’ Bayanil Ilmi, 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh Subahanahu wa Ta’ala, jadikanlah manfaat untuk kami apa yang telah engkau ajarkan kepada kami dan ajarkanlah terus kepada kami apa yang bermanfaat untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Al-Fawaid, Ibnul Qayyim; Jami’ Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar; Mukhtashar Jami’ Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairutidan berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mediamuslim.info/index.php?  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/petaka-dan-fitnah-ulama-su.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-26T01:15:00-08:00"&gt;01:15&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=3091152240562552792" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=3091152240562552792" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="2561912636890673956"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/kapan-kelalaian-ini-berakhir.html"&gt;Kapan kelalaian Ini Berakhir&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri masih mengira bahwa telah berbuat sebaik-baiknya perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS: Al Anbiyaa’: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas manusia dalam keadaan lalai&lt;br /&gt;Al Imam Ibnu Al Qayyim rahimahulloh berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh Subhanahu wa Ta’ala, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya.” (QS: Yusuf: 103) Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh” (QS: Al An’am: 116) Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS: Yunus: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main? Sama sekali tidak…..Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS: Al ‘Araf: 205)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata: Sungguh Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS: Al-Ahzab: 41) Dan berfirman, yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring” (QS: Ali Imran: 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksa bagi orang yang lalai&lt;br /&gt;Orang-orang yang lalai mendapatkan sangsi di dunia dan sangsi di akhirat, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang ummat Nabi Musa tatkala mereka mendustakan dan menyakitinya, yang artinya: “Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggalamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (QS: Al-A’raf: 136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan neraka Jahannam –yaitu tempat siksaan di akhirat– sebagai tempat kembali dan tempat tinggal bagi orang-orang yang lalai, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manuia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS: Al-A’raf: 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa tempat akhir orang-orang yang lalai adalah Jahannam disebabkan mereka memiliki hati, namun hatinya sangat keras, tidak pernah tersentuh dan terenyuh, serta tidak tergerak sedikitpun dengan mau’idhah (wejangan), dia bagaikan batu, bahkan lebih keras. Mereka memiliki mata yang mampu melihat pemandangan dhahir (luar) segala sesuatu, namun tidak mampu melihat dengannya hakikat segala urusan, dan tidak mampu dengannya membedakan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka mendengarkan suara-suara kebatilan, seperti dusta, nyanyian, kata-kata kotor, ghibah, dan namimah, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya dalam mendengarkan hal yang benar dan jujur yang berupa kitab Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS: Yunus: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang adzab orang-orang yang lalai di Jahannam, yang artinya: “Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Alloh, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS: Al Anbiya: 97-98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan bahwa kelalaian itu bila telah menguasai hati menyebabkan seseorang ridla dengan kekufuran, dadanya merasa tenteram dengannya, pintu-pintu hidayah tertutup, dan terkuncilah hati itu, wal ‘iyadzu billah, sehingga taubat dan hidayah sangat sulit tercapai, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Alloh menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannya Alloh tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatan-nya telah dikunci mati oleh Alloh, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS: An Nahl: 106-108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalai sebab segala kejelekan&lt;br /&gt;Al Imam Ibnu Al Qayyim berkata: Dan lalai dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan hari kemudian bila berpasangan dengan mengikuti hawa nafsu maka terlahirlah dari keduanya segala macam keburukan, dan umumnya bergabung antara keduanya dan tidak pernah terpisahkan. Barang siapa memperhatikan kerusakan situasi alam ini, secara umum maupun khusus maka dia bakal mendapatkannya sebagai akibat dari kedua hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelalaian menjadi penghalang antara seseorang dengan kemampuan memandang kebenaran, mengetahuinya, dan memahaminya, sehingga ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lalai&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta, lalai itu memiliki banyak tanda, dikala kita melihat salah satunya ada dalam diri kita, maka ketahuilah sesungguhnya kita dalam bahaya, cepatlah koreksi diri, kejarlah ketinggalan, dan mulailah menanggulangi tanda-tanda ini dengan cara-cara yang disyari’atkan agar kita mampu melepaskan diri dari cengkaramannya sepanjang masa. Dan di antara-tanda itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyekutukan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan inilah fenomena kelalaian yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kufur, fasiq, dan nifaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan perbuatan-perbuatan keji, seperti zina, sodomi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyia-nyiakan shalat, dan menyepelekan waktu-waktunya, serta (meninggalkan)mendirikannya secara berjamaah di mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengingat Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit membaca Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan berdoa, dan berlindung kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai dunia, dan menyibukan diri untuk mengumpulkannya dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, baik dalam hal pakaian, cara hidup, dan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman dengan orang-orang jahat, dan orang yang tidak mau mengingatkannya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang bukan termasuk ketaatan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan, minum, tidur, dan bergaul, karena itu semua menyebabkan rusaknya hati dan malasnya anggota badan dari melaksanakan berbagai macam ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan lagu-lagu, dan menonton siaran parabola yang beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hati-hati dalam segala hal yang berkaitan dengan halal dan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanggar keharaman-keharaman yang nampak, seperti mempergunakan narkoba, merokok, laki-laki mengisbalkan pakaiannya dan mencukur jenggot, wanita ber-tabarruj dan keluar dengan bersolek serta memakai wangi-wangian, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Nasrah Darul Wathan,  “Ila mata al ghaflah”)  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/kapan-kelalaian-ini-berakhir.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-26T00:40:00-08:00"&gt;00:40&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=2561912636890673956" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=2561912636890673956" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;Selasa, 2007 Desember 25&lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="1688290736425370596"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/hukum-mengolok-olok-yang-yang-teguh.html"&gt;Hukum mengolok-olok orang yang teguh dalam syariat islam&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala tentang mereka, yang artinya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (QS: At-Taubah: 65-66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: “Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasululloh shallAllohu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Alloh Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat ini terhadap diri mereka. Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS: Al-Muthaffifiin : 29-36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Asilah Muhimmah, Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;Media Muslim.info  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/hukum-mengolok-olok-yang-yang-teguh.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-25T22:36:00-08:00"&gt;22:36&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=1688290736425370596" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=1688290736425370596" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;Rabu, 2007 Desember 19&lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="9129849391023224926"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/perjalanan-dakwah-di-kamboja.html"&gt;Perjalanan Dakwah di Negara Kamboja&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s1600-h/2007-4%281%29%253B063.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s320/2007-4%281%29%253B063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691916444797762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krZvNKizI/AAAAAAAAADg/Dhk1ywWsInI/s1600-h/2007-4%281%29%253B038.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krZvNKizI/AAAAAAAAADg/Dhk1ywWsInI/s320/2007-4%281%29%253B038.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691770415909682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krQfNKiyI/AAAAAAAAADY/MsqjVosYokQ/s1600-h/2007-4%281%29%253B059.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krQfNKiyI/AAAAAAAAADY/MsqjVosYokQ/s320/2007-4%281%29%253B059.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691611502119714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krFfNKixI/AAAAAAAAADQ/pCXbJbkavts/s1600-h/2007-4%281%29%253B062.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2krFfNKixI/AAAAAAAAADQ/pCXbJbkavts/s320/2007-4%281%29%253B062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691422523558674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kq4vNKiwI/AAAAAAAAADI/a3nCtaZvUfA/s1600-h/2007-4%281%29%253B084.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kq4vNKiwI/AAAAAAAAADI/a3nCtaZvUfA/s320/2007-4%281%29%253B084.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691203480226562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kquvNKivI/AAAAAAAAADA/aWPDSweMliU/s1600-h/2007-4%281%29%253B055.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kquvNKivI/AAAAAAAAADA/aWPDSweMliU/s320/2007-4%281%29%253B055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691031681534706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kJz_NKiuI/AAAAAAAAAC4/QufQn69866U/s1600-h/2007-4%281%29%253B039.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kJz_NKiuI/AAAAAAAAAC4/QufQn69866U/s320/2007-4%281%29%253B039.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145654837992131298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/perjalanan-dakwah-di-kamboja.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-19T04:06:00-08:00"&gt;04:06&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=9129849391023224926" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=9129849391023224926" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;Selasa, 2007 Desember 18&lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="6997849979362297946"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/dakwah-dan-tabligh.html"&gt;Dakwah dan Tabligh&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Dakwah merupakan tulang punggung agama. Semua Nabi as. Di turunkan di dunia untuk berdakwah. Nabi Muhammad saw sendiri telah mencontohkan perjuangannya dalam berdakwah, begitu pula para sahabat r.a.. Perjuangan dan pengorbanan beliau telah banyak di kisahkan dalam kitab-kitab. Hampir seluruh waktu, harta, bahkan diri mereka habis di gunakan untuk memperjuangkan agama. Dengan sebab perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw, yang kemudian di lanjutkan para sahabat ra, Islam telah menjadi revolusi terbesar yang pernah ada dalam peradapan manusia. Revolusi tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk revolusi akhlak dan moral sehingga menjadikan tatanan masyarakat terbaik yang pernah ada. Islam waktu itu telah menunjukkan wibawanya sehingga menjadi kaum yang paling di segani di seluruh dunia. Al-quran dan hadist telah banyak menyebutkan tentang pentingnya dakwah dan tabligh. Tegaknya usaha dakwah sangat mempengaruhi kemajuan dan kemerosotan umat. Banyak wilayah / negara yang dulu jaya dengan ajaran Islamnya kini tinggal bekasnya saja. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian umat untuk mengamalkan dan mengusahakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ilyas rah.a salah satu tokoh yang memahami cita-cita dan perjuangan Rasulullah saw beserta para sahabat ra merasakan kerisauan yang dalam atas ketidak pedulian umat terhadap agama. Apalagi keadaan masyarakat mewat ( India) yang beliau saksikan waktu itu yang jauh dari agama. Hal itu semakin menambah kerisauan dan rasa nyeri di hati beliau yang kemudian berusaha mencari jalan keluar untuk mengubah suasana dan keadaan masyarakat mewat atas dasar cinta beliau kepada Umat Islam. Beliau berusaha menegakkan kembali kepentingan usaha dakwah dan menanamkan kepahaman pada umat tentang pentingnya dakwah untuk di usahakan sebagaimana yang telah di tuntut oleh agama, serta agar setiap individu memiliki rasa tanggung jawab untuk memajukan agama. Akhirnya beliau mengirim rombongan dakwah dari mewat untuk di gerakkan dengan tujuan mempraktekkan kehidupan Islami dan membudayakan usaha dakwah serta usaha amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan masyarakat. Serta agar berlatih mengorbankan harta, diri dan waktu untuk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah menjadi saksi betapa besar pengaruh gerakan dakwah yang di tegakkan kembali oleh Syaikh Muhammad Ilyas rah.a. Dan telah menjadi fakta yang tak terbantahkan andil gerakan dakwah dan tabligh serta usaha perbaikan umat tersebut dalam meninggikan kalimat imaniyah di akhir abad ke-20 ini. Sehingga menjadi tinggilah kepentingan agama di atas kepentingan lainnya dan kepentingan usaha atas agama di atas usaha lainnya. Kemudian orang-orang berbondong-bondong untuk mengutamakan amal daripada mal (harta), menghidupkan sunnah-sunnah dan adab-adab nabawiyah serta menyiapkan diri untuk menjadi pejuang-pejuang agama, dengan mengorbankan harta, diri, dan waktu mereka di jalan Allah (semata-mata mengharap keridhaa-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena taufik dan inayah dari Allah swt. sajalah, usaha dakwah dan tabligh tersebut kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Allah-lah yang menolong usaha dakwah terswebut dan Allah kuasa untuk menghancurkanya. Pada saat ini dapat di lihat betapa banyaknya manusia yang berbondong-bondong keluar di jalan Allah ke setiap penjuru, bahkan ke setiap sudut perkampungan terpencil dengan semangat, niat, cara dan tujuan yang sama untuk menyebarkan agama, hidayah dan perdamaian. Setiap hari selalu ada jamaah atau rombongan dakwah yang terus di kirim ke berbagai wilayah. Mereka senantiasa mendakwahkan agama siang dan malam, mengingatkan umat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan kecuali mengamalkan agama. Tujuan mereka yaitu untuk memperbaiki diri serta agar agama yang telah di turunkan Allah swt dengan sempurna ini bisa wujud dalam kehidupun umat islam seluruh alam (khususnya pada diri pekerja dakwah itu sendiri). Sehingga seluruh kampung-kampung di seluruh alam bisa hidup sebagaimana Madinah Al-munawarah pada jaman Rasulullah saw. Masjid-masjid seluruh alam bisa hidup sebagaimana kehidupan masjid Nabawi pada jaman Rasulullah saw. Serta agar manusia memahami pentingnya kerja atas agama melebihi kerja atas kebendaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun lapisan masyarakat yang tertinggal dalam menyambut seruan untuk dakwah tersebut, dari Ulama-ulama, Hufadz Qur’an, pelajar, orang awam, orang miskin, konglomerat, intelek, pengusaha, pejabat, orang kota, orang desa, sampai bekas preman. Serta telah di amalkan umat di seluruh belahan dunia. Berkat usaha dakwah dan tabligh tersebut telah banyak orang yang hidupnya kelam mejadi terang, banyak orang kembali tobat dari kemaksiatannya. Dalam usaha ini seolah-olah perbedaan suku, bahasa, negara, status sosial menjadi kabur kemudian duduk rapat-rapat sebagai umat akhir jaman yang mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan risalah kenabian. Bersatu padu menyatukan fikir dan saling tolong-menolong dalam memperjuangkan agama yang sedang di timpa sakit yang parah ini. Ini juga bukti bahwa dakwah memang ampuh untuk memperkuat persatuan umat dan menghindari perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan dakwah ini telah bergerak dan berkembang di Afrika seperti Maroko, Al-Jazair, Tunis, dan Libya. Amalan dakwah ini juga bergerak dan berkembang di Perancis, Belgia, Belanda, Albania, Inggris dan Amerika. Juga di Timur tengah seperti Mesir, Jordania, Syiria, Libanon, Yaman dan negara-negara Arab lainnya, di samping juga di negeri tempat asal mula usaha ini berkembang, yakni India. Saat ini sekitar 240 negara telah hidup amalan dakwah ini.&lt;br /&gt;Usaha dakwah dan tabligh tersebut bisa berkembang dengan baik meskipun di negara-negara barat yang sangat minoritas Islamnya (seperti Amerika, Eropa, Australi dll). Dengan sebab usaha dakwah di sana, panji-panji Islam semakin berkibar tinggi. Di sana orang-orang semakin berani untuk menampakkan ke-Islamannya. Orang semakin bangga untuk memakai atribut-atribut sunnah seperti sorban dan ghamis. Bahkan banyak orang yang akhirnya masuk Islam asbab usaha dakwah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu usaha yang besar, berskala dunia dan berkaliber Internasional tentu mengundang reaksi yang besar pula. Berbagai sorotan dan kritikan datang dari segala arah, Ada yang mendukung, simpati, mendorong dan mencintainya. Ada juga yang membenci, dan menghalang-halangi. Hal ini wajar, hampir semua pembaharuan selalu di iringi pertentangan. Namun fakta membuktikan, siapapun yang terjun langsung dalam kerja dakwah tersebut maka akan timbul jazbah (semangat) untuk mengamalkan agama. Dan timbul semangat untuk mendakwahkan agama tersebut kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang asal nama "Jamaah Tabligh”, Pada dasarnya tidak ada penamaan resmi terhadap kerja dakwah ini, dan awal gerakan da’wah tersebut juga memang tidak ada nama khusus. Munculnya nama "Jama’ah Tabligh" terwujud secara alami, sebagaimana jika orang menjual ikan maka orang-orang akan menyebutnya "Penjual Ikan" atau jika orang menjual buah-buahan maka orang-orang akan memanggilnya "tukang buah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kisahkan bahwa Maulana Muhammad Ilyas rah.a. ketika memulai kegiatan dakwah tabligh ini mengatakan, “aku tidak memberikan nama apa pun terhadap usaha ini. Tetapi, seandainya aku memberinya nama, tentu aku menamakannya ‘gerakan iman’”. Beliau menyadari bahwa memberikan satu nama khusus pada kegiatan ini berarti membuat pengelompokan baru pada ummat. Ada umat yang anggota dan yang bukan anggota. Sedangkan dakwah dan tabligh adalah satu amal ibadah seperti sholat, puasa, dzikir, dan sebagainya. Sebagaimana dalam ibadah-ibadah lain tidak ada pengelompokkan dan keanggotaan (misalnya kelompok ahli sholat, ahli puasa, dan lain-lain) demikian pula halnya dengan dakwah dan tabligh. Selain hal itu, dakwah adalah tanggung jawab setiap individu ummat ini yang harus mereka tunaikan tanpa kecuali. Bila di bentuk satu kelompok dakwah, tentu akan timbul kesan bahwa dakwah adalah tugas anggota kelompok dakwah saja. Dengan berbagai pertimbangan itulah Maulana Ilyas tidak memberikan nama terhadap usaha dakwah tabligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di berbagai wilayah Indonesia orang-orang mempunyai sebutan yang berbeda-beda. Misalnya jamaah silaturahmi, kuba, jaulah, khuruj, osamah, jama’ah tholib, bahkan ada yang menyebut jamaah kompor karena sering membawa kompor kemana-mana. Ada juga sejumlah aktivis da’wah yang kurang senang bila dirinya di sebut anggota jamaah tabligh. Dakwah dan tabligh adalah tanggung jawab seluruh umat bukan tugasnya sekelompok orang tertentu. Namun yang menjadi kesalahpahaman besar, terutama di Indonesia adalah menganggap kerja tersebut hanya milik kelompok tertentu. Padahal di harapkan semua umat ikut ambil bagian dalam kerja dakwah ini sekuat kemampuan yang bisa di berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas (landasan) dari kerja dakwah tersebut adalah musyawarah yang berdasarkan ruang lingkupnya terbagi dalam beberapa tingkatan musyawarah. Tingkat yang paling besar adalah musyawarah dunia yang biasanya di adakan 2 tahun sekali. Musyawarah nasional biasanya di adakan 4 bulan sekali (Utk Indonesia), kemudian di bagi lagi dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil, misalnya musyawarah jawa tengah biasanya 2 bulan sekali, di bagi lagi dalam musyawarah halaqoh (kawasan) biasanya 1 minggu sekali. Sedangkan yang terkecil adalah musyawarah harian yang biasanya di adakan setiap hari di maholla (masjid) masing-masing. Setiap pekerja dakwah juga di anjurkan bermusyawarah setiap hari dengan keluarga di rumahnya masing-masing untuk kemajuan agama (setidaknya kemajuan agama dalam keluarga), sehingga ahli keluarga ikut ambil bagian dalam usaha dakwah. Selain itu juga masih banyak musyawarah-musyawarah lain yang belum di sebutkan di atas karena setiap kerja selalu di awali dengan musyawarah. Dalam musyawarah dunia, perkembangan dakwah di evaluasi, serta di bicarakan terti-tertib yang akan di ambil dalam periode yang akan datang. Sehingga terkadang terjadi perubahan tertib setelah musyawarah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian-pembagian wilayah dalam peta dakwah tabligh tersebut tidak terpengaruh oleh batas-batas formal yang ada dalam pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tempat berdakwah terbagi menjadi dua, yaitu intiqoli dan maqomi. Intiqoli yaitu dakwah di tempat orang lain atau kampung lain dengan berpindah atau dengan melakukan perjalanan dengan masa tertentu. Orang di sekitar tempat yang di datangi di harapkan akan memberi bantuan untuk kerja dakwah sehingga terjalin kerjasama antara pendatang dengan orang tempatan, sebagaimana kerjasama yang terjalin antara Sahabat muhajirin dan anshor di Madinah pada jaman Rasulullah saw. Sedangkan maqomi adalah dakwah di tempatnya masing-masing. Setiap pekerja di anjurkan untuk meluangkan beberapa jam setiap harinya untuk bersilaturahmi dengan orang-orang di sekitar tempatnya masing-masing untuk mendakwahkan agama. Dalam berdakwah juga di kenal istilah amalan secara infirodi dan Ijtima’i. Infirodi yaitu amalan secara individu sedangkan ijtima’i secara berkelompok(berjamaah). Begitu pula dalam berdakwah juga bisa di lakukan secara infirodi maupun ijtima’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja dakwah di anjurkan untuk mengikuti tertib-tertib dan arahan-arahan yang di sepakati guna menjalankan dakwah, misalnya ketika keluar di jalan Allah (khuruj fi sabilillah) hendaknya memperbanyak da’wah ilallah, ta’lim wa ta’lum, dzikir wal ibadah,dan khidmat. Mengurangi masa makan dan minum, tidur dan istirahat, bicara sia-sia, keluar dari lingkungan masjid. Menghadapi segala kesulitan dengan sabar. Jangan menyinggung masalah politik, khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), status sosial, dan derma sumbangan dalam berdakwah (ketika keluar). (Tidak boleh menyinggung masalah politik dan khilafiyah karena membicarakan hal tersebut ketika keluar di jalan Allah bisa menimbulkan perdebatan dan perpecahan di antara jamaah). Dan masih banyak arahan-arahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Rasulullah saw, masjid Nabawi menjadi pusat kegiatan umat, dari sana di bentuk jamaah / rombongan dakwah maupun jihad. Di sana juga sebagai pusat belajar-mengajar, pusat beribadah dan pusat melayani umat, Sehingga dalam usaha dakwah dan tabligh ini juga menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah. Berangkat dari masjid dan kembali lagi ke masjid. Untuk kawasan tertentu ada masjid yang di jadikan markaz (bahasa arab untuk kata centre/pusat). Di situlah biasanya para pekerja dakwah melakukan ijtima’ (pertemuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ijtima’ tersebut juga di bentuk jama’ah-jamaah yang akan di kirim ke berbagai tempat untuk berdakwah. Pada malam ijtima’ di adakan bayan (majelis penerangan untuk menerangkan maksud serta tujuan dakwah dan tabligh). Petugas bayan (mubayin) memberikan nasihat serta dorongan kepada para jamaah agar memikul tanggung jawab agama dengan cara mengorbankan sebagian dari harta, diri dan waktu, untuk keluar di jalan Allah. Bayan di akhiri dengan tasykil yaitu tawaran serta bujukan kepada para jamaah untuk mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu untuk keluar di jalan Allah dengan masa tertentu dalam rangka mendakwahkan agama. Kemudian orang yang berniat untuk ikut keluar (khuruj fi sabilillah) mendaftarkan diri untuk di data. Di sana juga biasanya di bacakan kitab Hayatus-Shohabah yang berisi perjuangan dan pengorbanan para sahabat untuk agama, sehingga para jamaah bisa meneladani para sahabat r.a. dalam mengamalkan dan memperjuangkan agama. Dengan begitu juga bisa dirasakan bahwa pengorbanan para jamaah belum ada apa-apanya di bandingkan pengorbanan para sahabat r.a dalam membela agama. Orang yang mendapat tugas membaca kitab Hayatus-Sohabah haruslah orang ‘Alim(berilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan mereka dalam berdakwah adalah kerelaan mereka mengorbankan keperluannya untuk kepentingan dakwah. Mereka rela mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu mereka untuk mendakwahkan agama sampai melewati batas pulau dan batas negara. Dalam berdakwah mereka siap di caci dan di maki, hal itu tidak akan menghentikan mereka. Hubungan antara pekerja dakwah ini sangat erat, mereka memiliki kesatuan hati yang sangat kuat, di dalamnya ada kasih sayang, dan semangat mengutamakan orang lain (itsar). Keindahan hubungan mereka dapat di lihat dari ijtima’-ijtima’ yang di adakan. Kasih sayang ini bukan hanya untuk sesama pekerja dakwah saja. Dalam berdakwah jamaah senantiasa berusaha menjalin hubungan dengan baik kepada orang-orang yang di temui. Dalam berdakwah di anjurkan menghindari perdebatan serta berdakwah dengan penuh hikmah dan bijak. Para Da’i di anjurkan menghadirkan sifat okromul muslimin (memuliakan sesama muslim) terutama kepada Ulama yang di jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan dalam menjalankan usaha dakwah ini. Walaupun para masyaikh dan Syuro senantiasa memberi arahan-arahan dan nasihat dalam mengamalkan dakwah, tapi dalam pelaksanaanya apakah akan di amalkan atau tidak kembali kepada setiap individu. Namun alangkah baiknya jika semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha ini. Usaha dakwah tersebut sangat terbuka, semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha dakwah.&lt;br /&gt;Para masyaikh(ulama) juga senantiasa mengingatkan kepada orang-orang yang bekerja di bawah usaha dakwah tersebut bahwa tujuan utama dalam mengamalkan dakwah tersebut adalah untuk memperbaiki diri (ishlah), memperbaiki orang lain bukanlah tujun utama mereka dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan dakwah yang telah di konsepkan sangat bagus dan mulia, tapi yang menjalankan dan mengamalkan juga manusia biasa yang datang dari berbagai latar belakang. Tidak mungkin bisa terhindar dari kesalahan. Jika di cari-cari kekurangan mereka, tentu akan banyak di temukan, hal ini wajar. Di antara mereka sudah ada yang bertugas untuk mengarahkan dan meluruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara realita kondisi umat saat ini pada umumnya sudah jauh dari apa yang di wasiatkan Rasulullah saw. Banyak masjid di bangun namun semakin sedikit yang memakmurkannya. Masjid sudah semakin megah namun semakin sepi dari amalan. Pemuda-pemuda kita lebih bangga menirukan gaya selebriti daripada Nabi kita. Kita sebagai Umat Islam tidak sadar telah ikut terbawa budaya yahudi dan nasrani. Kini agama, satu-satunya yang menjadi sebab kebahagiaan, kemuliaan dan kejayaan dunia akhirat di anggap sesuatu yang tidak penting sehingga di abaikan begitu saja. Dengan memberi ummat kitab tebal kemudian kita cuma berharap agar umat mengamalkanya sementara mereka belum memahami kepentingan agama merupakan perkara yang hampir mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini masyarakat terbentuk dari apa yang mereka lihat, masyarakat sudah kesulitan melihat kehidupan islam yang sesungguhnya. Cara bagaimana bermu’amalah, mu’asyaroh, berakhlak yang dulu pernah di ajarkan Rasulullah saw kini telah hilang dari umat Islam. Jika dulu ada yang bertanya bagaimana akhlak Rasulullah saw maka bisa di jawab akhlak beliau adalah Al-quran. Namun saat ini kehidupan Islami seolah-olah hanya di dalam buku-buku saja......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman sekarang ini, budaya materialisme sudah sangat kental dalam kehidupan masyarakat, masih adanya sekelompok orang yang mau berkorban untuk mendakwahkan agama merupakan suatu rahmat dari Allah swt yang seharusnya kita tolong dan kita syukuri. "Thola’albadru‘ ;alaina mintsaniyatilwada’ wajaba syukru ‘alaina maada’alillahida&amp;amp;rs quo;. (Telah terbit purnama di atas kita muncul dari tsaniyatul wada’, wajib bersyukur atas kita selama masih ada Da’i yang mengajak kepada Allah)……&amp;amp;nb sp;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/dakwah-dan-tabligh.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-18T20:10:00-08:00"&gt;20:10&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=6997849979362297946" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=6997849979362297946" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="6721025721850631942"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/1.html"&gt;Markas Tabligh&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2iWS_NKipI/AAAAAAAAACQ/ArdOQTLnKGc/s1600-h/peta+dunia.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2iWS_NKipI/AAAAAAAAACQ/ArdOQTLnKGc/s320/peta+dunia.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145527827219253906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abu Dhabi&lt;br /&gt;Kaleem Razal, Al-Musaffah, Abu Dhabi. 971-2-721-..&lt;br /&gt;Afghanistan&lt;br /&gt;Haji Md Meer, Sarai Nelam Farrush, Shahbazar, Kabul. 155-23798&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Afrika Selatan&lt;br /&gt;Markaz, Bait-un-Nur, 17, 11th Avenue Mayfair, Johannesburg. 011-8392633&lt;br /&gt;Kirk St Masjid, 12 Kirk St, 2001 Johannesburg. (G. M. Padia) 27-31-923-841, faks 27-11-852-4011&lt;br /&gt;3.Albania&lt;br /&gt;Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438&lt;br /&gt;Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038&lt;br /&gt;Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Aljazair&lt;br /&gt;Masjid An-Najah, Al-Mohammedia, Algeria. (Belqasim Merad 213-2-750)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Amerika Syarikat&lt;br /&gt;Dearborn Mosque, 9945 West Vernor Highway, Dearborn, Detroit. +1-313-8429000&lt;br /&gt;Markaz New York, 425, Montauk Avenue, Apt. 1, Brooklyn, New York.&lt;br /&gt;Markaz, Masjid Falah, 42-12, National St., Corona, New York. (Loqman Abdul Aleem) +1-718-4767968&lt;br /&gt;Abdur Raqeeb, 130, 69th St., Guttenberg, NJ 07093. +1-201-86.. , +1-718-8587168 (faks - Faqir)&lt;br /&gt;Markaz, 820 Java Street, Los Angeles. (dekat Arbor Vitae St.) +1-310-4199177 (Dr Abd Rauf)&lt;br /&gt;Farouq Toorawa, Los Angeles. +1-310-6755456&lt;br /&gt;Masjid Al-Noor (Markaz), 1751 Mission Street, San Francisco. +1-415-5528831&lt;br /&gt;Vallejo Mosque, 727 Sonoma Boulevard, Vallejo, California. +1-707-6452024&lt;br /&gt;Naser Sayedi, 1777 East West Road, P.O.B. 1703, Honolulu. +1-808-735..&lt;br /&gt;L/Cpl Chaudary, Hawaii. +1-808-2575721&lt;br /&gt;Islamic Centre, 1935, North Eo Place, Manoa, Honolulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Angola&lt;br /&gt;Comunidade Islamica em Angola, Caika Posta 2630, Luano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Arab Saudi&lt;br /&gt;Abdul Ghaffar Noor Wali, Jeddah. 966-2-6371607&lt;br /&gt;Ghassan 6823041 Dr Ahmad Ali, P.O. Box 22310, Riyadh 11495. 966-1-6023679&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Argentina&lt;br /&gt;Ahmad Abboud, Centro Islamico, Av. San Juan 3049/53, Buenos Aires. 54-1-973577&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Australia&lt;br /&gt;Markaz, 90 Cramer Street, Preston 3074, Melbourne.&lt;br /&gt;Sheikh Mo’taz El-Leissy, Melbourne. 61-3-94784515&lt;br /&gt;Markaz, 765 Wangee Road, Lakemba, Sydney. 61-2-97593898&lt;br /&gt;S. Hamid Latif, Lakemba Mosque, 63/65 Wangee Road, Lakemba 2195, Sydney. 61-2-759-3899, 61-3-470-2424&lt;br /&gt;Markaz, 427 William Street, Perth.&lt;br /&gt;Abdul Wahab, Perth. 61-9-4596826&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Austria&lt;br /&gt;A. Khaleque Qureshi, Masjid Belal, Diefenbachgasse 12/12, 1150 Wien. 43-1-9387615, 43-1-7366125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Azerbaijan&lt;br /&gt;S. Uzair M. Ali, Orzhenigidzebskoy, Noboy Gumarbel M3/2F (?)&lt;br /&gt;Bahamas&lt;br /&gt;Jamaat ul Islam, P.O. Box 10711, Nassau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Bahrain&lt;br /&gt;A Aziz Baluch, P.O. Box 335, Manama. 953-256-707&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Bangladesh&lt;br /&gt;Maulana A Aziz, Kakrail Masjid, P.O. Ramna, Dhaka. 88-02-239-457&lt;br /&gt;Barbados&lt;br /&gt;Maulana Yusuf Piprawala, Kensington New Road, Bridgetown. 1-809-426-8767&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Belanda&lt;br /&gt;Moskee Arrahman (Markaz), Van Ostade str. 393-395, 1074 Amsterdam. (Tram no. 4 dari stesen keretapi) (Al-Kabiri) 31-20-764073&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Belgium&lt;br /&gt;Masjid Noor, Rue Massaux 6, Gemeente Schaarbeek, 1030 Brussels. (Mostafa Nooni) 32-2-219-7847&lt;br /&gt;Masjid Van Slambrouck, Fortuin St. 6, B8400 Oostende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.&lt;br /&gt;Md Riaz, 3132 Kraal Road, Belize City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Bermuda&lt;br /&gt;Md Mosque, Basset Bldg Court, St. Ram, Hamilton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Biera&lt;br /&gt;Omar Osman, P.O. Box 382 (?), Biera. 23260&lt;br /&gt;Bolivia&lt;br /&gt;Biab Khalil, P.O. Box 216, La Paz. BX 5418 (teleks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Brazil&lt;br /&gt;A Aziz Alinani, Imam, Centro Islamica, Ax W-5 Norte, Brazil. 55-11-278-6789&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Britain&lt;br /&gt;Markazi Mosque, South Street, Saville Town, Dewsbury. (Hafez M Patel) 44-924-460760, 44-924-46685? (faks)&lt;br /&gt;East London Markazi Masjid, 9-11 Christian St, Off Commercial Road, London E1. (Zulfiqar) 44-71-4811294&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Brunei&lt;br /&gt;Hj Jamili Hj Abbas, 647 Kg Lumapas. 673-8-810480, 673-2-337488. jamil@brunet.bn&lt;br /&gt;Hj Mahadi, Bandar Sri Begawan. 332148&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Bulgaria&lt;br /&gt;Mufti Basri Osman, Plovdiv. 359-2-233-109&lt;br /&gt;Cad&lt;br /&gt;Masjid-e-Noor, Share Namer, N O’Jamina. (Adam Yusuf Amin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Cecen&lt;br /&gt;Dudaeb Shakmarze, Ul. Khakalskaya 90/2/42, Grozni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Cile&lt;br /&gt;Taufiq Rumie, Edwardo Castillo Valesco 1160, Nunoa, Santiago. 56-2-496-081, 56-2-294-182&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Cina&lt;br /&gt;Hilal D. C. Guangyun, V. C., Stand Comm, East Dist. Peoples Congress, ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Dagastan&lt;br /&gt;Habibullah, Sk Mohuddin, village Gubdan, Lewanshowski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Denmark&lt;br /&gt;Shehzad Ahmad, Makki Masjid, Brikegade 4 KLD, N Kobenhavn (Copenhagen). 45-43-(35)-361-513&lt;br /&gt;Centre Mosque, Morbaerhaven Block 18 c/4, 2060 Albertslund. 02-454368&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Dubai&lt;br /&gt;Shaikh Hamdan, Masjid al Kasis, Al Kasis No. 3, dekat Umm Kulsum Che..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Eire&lt;br /&gt;Masjid, 7 Harringto Street, Dublin.&lt;br /&gt;Dublin Islamic Centre, 163, South Circular Road, Dublin 8.&lt;br /&gt;Md Shigara, 21, Wolseley Street, Dublin 3. 353-1-540-027&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.Ethiopia&lt;br /&gt;M. M. Kechia, Abu Bakr Masjid, Kwas Maida, Addis Ababa. 251-1-130-208, 135-823 (Ibrahim Sufra)&lt;br /&gt;Feringgi&lt;br /&gt;Abu Bakar Sulil, Masjid Odiveas, Rua Thomas de Anunciacao 30 R/C Esq, Odiveas 2675, Lisboa.&lt;br /&gt;Fiji&lt;br /&gt;Noor Ali, Raki Raki Jama Masjid, P.O Box 15, Raki Raki, Fiji. 679-24440, 679-94002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.Filipina&lt;br /&gt;Masjid Abu Bakar, Marawi City, Lanao del Sur, Mindanao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Finland&lt;br /&gt;Omar Nizamuddin, Puutarhankatu 18A, Helsinki. 358-21-513-572&lt;br /&gt;Masjid, Fredrinkatu 33B, 00120 Helsinki 12. 358-0-643-579, 358-0-149-6395&lt;br /&gt;Masjid, Abrahaminkatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Gambia&lt;br /&gt;Abdul Wadood, Arabic Madrassa, Serekunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.Ghana&lt;br /&gt;T. Osang, P.O. Box 170A, Rock of Islam Mosque, Labadi, Accra. 233-21-663-443, 665-06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.Guinea&lt;br /&gt;Md Boye, P.O. Box 12294, Barry, Conakary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.Guinea Bissau&lt;br /&gt;Abayu Bayo, Jamia Kabir, Bissau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.Guyana&lt;br /&gt;Azim Khan, 35, Kraig Village, East Bank, Demerara. 592-(02)-62269 (Georgetown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.Hong Kong&lt;br /&gt;Masjid Ammar, 40-01 Kwon Road, Wanch.. 5-892-0720 (Md Qadeem, Zafar 852-3-5-239-975)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.Hungari&lt;br /&gt;A. Hafez, Flat 9, 84 Linen Kurt, Budapest. 36-1-833-905, 36-1-276-0482 (Babikir)&lt;br /&gt;Dr Izzedin, Estergomiut 56/VII/26, 1138 Budapest.&lt;br /&gt;Ibrahim, Fortuna (hotel murah), Szolgaltaro GMk, 1073 BP, Akacf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.India&lt;br /&gt;Banglawali Masjid, 168 W. Nizamuddin, Basti Nizamuddin, New Delhi. 91-11-494-7137 (faks: Farooq),&lt;br /&gt;617-142 (..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41.Indonesia&lt;br /&gt;Masjid Jamek, 83 Jalan Hayam Waruk, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. (Ahmad Zulfikar) 62-21-821-236, 639-5585, 682-378&lt;br /&gt;Masjid Istiqlal, Jalan Yos Sudarso, Dumai, RIAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.Iran&lt;br /&gt;Al Amir A Roaf, Masjid e Tauhidi, Zahedan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43.Iraq&lt;br /&gt;Sk Kazim, Montaga Buhimania Al Karich, Share Mar’uf, Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44.Itali&lt;br /&gt;El Amrani, 3231 Via Vanzetti No. 3, Cita di Sudi (Cascino Rosa), Milano. 39-10-952-20?, 39-6-802-258&lt;br /&gt;Masjid, Via Bertoloni 22/24, Roma&lt;br /&gt;Masjid,Via Berthollet 24, Torino&lt;br /&gt;Masjid, Via de Groce 3 (Tingkat 4), Trieste&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.Jabaltariq&lt;br /&gt;Masjid Cesemate Sq., Main Street, Gibraltar. 350-73058&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46.Jamaika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeem A. Muta’ali, Muslim Community, 54 Wildman Street, Kingston. 1-809-9283516 (Akbar), 9286789 (Naeem)&lt;br /&gt;Islamic Center of Jamaica, 134 1/2 King Street, Kingston.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47.Jepun&lt;br /&gt;Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334.&lt;br /&gt;Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)&lt;br /&gt;Syed Sohel 04-8736-2767&lt;br /&gt;Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken.&lt;br /&gt;Hafiz Afzal 030-146-1419&lt;br /&gt;Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi, Aichi Ken.&lt;br /&gt;Najimuddin 030-56-32101&lt;br /&gt;Nufail 030-56-50432, 056-698-9408&lt;br /&gt;Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).&lt;br /&gt;Lokman 043-444-5464, 030-067-9223&lt;br /&gt;Shamin 010-404-4748&lt;br /&gt;Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).&lt;br /&gt;Asraf 010-609-2479&lt;br /&gt;Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936&lt;br /&gt;Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169&lt;br /&gt;Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156.&lt;br /&gt;Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967&lt;br /&gt;A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48.Jerman&lt;br /&gt;Md. Nawaz, Masjid, Muenchener str. 21, Frankfurt. (06175)1673, (0221)550..&lt;br /&gt;Md. Nawaz, Berliner str. 31, 6374 Steinbach. (06171) 75360&lt;br /&gt;Barbaros Gamii (masjid), Kyffhavser str. 26 (dekat Barbarossa Platz), 5 Koeln 1 (Cologne). (Husseinbeg&lt;br /&gt;Firat 467477, Zia) 0211-213870&lt;br /&gt;Masjid, Lindower str. 18-19, 1000 Berlin 65. (030) 4617026&lt;br /&gt;Masjid, Landwehr str. 25, Muenchen (Munich). (dekat stesen keretapi)&lt;br /&gt;Masjid, Steindamm, Hamburg. (dekat stesen keretapi)&lt;br /&gt;Masjid, Haupsletter str. 715, Stuttgart. 0711-6406775&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49.Jibouti&lt;br /&gt;Salem Ahmad, Deeday Masjid, P.O. Box 730, Djibouti. 253-762-189, 5818 FIANEA (teleks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50.Jordan&lt;br /&gt;Md Mustafa Al Wafai, Masjid Madeenat al Hujjaj, Mukhayam Het.. 962-6-774-257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51.Kamerun&lt;br /&gt;Osmany c/o Alhaj Md, P.O. Box 19, Marwah.237-291-5..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52.Kanada&lt;br /&gt;Medina Masjid, 1015 Danforth Ave., Toronto. (Ismail Patel / Anjum Mohammad)1-416-465-7833.&lt;br /&gt;53.Kazakhstan&lt;br /&gt;Baba Khanov, Muslim Religious Board of Central Asia, Alma Ata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54.Kenya&lt;br /&gt;A. Shakoor, Londi Mosque, sebelah balai polis Kamakunsi, Nairobi. 254-2-764-224, 254-2-340-965&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55.Kibris&lt;br /&gt;Ahmet Cetkin, Harika Camii, Palamud Sok No. 11, Asa Marao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56.Korea Selatan&lt;br /&gt;Imam Qamaruddin, Masjid Annur, GPO Box 10896, Seoul. 82-2-556-…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57.Kosta Rika&lt;br /&gt;Mostafa Md Imam, Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose. 506-272-878&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58.Kuwait&lt;br /&gt;A Rashid Haroon, Subhan Markaz, Al Mantiga Sinaere, Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59.Laos&lt;br /&gt;Maulana Qamaruddin Noori, Masjid India, P.O Box 617, Vientianne. 3776&lt;br /&gt;60.Liberia&lt;br /&gt;S M Azmat Subzwari, Randall Street Mosque, Monrovia. 231-225-0..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61.Libya&lt;br /&gt;Mustafa Kuraitty, Jame al Badri, Bab bib Ghasher, Tripoli. 218-61-72138..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62.Lubnan&lt;br /&gt;A Hasib Sar Hal, Imam Ali ut Tariq Jadidah, dekat Madrasah Farooq, Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63.Luksembourg&lt;br /&gt;Islamic Centre, Route Darlon 2, Mamar. (S. B. Khan Afridi) 352-311-695.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64.Madagaskar&lt;br /&gt;Yakub Patel, P.O.Box 101, Tamatave. 261-5-33202&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65.Maghribi&lt;br /&gt;Alhaj Ali, Masjid en Noor, Hayya Araha 61, Darul Baida, Casablanca. 212-366-483..&lt;br /&gt;Malawi&lt;br /&gt;Ebrahim Makda, Juma Masjid, Kamuza Proc. Road, Lilongwe. 265-720216&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66.Malaysia&lt;br /&gt;Masjid Jamek Sri Petaling, Bandar Baru Sri Petaling, Kuala Lumpur. 60-3-9580515. 60-3-7595063 (Madrasah Miftahul Ulum). 60-3-7586134 (faks: Hj Khalid)&lt;br /&gt;Abdul Wahid, Kota Kinabalu. 088-232994 (r), 088-225081 (o).&lt;br /&gt;Maldiv&lt;br /&gt;Ibrahim Hassan, G. Aabin, Male Island.&lt;br /&gt;Mali&lt;br /&gt;Ismail, Markaz Haidara, P.O. Box 1551, Bamako. 223-22-22..&lt;br /&gt;Malta&lt;br /&gt;Md El Sadi, Islamic Centre, Corradino Road, P.O. Box 11, Paola, Malta. 356-772-163..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67.Mauritania&lt;br /&gt;Daud Ahmad, Masjid Shurfa, P.O. Box 14, Nouakchott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68.Mauritius&lt;br /&gt;Masjid Nur, Gora Issac St., Port Louis. 230-2424904&lt;br /&gt;Mir AM Soorma, Shaukat Islam Mosque, P.O.Box 328, Port Louis. 230-26..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69.Meksiko&lt;br /&gt;Mir Y Ali, Norte 40A, No. 3612A, Col 7 de Noviembre, Mexico DF.. 537-1138&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70.Mesir&lt;br /&gt;Masjid Anas bin Malik, Madinatul Muhaddithin, Share Iraqu Giza, Cairo. 20-2-702-804, 20-2-348-6185&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71.Mozambik&lt;br /&gt;Md Rafiq Ahmad, Av Dazambia 305, I C Flat 4, Maputo. 258-2378..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72.Myanmar&lt;br /&gt;B. A. Ground Mosque, dekat stesen keretapi Rangoon. 95-1-74436, 3100 (Bhay)&lt;br /&gt;New Zealand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Samad Bhikoo, Auckland Mosque, 17 Vermont Street, Ponsonby, Auckland. 64-9-3764437&lt;br /&gt;Masjid AnNur, Christchurch. 64-3-3483930&lt;br /&gt;Ishan Othman, Dunedin. 64-3-4767121&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73.Niger&lt;br /&gt;Yahya Sa’ati, Sooq al Kabir, dekat Mohatta Sayarat, Niamey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74.Nigeria&lt;br /&gt;Hamza Oshodi, Central Mosque, 37 Church Road, Saban Gari, Kano. 47-2-9883..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75.Norway&lt;br /&gt;K. M. Riaz, Bilal Masjid, Tordenskjolds Gt. 86, 3044 Drammen. 47-2-9883-..&lt;br /&gt;Islamic Centre, Nosdahlbruns Gt. 22, Oslo 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76.Oman&lt;br /&gt;Masud Harthi, Jame Khalid ibni Walid, Assib, Muscat. 92-21-415..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77.Pakistan&lt;br /&gt;AlHaj A. Wahab, Madrassa Arabia, Raiwind, Lahore. 92-21-415.., 92-21-216..(faks)&lt;br /&gt;Makki Masjid, Garden Road, Karachi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78.Panama&lt;br /&gt;A F Bhikoo, Jama Masjid, 3rd Street &amp;amp; Mexico Avenue, Panama City. 517-256-44..&lt;br /&gt;Pantai Gading&lt;br /&gt;Md Amin (Jallo), Masjid Ahlesunnah, P.O. Box 110, Danane. -(225)-635-320 (Boike town)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79.Perancis&lt;br /&gt;Sh. Yunus Tlili, Masjid Rahman, Ave. Paul Vaillent Couturier 52, 93200 St Denis. 33-1-48.23.78.89, 48.26.78.78&lt;br /&gt;Markaz Marseille, Rue Malaval 24, 13002 Marseille. 91908047&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80.Peru&lt;br /&gt;Naguib Atala, Casilla 3134, Lima. 51-14-294-620&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81.Poland&lt;br /&gt;Yakub, ul. Piastowska 77, Bialistok. Masjid, ul. Abrama 17A, Gdansk.&lt;br /&gt;Boguslaw Zagorski, ul. Rozlogi 6 Apt. 51, Warszawa (Warsaw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82.Puerto Riko&lt;br /&gt;Arab Cultural Club, Km 5, KMO 65th Inf Ave, Rio Piepras, PR0092.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83.Qatar&lt;br /&gt;Abdullah Ahmad, Masjid Mantaya Sanaiya, P.O.Box 40621, Doha.&lt;br /&gt;Reunion&lt;br /&gt;Yusuf Lockati, Masjid Nurul Islam, 97400 St Denis. 262-200..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84.Romania&lt;br /&gt;Masjid, Ovidiu Square, Constanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85.Russia&lt;br /&gt;Masjid, Prospect Mira (dekat Olympic Station), Moscow. 281-4904&lt;br /&gt;Sayyid Akhtar, Moscow. sar_bob@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86.Rwanda&lt;br /&gt;A Majid Suleman, Medina Masjid, Kegali. 250-7536&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87.Senegal&lt;br /&gt;Sk Ahmad, Masjid Al Noor, P.O. Box 1955, Colobane, Dakar. 221-223-262&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88.Siera Leon&lt;br /&gt;Hassan Taravaly, 4 Rush Street, Circular Road, Freetown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89.Singapura&lt;br /&gt;Masjid Angulia, Serangoon Road. 02-2971624&lt;br /&gt;Hj Jufri, Block 210 #07-91, Tapines Street 23. 02-7832358&lt;br /&gt;Hj Hassan 02-4442312&lt;br /&gt;Najmuddin 02-2914742&lt;br /&gt;Abdul Karim 02-4439294&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90.Somalia&lt;br /&gt;S Sheraff, Masjid e Dawat, Magaiscia. 252-1-81963&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91.Spanyol&lt;br /&gt;Musa Taha, Mezquita Ataqua, Calle Correo Viejo - 4, Albaicine, Granada. 34-58-255-611&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92.Sri Lanka&lt;br /&gt;Tablighi Markaz, 150 Lukmanjee Sq, Grandpass Rd, Colombo. (Md Lebbe Master) 94-1-25910&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93.Sudan&lt;br /&gt;Dr D H Khalili, Masjid Hamddab, Ash Shaharah, Khartoum. 249-11-222428&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94.Surinam&lt;br /&gt;Mufti B Piprawala, Masjid Taedul Islam, Mutton Shop 10B, Paramaribo. 597-81394&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95.Swaziland&lt;br /&gt;Md Hassan, P.O. Box 201, Maikerns. 83327&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96.Sweden&lt;br /&gt;Markaz, Tarsgatan 91, Stockholm. 46-8-334-490 (A Raof), 46-8-750-8511 (S Zaidi)&lt;br /&gt;Dr M Piar Ali, Tarsgatan 45B, Stockholm&lt;br /&gt;Tonsbergsgatan 4, 3TR, 16434 Kista. 46-8-719-3215 (P Ali) Masjid, Gamlagatan, Uppsala. 46-18-21998281&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97.Switzerland&lt;br /&gt;Hussain Osmani, Muslim Association, 2-A Linderain str Post F 1650, 30012 Berne. 41-31-228-396, 556-321&lt;br /&gt;Masjid, Chemin Colladon 34, Petit Saconnex, Geneva. (Tram no. 12) 7987311&lt;br /&gt;Islamic Center, Narstr. 19, Zurich.&lt;br /&gt;Masjid, Tingkat 3, Ausstellungstr. 21, Zurich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98.Syams&lt;br /&gt;A M M Hosni, Razaqul-Jin-Sary, Zaid b Sabit, Merchant Modaiya, Damascus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99.Syarjah&lt;br /&gt;Ali Bhai Patel, Al Futiaim Motors, P.O. Box 5819. 971-6-548-629&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100.Tadjikistan&lt;br /&gt;A Rahim Mostafa, Masjid Shah Mansoor, ul. Wasfe, Dushanbe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101Taiwan&lt;br /&gt;Chinese Muslim Association, 62 H’sin Shen South Rd, Sec 2, Taipeh. 886-2-522-4473&lt;br /&gt;Nurrdin Hsueh Wen Ching, P.O. Box 1430, Kaohsiung. 886-7-7498749, 886-7-5215771&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102.Tanzania&lt;br /&gt;Sayed Mohsin, Medina Masjid, P.O. Box 5050, Dar es Salam. 255-61-26455&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103Thailand&lt;br /&gt;Hanif A. Shakur, Masjid Aslam, Bangkaoli, Bangkok. 662-235-3956..&lt;br /&gt;Markaz, Minburi. (30 km dari pusat Bangkok)&lt;br /&gt;Markaz, Yala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104.Togo&lt;br /&gt;Imam Ratib, Sk Al Hassan, Grand Mosque, Zongo, Lome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105.Trinidad&lt;br /&gt;Raziff Ghany, Monroe Road Masjid, Monroe Road, Cunupia. 809-650-1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106.Tunisia&lt;br /&gt;Mestaoui Habib, 28 Rue Ibn Khaldoun, Ben Arous, Tunis. 216-1-380-843&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107.Turki&lt;br /&gt;Umar Vanlioglu, Mescidi Salam, Sultan Ciftligi, Habibler Koyu, Istanbul. 90-1-3854053, 90-1-5951773, 90-1-5054619 (faks: C. Korkut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108.Turkmenistan&lt;br /&gt;Uraz Murod, Uraz Md, Haji Noor, Masjid, Ashkabad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109.Uganda&lt;br /&gt;Omar Mazinga, Masjid Nur, William St., P.O. Box 2046, Kampala. 256-41-246-63..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110.Uzbekistan&lt;br /&gt;Murad, Madrassa Mir e Arab, Bukhara. 42170&lt;br /&gt;Imam Mustafa Khul, Samarkand, 353268&lt;br /&gt;Ziauddin, Idara Diniyat, Tashkent. 351307&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111.Venezuela&lt;br /&gt;Farooq A Rahman, Islamic Center, Calle-9, Urb La Paz, El Paraiso, Caracaz. 58-2-498322&lt;br /&gt;112.Vietnam&lt;br /&gt;M. Zakaria, Mutawalli Mosque, 66 Tnilap Thanh, Saigon.&lt;br /&gt;Masjid Annur, 12 Hang Luoc street, Hang Ma ward, Hoan Kian precinct, Hanoi.&lt;br /&gt;Ustaz Muhsin, Madrasah Arabiah, 25A Lang Ha street, Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113.Yemen&lt;br /&gt;Hamood Faki, Masjid As-Sawad, Al Habbah Annagal St, Al Harabi, Sana’a. 967-2-227-246&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114.Yugoslavia&lt;br /&gt;Jusufspabic Md., Jevremova 11, 11000 Belgrade. 38-11-642-043, 622-654&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;115.Yunani&lt;br /&gt;Greece Markazi Masjid Rassos, 9 Galaxia Strape (dekat Kosmos), 117/45 Athens.&lt;br /&gt;Munir Mahmud, G. Papandreau 87, Goudi, Athens. 30-1-775-8155, 30-531-24863 (Hussein Mostafa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;116.Zaire&lt;br /&gt;A. M. Patel, 39 Mama Yemo, P.O. Box 155, Likasi. 243-12-28272&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;117.Zambia&lt;br /&gt;Ahmad Nomani, P.O. Box 510191, Chipata. 260-62-21161&lt;br /&gt;Ahmad Karodia, Md Ravat, P.O. Box 30324, Lusaka. 260-1-212-023&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;118.Zimbabwe&lt;br /&gt;Y. Hussain, Ridgeview Masjid, Boeing Road, Ridgeview. 263-4-292..  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;abdullah indra&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/1.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-12-18T19:51:00-08:00"&gt;19:51&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=6721025721850631942" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-419037649"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=8509666015937189355&amp;amp;postID=6721025721850631942" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;Minggu, 2007 Desember 16&lt;/h2&gt;  &lt;a name="3596667284053925206"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://karqun.blogspot.com/2007/12/bayan-masturat.html"&gt;Bayan Masturat&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2W2avNKioI/AAAAAAAAACI/qY1flmn8Sgc/s1600-h/australia-political-map.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2W2avNKioI/AAAAAAAAACI/qY1flmn8Sgc/s320/australia-political-map.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144718719805196930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-4733192263426779912?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/4733192263426779912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=4733192263426779912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4733192263426779912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4733192263426779912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/termasuk-sunnah-yang-paling-sering-dan.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s72-c/2007-4%281%29%253B063.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-8510746540067570789</id><published>2008-06-10T03:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T03:31:51.406-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ang nyata. Sementara fatwa-fatwa penting masyayikh tersebut kalian masukkan ke dalam peti dan kalian sembunyikan rapat-rapat dari ummat! &lt;p&gt;Bukankah ini khianat ? Ummat berhak tahu bahwa Syaikh Ali Hasan – murid Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah- dan masyayikh lainnya telah mentahdzir Jum’iyyah Ihya’ut Turats dan Al-Haramain sebagai yayasan hizbiyah yang berbahaya. Dan bolehnya bermuammalah hizbiyyah dengan mereka oleh Syaikh Ali diberi syarat-syarat yang tidak akan mungkin dapat kalian penuhi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Yunus – seorang mantan da’i al Sofwa dari Makassar yang melawan kebijakan At Turats sendiri - di Jember pada tanggal 2 Januari 2004 “Ketika ditanyakan kepada Syaikh Ali, maka Beliau memberikan tahqiq komentar apa yang disebut Syaikh (Salim Al-Hilaly) tadi bahwa mereka tidak punya syarat maka perlu dilihat; kata Syaikh : ”Ini hampir mustahil bahwa mereka sekarang tidak memberikan syarat, tapi mereka melihat ke depan dan menjadikan kalian tidak bisa lepas dari mereka!” Setelah itu Syaikh memberikan syarat-syarat untuk bermuammalah (hizbiyyah-pen) dengan mereka, yaitu bahwa kehadiran kita- sikap kita tetap tegas terhadap hizbi. Kedua, kehadiran kalian ke sana bukan merupakan tazkiyah terhadap hizbiyyin. Maka ini jelas sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi syarat (dari-pen) Syaikh Ali”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Yunus melanjutkan : “Maka inipun tidak mereka angkat dan mengatakan:”Itu khan Syaikh Ali yang berfatwa, kita tidak taqlid kepada Syaikh Ali!” Menurut para sanad itu yang saya dengar dari Aunur Rafiq! Para sanad perawi dari Abdullah Amin. Jadi mereka masih membela “mentatbiq” mauqif mereka pada yayasan hizbiyyin ini. Jadi ikutnya daurah mereka setelah ini tidak berguna, kenapa? Karena mereka tetap mengatakan ini fatwa, bisa diambil bisa tidak. Kalau begini, ini bahaya. Kapan kita ber… pada para ulama? Seorang ‘alim diikuti karena dalilnya. Ini rupanya yang masih ada pada mereka. Saya mengatakan bahwa yang paling parah adalah Abu Nida’, kemudian Aunur Rafiq (Al-Furqan Gresik) dengan pembelaannya yang terakhir. “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Yunus melanjutkan : “Kemudian Abdurrahman At Tamimi –Abdullah Amin yang lebih tahu- karena adanya mauqif tentang masalah Kediri, dimana Kediri sudah siap untuk lepas dari Ihya’ut Turats…. dan teman-teman sudah berusaha, kemudian Masrukin masuk (baca:Majruhin - kaki tangan Aunur Rafiq, dia pernah mencoba masuk Universitas Islam Madinah dengan memalsukan umurnya – biar awet muda?- Lolos di Indonesia dan sungguh tragis, kedoknya terbongkar di Madinah sehingga dipulangkan tanpa sempat duduk “merasakan” bangkunya Jami’ah. Tapi lumayan bisa naik pesawat gratis PP Indonesia-Saudi-pen) dan mengeluarkan Masrukin sebagai ketua. Tetapi kemudian mendatangkan Aunur Rafiq, bahkan setelah itu datang beberapa ustadz dari Surabaya. Maka di situ dia berbicara dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan, tetapi intinya mereka masih membela (Ihya’ut Turats) dan mengaburkan perkataan Syaikh Ali di daurah….”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai hizbiyyun yang suka berubah-ubah warna kulit, seperti bunglon, kenapa tidak kalian sebarkan kepada ummat fatwa penting ini di majalah dan internet kalian yang banyak itu agar ummat mendapatkan manfaatnya dan sekian banyak permasalahan akan selesai dengan sendirinya, biidznillah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Janganlah anak-anak ingusan ini diajari akhlak buruk khianat ilmiah dan dusta !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa…” (QS An Nisa 107)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara engkau berceramah lagi : “ Mereka (para da’i ) salafiyyah ini tidak mencari kenikmatan dunia yang fana, tidak menginginkan kursi-kursi kekuasaan dan tidak pula bermain dalam hidangan politik, akan tetapi keinginan mereka adalah mendidik generasi dengan pendidikan Islam yang benar diatas dasar “tasfiyyah” (Pemurnian) dan “tarbiyyah” (Pendidikan) yang memurnikan pemikiran-pemikiran yang mencemari agama yang lurus ini “. (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - Hal 15)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mana bukti ucapanmu ini di hadapan kurang lebih 1000 orang penuntut ilmu dari berbagai negara, wahai Abdurrahman ?&lt;br /&gt;Inikah “Tasfiyyah” (pemurnian) dari fatwa-fatwa masyayikh yang dapat membongkar kedok hizbiyyah kalian ?&lt;br /&gt;Inikah “Tarbiyyah” (pendidikan) “dustaiyyah” ya Al-Kadzab ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS Al Baqarah 9 – 10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa…” (QS Al Jatsiyah 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,…” (QS Adz Dzariyat 10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman At Tamimi ,&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak dapat mengambil faedah ilmunya Syaikh Ali Hasan ketika Beliau mensifati berbagai manhaj kelompok yang menyimpang? Kata Beliau: “Diantara mereka ada yang mudzabdzab (tidak jelas warnanya)… yang berbasa-basi dan tidak memiliki ketegasan dalam bersikap…”(Tashfiyah wat Tarbiyyah hal.8, dalam Al-Azhar Al-Mantsurah, Syaikh Abu Abdurrahman Fauzi Al-Atsari hal 53)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah engkau tertidur ketika membaca halaman ini ? Ataukah engkau justru dapat mengambil pelajaran “berharga” betapa “berharganya” menjadi da’i pramuka, “disini senang, disana senang”? Satu kaki berpijak di atas dinarnya Al-Kuwaity dan kaki lainnya beralaskan dirhamnya Sururi?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi Syaikh Muqbil telah menasehatkan kepada salafiyyin agar waspada dan menghindari dari jenis dakwah komplotan mudzabdzab ini: “…Dakwah bagi kami lebih mahal daripada dirham dan dinar, saya nasehatkan kalian jangan suka mencoba-coba, terkadang bersama Ihya’ut Turats dan terkadang pindah ke Sururiyyun. Berdirilah di atas kaki sendiri dan beramalah dengan mengharap wajah Allah semata. Allah tidak akan menyia-nyiakan amalanmu”(Tanya jawab dengan Syaikh Muqbil, hal.85).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau menghendaki keselamatan&lt;br /&gt;Tetapi tidak engkau tempuh cara-caranya&lt;br /&gt;Sesungguhnya …..&lt;br /&gt;Perahu layar tidak akan berjalan di atas daratan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari berita terakhir yang mereka sebarkan di situs hizbinya yang paling “gress” yaitu salafi.or.id tertanggal 02/09/2004 (Lihat! Betapa hizbiyyin-sururiyyin-turatsiyyin seperti kebakaran jenggot karena tipu muslihat dan kedok “dinar hizbiyyahnya” serta kehinaan dakwahnya terus diterangkan kepada ummat oleh salafy.or.id, sehingga mengharuskan mereka untuk membuat situs terbaru yang sama persis kecuali 1 huruf pembeda yaitu (i) hizbi pada kalimat “salafy”! Ingat bukan dengan kisah bani Israil dimana Allah firmankan “Hiththah” dan bani Israil mengubahnya menjadi “Hinthah”, ada tambahan 1 huruf (nun) yahudi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita (Internet http://www.salafi.or.id/viewjawaban.php?pid=24) itu isinya adalah jawaban tentang bantuan Ihya’ut Turats Kuwait: ”Ma’had ‘Ali Al-Irsyad Surabaya dan PP Al-Furqon Gresik, sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari Ihya’ut Turats dan ini adalah fitnahan dari orang-orang yang dengki dan iri. Adapun Pondok Imam Bukhari, benar yang engkau katakan, tapi perlu engkau ketahui bantuan itu tanpa ada tekanan atau persyaratan apapun…” Ini adalah talbis! Adapun kedustaannya dapat diketahui dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;a. Kalian telah berdusta atas nama Syaikh Ali dimana Beliau memberikan persyaratan yang tidak mungkin dapat kalian penuhi dan syarat itu tidak kalian sebutkan pada jawaban ini!&lt;br /&gt;b. Ucapan kalian:”Ini adalah fitnahan dari orang-orang yang dengki dan iri”. Inipun alasan dusta! Sebab bisa jadi (dulu) diantara salafiyyin pernah mendapatkan jasa baik kalian dalam masalah duniawi. Diantara kita dulunya bahkan banyak yang berkawan dan bersahabat. Perpecahan mulai terjadi setelah datangnya dinar hizbiyyah itu, setelah adanya fatwa Ulama Ahlusunnah, setelah adanya nasihat pewaris Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Dalam masalah ini, apalah artinya tuduhan dengki? Dan justru hal ini sebagai hujjah terhadap kalian bahwa permusuhan dan peperangan ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pribadi selain manhaj hizbi kalian!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun “iri”, tentu saja “jauh panggang dari api”, karena engkau tentu paham sekali bahwa ustadz-ustadz kami (sebagiannya) adalah mantan tentara-tentara bayaran Ihya’ut Turats dengan “jaminan ini dan itu”! Dan hanya semata karena hidayah dan pertolongan dari Allah sajalah mereka dapat meninggalkannya dan berlepas diri dari organisasi hizbiyyah sesat yang “sangat menjanjikan itu”! Alhamdulillah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun kalian? Berapa banyak lagi diantara ustadz kami ditawari untuk menjadi da’i muassasah hizbiyyah lainnya (seperti Al-Haramain Foundation) dengan jaminan fasilitas hidup (yang dapat membikin hati tersentuh, air liur menitik deras keluar, dari manusia yang berjiwa kerdil) dan dengan tegas mereka menolaknya! Apakah kalian tidak bisa mengajukan alasan lain yang talbisnya “rada-rada ilmiah” selain kedua alasan ‘picisan’ ini - wahai Abdurrahman- ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Tulisan kalian:”Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya dan PP Al Furqon Gresik sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari Ihya’ut Turats” Inipun dusta! Buktinya?&lt;br /&gt;Kalian telah melakukan (kata orang sono) “Money Laundry Crime”, kejahatan pencucian uang yang disebut pula “penjahat berkrah putih”. Padahal jelas adanya upaya memutihkan/melegalkan “dinar hizbiyyah” dari kejahatan persekongkolan “mafioso hizbiyyah” yang kalian lakukan! Kalaulah penjahatnya lihai, tentu uang tersebut dimasukkannya (baca:dicucinya) di bank-bank resmi sehingga kejahatannya tampak lebih halus dan lebih tersamar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya saja karena kalian cara kalian masih amatiran, maka kalian mencuci “dinar hizbiyyah” itu di yayasan Al Sofwah, yang notabene juga hizbiyyah! Maka tidak mungkin “dinar hizbiyyah” itu berubah menjadi legal walaupun al Sofwa bermoto dan ber AD-ART seakan yayasan “salafiyyah” ?! Jelas, At Turats sebagai ‘god father’-nya, sementara Al Sofwa sebagai ‘big boss’ kalian ! Mayoritas bantuan Al Sofwa diperoleh dari Ihya’ut Turats, sebagian lainnya dikumpulkan dengan rekomendasi Salman Al-Audah Al-Quthbiy Al-Bannawy Al-Qaradhawy! Lebih jelas lihat Persaksian Ustadz Muhammad Sewed. Maka jawaban tersebut tidak lebih dari “tipu daya” kalian saja!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d. Al-Irsyad jelas-jelas bekerjasama dan menerima dana dari Ihya’ut Turats. Ini bukanlah fitnah karena iri dan dengki. Lihat situs kalian sendiri yang “ditangkap basah” oleh salafy.or.id sebagai berikut :&lt;br /&gt;9.Nama file www.alirsyad.8m.net_mitra.HTM, berisi kerjasama PP Al Irsyad di dusun Butuh Tengaran Salatiga yang dikelola Yusuf Baisa dengan At Turats!&lt;br /&gt;14.Nama file alirsyad2.bmp, screen shot situs PP Al-Irsyad kerjasama dengan Al-Sofwa, sengaja disimpan agar tidak dianggap fitnah karena info ini nyata dan bersumber dari PP Al Irsyad sendiri!&lt;br /&gt;15.Nama file alirsyad3.bmp, screen shot situs PP Al Irsyad kerjasama dengan Ihya’ut Turats Kuwait, sengaja disimpan agar tidak dianggap fitnah karena info ini nyata dan bersumber dari PP Al Irsyad sendiri!&lt;br /&gt;18. Nama file alirsyad3.bmp, screen shot situs PP Al Irsyad,mendoktrin dengan fikroh Yusuf Qardhawy Al-Bannawy, sengaja disimpan agar tidak dianggap fitnah karena info ini nyata dan bersumber dari Al Irsyad sendiri!&lt;br /&gt;19.Nama file www.infoalirsyad.com_edisi53_index-8.html berisi kerjasama dengan Muhammad Al-Qahtani dedengkot At Turats Kuwait, kaki tangan At Turats hendak membantu membikin Islamic Centre, stasiun TV, pemberian VCD!&lt;br /&gt;20.Nama file alirsyad.8m.net_Alumni_Alumni3.htm, berisikan alumni didikan PP Al-Irsyad Tengaran, nyata direstui untuk mendukung kepada lembaga pendananya, At Turats!&lt;br /&gt;21.Nama file www.infoalirsyad.com_edisi58_index-16.html, berisikan dukungan resmi Al-Irsyad kepada PARTAI POLITIK Islam!!&lt;br /&gt;(Simak Download Center, www.salafy.or.id/download.php, file alirsyad.zip)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, sekarang anak ingusan ini memohon kejujuran pembaca sekalian, untuk menyimak kembali suara merdu yang mendayu-dayu dari lisan tuan Abdurrahman ini di Jordania : “Mereka (para da’i ) salafiyyah ini tidak mencari kenikmatan dunia yang fana, tidak menginginkan kursi-kursi kekuasaan dan tidak pula bermain dalam hidangan politik”! (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - Hal 15)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah dana hizbiyyah dan fikrah hizbiyyin adalah kenikmatan dunia yang hina dan fana? Dan bukankah dukung-mendukung partai adalah hidangan trik dan intrik permainan politik?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia&lt;br /&gt;ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al Kahfi 104).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu pembaca akan sepakat dengan kami - anak ingusan yang bodoh ini - bahwa dengan kedua kenyataan di atas cukuplah bagi kita semuanya untuk mengantarkan “Beliau” ke singgasana juara “Berkicau Tingkat Internasional (BTI)”.&lt;br /&gt;Setelah terjepit seperti ini, apakah engkau akan berkilah:”Itu kan Al-Irsyad, bukan Ma’had Ali Al-Irsyad, kami berbeda dan tidak ada hubungannya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami - anak ingusan lagi bodoh inipun - menjawab:”Berbeda nama, na’am. Tetapi tidak ada hubungannya? Tentu bukan engkau yang berwenang menjawabnya! Cholid Aboud Bawazer sebagai Pimpinan Wilayah Al-Irsyad Jawa Timur yang berhak menjawabnya. Hanya saja nama dia juga tercantum di majalah Adz-Dzakhiirah Ma’had Ali milik kalian sebagai penasehat. Jadi bukankah bukti di atas sudah merupakan jawaban sebelum Cholid ini menjawab?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah semata kebetulan bahwa nama Al-Irsyad ini sama dengan nama di belakang tulisan Ma’had Ali? Apakah suatu kebetulan juga jika Al-Irsyad didirikan oleh Ahmad Syurkati Al-Mu’tazili? Ingatlah kembali dengan pengakuan dan pujianmu terhadap Surkati dan Al-Irsyadnya : ”Dakwah Beliau meliputi seluruh negeri dan Beliau telah mencetak kader yang menolong dan membantu dakwah Beliau di seluruh jazirah Indonesia. Syaikh Ahmad As-Surkati terpengaruh dengan dakwahnya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan juga Syaikh Muhammad Rasyid Ridha –rahimahullah- beserta majalahnya ‘Al-Manar’. Beliau mengarang, mengajar dan membangun “MADRASAH AL-IRSYAD” pada tahun 1914 M” (Simak Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - hal. 13-14). Engkaupun berceramah di Markaz Al-Albani bahwa Syurkati ini seorang lelaki shalih, reformis, menyeru kepada tauhid, mempersiapkan jalan untuk kepada dakwah salafiyyah yang murni. Apakah “Pondasi Jalan Dakwah Salafiyyah Yang Murni” itu dengan cara mendustakan berita Rasulullah shalallahu ‘Alaihi wa Salam tentang datangnya Al Mahdi dan mendustakan turunnya Isa ‘Alaihissalam.? (Simak Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - hal.14)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau berdusta, wahai Abdurrahman…&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab tidaklah pernah “mempengaruhi” Syurkati untuk mendustakan berita Rasulullah shalallahu ‘Alaihi wa Salam tentang datangnya Al Mahdi dan mendustakan turunnya Isa ‘alaihissalam dan tidak pula mengajarkan demikian kepada siapapun!! Kalau engkau orang yang benar maka tunjukkan di kitab apa Ahmad As-Syurkati terpengaruh dengan dakwahnya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab yang mendustakan berita Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam?! Bukankah ini talbisul haq bil batil? Ataukah engkau salah ketik sehingga semestinya tertulis mempersiapkan jalan untuk kepada dakwah Salafiyyah yang dicemari aqidah sesat ! Atau mempersiapkan jalan untuk kepada dakwah mu’tazilah? Wallahul musta’an…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan yang lebih memperkuat hal ini adalah ucapanmu sendiri tentang Ahmad Syurkati : ”Hal-hal yang menyelisihi dan menyimpang dari aqidah Salafiyyah (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - hal. 14)”. Ucapanmu ini sebagai bukti bahwa “engkau telah membatilkan” ucapanmu yang sebelumnya (lelaki shalih dan seterusnya..)!! Inilah fakta yang menunjukkan jubah salafy gadungan yang engkau kenakan ternyata selemah sarang laba-laba. Walhamdulillah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS Al Ankabut 41)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangunan tidak akan berdiri melainkan di atas tiang-tiang&lt;br /&gt;Bukanlah tiang bila tidak tegak di atas dasar yang kokoh!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah kemurnian dan kesucian aqidah Salafiyyah dilandaskan kepada aqidah sesat?! Tentu saja ada perkecualiannya yaitu kaidah aqidah “made in” Abdurrahman At Tamimi Al-Kadzab!! Dengan rekor kedustaanmu yang bertumpuk-tumpuk ini, sungguh kami percaya dan yakin bahwa masih banyak lagi kesesatan-kesesatan orang ini yang sengaja engkau sembunyikan dari ummat!! Tetapi sampai kapan engkau dapat menutupinya rapat-rapat - wahai Abdurrahman - ? Rasa-rasanya (dengan ijin Allah ) upaya jahatmu ini tidak akan bertahan lebih lama lagi! Insya Allah !!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e. Adapun ucapanmu “bantuan itu tanpa ada tekanan” jelas ini adalah omong kosong, hisapan jempol belaka dan dusta 100%! Kalian perlu bukti ? Tentu ada …&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Mas’ud – seorang da’I yang dulunya bersama At Turats dan Al Sofwa - telah mengkritik hizbiyyahnya Ihya’ut Turats dan Al Sofwa Al-Muntada dan betapa berbahayanya muassasah hizbiyyah itu, imbalan apa yang dia dapatkan? Dikeluarkan dari Al Sofwa dan didepak oleh Aunur Rafiq dari Al Furqan Gresik! Inikah yang kalian katakan kepada penanyamu (yang bernama Nida di salafi.or.id, semoga dia bukan anak dari Abu Nida’ atau kalaupun benar semoga Allah melindungi dia dari kesesatan bapaknya! Amin) bahwa “bantuan itu tanpa ada tekanan”?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan rekanmu sendiri, Sholeh Su’aidi, Rizky Abu Yahya, dkk berusaha melepaskan pondoknya di Kediri dari cengkeraman Ihya’ut Turats, hasil apa yang dia dapat? Sama pula nasibnya, angkat kaki dan kopor dari pondok itu akibat “unjuk giginya” Aunur Rafiq dan Abdurrahman At Tamimi Al-Kadzab!! Masih kurang buktinya? Tambah lagi.. Ibnu Yunus dituduh pula oleh komplotan “The Gangster of Dinar Hizbiyyah” mu sebagai pembuat fitnah dan pemecah-belah!! Apa pembelaan dia?. Ibnu Yunus menyatakan : “Sebelum saya datang, salafiyyin sudah pecah! Kenapa? Karena muammalah kalian (dengan hizbiyyin). Jadi bukan saya yang membuat fitnah, tapi Abu Nida’ yang membuat fitnah. Kenapa dia tidak mau lepas dari Ihya’ut Turats? Kalau Abu Nida’ lepaskan, selesai permasalahan!” (Tentunya dengan ijin Allah -pen).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah menerima taubat orang yang kembali dan semoga Allah mengembalikan orang-orang yang mau kembali kepada Al-Haq. Amin Ya Rabbal ‘alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“…kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang..”(QS Al Baqarah 160)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al Baqarah 222)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarlah apa yang telah dijelaskan oleh Syaikh Ayyid Asy-Syamari (dalam Turkah Hasan Al-Banna wa Ahammul Waritsin, telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Hasan Al-Banna Seorang Teroris, hal.60 pada Bab Yayasan Ihya’ut Turats) : “Hasan Al-Banna adalah penanggung jawab dakwah dan organisasinya (Ihya’ut Turats-pen). Para da’i nya terikat oleh pemimpin dalam satu yayasan. Padahal dakwah yang benar itu diikat dengan ahli ilmu dan bukannya diikat oleh pemimpin yang ada dalam yayasan-yayasan. Yayasan itu memberi manfaat yang besar bila bertujuan menopang dakwah Islamiyyah-Salafiyyah atau membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Sayangnya mereka menjadikan yayasan sebagai hakim (pengatur) bagi para da’i . Bagi yang tidak sependapat dengan aturan yayasan, maka ia harus disingkirkan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allahu Akbar, Allah Maha Besar !! Betapa tepatnya penjelasan Syaikh Ayyid Asy-Syamari dengan kenyataan yang terjadi pada kalian!! Dimana lagi akan kalian sembunyikan topeng wajah hizbiyyahmu ya Abu Nida’, Aunur Rafiq, Yazid Jawaz, Abdurrahman At Tamimi , dan semua bala tentara bayaran hizbiyyin?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f. Situsnya Ma’had Al-Irsyad berkata: “Adapun pondok Imam Bukhari, benar yang anda katakan (menadah dinar hizbiyyahnya Ihya’ut Turats-pen)&lt;br /&gt;Anak ingusan itupun berkata: “Ini adalah bukti yang sangat jelas bahwa kalian dalam keadaan sadar sepenuhnya ketika berinteraksi dan berkoalisi dakwah dengan elemen-elemen hizbiyyah sesatnya Ihya’ut Turats!!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;g. Kalian berkata:”… tapi perlu engkau ketahui bantuan itu tanpa ada tekanan atau persyaratan apapun”&lt;br /&gt;Maka anak ingusan lagi bodoh itupun menjawab : ”Harus (dan bukan hanya perlu!) engkau ketahui pula, wahai makhluk yang berubah-ubah warna, bungloniyyun, bahwa ucapanmu itu perlu dilihat dan dicermati. Disana ada makna-makna tersembunyi (baca:disembunyikan). Jawaban yang kalian bold ini merupakan isyarat-isyarat ketakutan yang berusaha disembunyikan. Engkau menghendaki satu hal yakni dinar hizbiyyah, dan kenyataannya tidaklah berhenti sampai diterimanya “dinar hizbiyyah” itu oleh kedua tangan kalian saja! Namun kerusakan dan bencana yang terus meluas, datang silih berganti, kebinasaan itu tiada henti kecuali kalian campakkan lagi “dinar hizbiyyah” tersebut dari tangan kalian dengan hidayah dari Allah !”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka dengan “dinar hizbiyyah” itu di tangan kalian, berarti kalian lebih memilih bersaudara dengan Muhammad Ibn Ibrahim al Khalaf As-Sururi yang jelas-jelas punya hubungan istimewa dengan Salman Al-Audah As-Sururi Al Qardhawy Al-Quthbiy Al-Bannawy daripada bersaudara dengan salafiyyin! Berarti, genderang perang telah kalian tabuh melawan barisan dakwah Salafiyyah!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan dengan “dinar hizbiyyah” itu di pundak-pundak kalian, berarti kalian lebih memilih berkasih sayang dengan dedengkot ikhwaniyyin-turatsiyyin Abdurrahman Abdul Khaliq – penebar dinar Ihya’ut Turats al Kuwaiti - yang telah menghina Al Imam Muhammad Amin As Syinqithy rahimahullah sebagai “cetakan lama”, “salafy taqlidi”, “mummi yang hidup dengan jasad-jasad mereka di jaman ini, tapi hidup dengan akal-akal dan fatwa-fatwa dimasa lampau”! Berarti pula kalian telah meniupkan ‘terompet peperangan’ melawan barisan dakwah yang dipimpin oleh Syaikh Bin Bazz rahimahullah yang sangat marah dengan hinaan ‘God Father’ kalian itu!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kalian akan berkilah kepada Masyayikh: ”… Bukannya kami menentang fatwa para masyayikh, hanya saja kami menerima dinarnya dan menolak pemikirannya”. Tentu saja ini adalah upaya untuk menghancurkan kaidah-kaidah al Wala’ dan al Bara’ fil Islam! Bagaimana bisa berloyalitas kepada sesuatu karena Allah diterapkan secara bersamaan dengan berlepas diri dari sesuatu itu pula karena Allah ? Ketika ada penetapan terhadap sesuatu, maka di situ pula ada penafian dari lawan sesuatu itu! Ketika engkau menetapkan tauhid, maka engkau harus mengingkari syirik! Apakah kecerdasan hizbiyyahmu tidak mampu memahami kenyataan ini?&lt;br /&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.” (QS Ar Ruum 52).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ataukah kalian akan lebih “jujur” dengan mengatakan:” Bahwa kami hanya berwala’ kepada dinarnya saja!” Maka betapa sempurnanya kehinaan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kalian akan berkilah lagi dengan mengatakan:”Abdurrahman Abdul Khaliq telah membuat pernyataan taubatnya dari kesalahannya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka jawaban atas hal ini kita serahkan kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi, Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Muqbil rahimahullah untuk menjawabnya:&lt;br /&gt;“Dinukil dari Syaikh Rabi’, bahwa ketika sampai kepada Dr. Shalih Al-Fauzan surat dari Abdurrahman Abdul Khaliq tentang pembersihan dirinya dan dari perkataan tentangnya, (maka) Beliau (Syaikh Shalih Fauzan-pen) mengirim surat kepadanya (Abdurrahman Abdul Khaliq-pen) dengan puluhan kesalahan yang berhubungan dengan haq para ulama yang muncul dari buku-buku dan kaset-kasetnya. Beliau juga meminta kepadanya untuk menjawab hal itu, namun dia tidak menjawabnya, sekalipun menjawab salam dari surat tersebut! Hal itu menunjukkan atas israrnya pada sebagian besar kesalahannya. Syaikh Rabi’ berkata:”Syaikh Shalih Al-Fauzan menyampaikan hal ini kepadaku secara langsung”(Jama’ah Wahidah, hal.30). Dengan kejadian ini, kita mengetahui apakah kesalahan dia hanya dalam 6 perkara saja ataukah lebih? Dan kapan dia bersedia ruju’ dari kesalahan-kesalahan sisanya?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun jawaban Syaikh Muqbil:”Buku Abdurrahman Abdul Khaliq banyak mengandung kerancuan, maka saya nasehatkan kepada semua kaum muslimin untuk membaca buku saudara kita Rabi’ bih Hadi Al-Madkhali yang membantah semua pemikiran Abdurrahman Abdul Khaliq, agar tidak disangka dia telah bertaubat melalui Syaikh bin Bazz. Ya, ia telah taubat dalam satu masalah, tetapi dalam masalah-masalah yang lain ia belum menunjukkan taubatnya. Apakah ia telah bertaubat dari memecah-belah ahlussunnah dan fanatik golongan? Apakah ia telah kembali kepada jalan yang baik seperti sewaktu dia masih kuliah di Universitas Madinah? Maka mereka –baik Jama’ah Abdurrahman Abdul Khaliq, Ikhwanul Muslimin ataupun Sururiyyun- adalah seperti orang-orang yang buta sebelah matanya, seperti yang dikatakan penyair,&lt;br /&gt;Orang buta menuntun orang yang melihat adalah “sangat baik”&lt;br /&gt;Sungguh menyesatkan jika orang buta yang engkau mintai petunjuk!” (Tanya Jawab dengan Syaikh Muqbil rahimahullah, hal.88).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan harus kalian pahami pula, wahai manusia yang pengkaui merubah warna. Bahwa gembong-gembong organisasi semacam Ihya’ut Turats, Al Sofwah , Al Haramain yang telah sekian lama malang melintang di lembah hitam ‘perhizbiyyahan’ tentu tidak akan bertindak gegabah (amatiran) seperti kalian. Tentu mereka lebih licik, lihai dalam menancapkan sengatnya, jangan sampai ada bukti-bukti syarat hitam di atas putih yang justru dapat digunakan untuk menghancurkan sel-sel dakwah hizbiyyahnya. Sebagai contoh : Al Sofwa Al-Muntada juga pernah membantu mendanai pondok ahlul bid’ah NII – ponpes Ngruki miliknya Abu Bakar Ba’asyir. Kalau ada bukti syarat (apalagi hitam di atas putih), tentu sudah sejak lama Al Sofwa “dikarantina” oleh pemerintah. Dan dengan syarat (tertulis) itu pula kalianpun bisa jadi ikut menerima kado hadiahnya, disekolahkan lagi dengan makan dan minum secara gratis di hotel prodeo! Betapa sekolah itu akan penuh sesak sebab hampir engkau semuanya (para da’i nya) menjadi anggota jaringan Al Sofwa Al-Muntada ini! Ataukah kalian menunggu syarat itu pula dari Al-Haramain ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu sekarang ini pun kalian telah masuk dalam daftar anggotanya jaringan Usamah bin Ladin Al-Khariji (yang telah masuk dalam daftar teroris yang berhubungan dengan Osama bin Laden yakni yayasan Ihya’ut Turats Al Kuwaiti, Al Haramain Foundation, Hai’ah Ighotsah/IIRO, Imam Samudra (murid Abu Bakar Ba’asyir), Fathurrahman Al Ghozi (idem), Aris Munandar (Ketua Kompak DDII), dll, simak di blacklist www.bankofengland.co.uk) . Wal ‘iyadzubillah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa sangat berbahayanya selembar syarat bagi muassasah hizbiyyah itu! Masihkah sekarang ini kalian membohongi nuranimu dengan mengharapkan syarat-syarat “khayalan” itu? Ataukah ini salah satu jurus tipu muslihai kalian untuk menjawab pertanyaan anak didik kalian yang mempersoalkan ketidakberesan “koalisi dinar hizbiyyah’” ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru di sana ada “syarat-syarat yang lebih nyata” daripada “syarat khayalan” kalian itu! Yaitu “syarat konsekuensi”, baik kalian setuju ataupun tidak! Benar bahwa Muhammad Khalaf dan Abdurrahman Abdul Khaliq tidak memberikan “syarat apapun” pada kalian, tetapi begitu kalian terima “dinar hizbiyyahnya” maka sesungguhnya saat itu pula kalian telah menerima dan menengkautangani “syarat konsekuensinya” dari kedua penjahat itu baik kalian setuju ataupun tidak dan syarat ini tidak bisa dipisahkan dengan cara apapun ! Syarat itu telah menyatu pada “dinar hizbiyyahnya” sebagaimana dua sisi mata uang!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau minum air gula&lt;br /&gt;Tetapi engkau tidak mau rasa manisnya,&lt;br /&gt;Ya minum saja air tawar&lt;br /&gt;Apakah sama antara air gula dengan air tawar,&lt;br /&gt;walaupun keduanya sama-sama air?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau makan “dinar hizbiyyah”&lt;br /&gt;Tetapi engkau tidak mau konsekuensinya,&lt;br /&gt;Ya nikmati saja “dinar biasa”!!&lt;br /&gt;Apakah sama antara “dinar hizbiyyah” dengan “dinar biasa”,&lt;br /&gt;Walaupun keduanya sama-sama dinar?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang kalian terima itu&lt;br /&gt;Bukan semata-mata “dinar biasa” tetapi “dinar hizbiyyah”,&lt;br /&gt;Pahamkah kalian ya hizbi?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu kalian terima “dinar hizbiyyah” itu, maka disaat itu pula kalian telah memisahkan diri dari barisan dakwah salafiyyin! Kalian secara otomatis telah mengibarkan tinggi-tinggi panji-panji “dinar hizbiyyah” ikhwaniyyin-turatsiyyin dan berperang melawan panji dakwah salafiyyin! Inipun adalah bukti adanya “syarat nyata” dari muassasah hizbiyyah tersebut, artinya (seolah-olah ada kalimat yang dibuang ) kata mereka (muassasah hizbiyyah):”TST , tahu sama tahulah, masak kagak paham sih dengan kemauan kite-kite ini?”, begitu kata orang dengan logat Betawinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan diamnya kalian dari kesesatan gembong-gembong hizbiyyin dan jaringan hizbiyyah lainnya adalah bukti lain adanya “syarat nyata” dari mereka, sehingga seolah-olah ada kalimat tersembunyi (dari muassasah hizbiyyah) yang terekam di pikiran kalian : ”Lu jangan coba-coba ngebongkar kesesatan kite-kite, kalo elu-elu kagak pengen nih ‘doku dinar hizbiyyah’ pindah ke laen tempat!” Demikian ujar orang berlogat Betawi kental.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kalian akan berkilah lagi:”Kami tetap tegas kok kepada hizbiyyin”&lt;br /&gt;Duhai, apakah kami - anak ingusan ini - yang telah tuli sehingga tidak pernah mendengar suara yang merdu itu? Ataukah kalian sendiri yang telah menutup mata dari kenyataan ini? Betapa kami belum pernah mendengar kalian menjelaskan kepada ummat peringatan sekian banyak para masyayikh terhadap bahaya dan kesesatan muassasah hizbiyyah, dedengkot-dedengkotnya serta balatentara bayarannya. Kenapa? Karena secara otomatis kalian juga mentahdzir diri kalian sendiri! Alangkah seru dan hebohnya, peperangan internal kelompok engkau itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau di majelis-majelis dan internet kalian yang banyak itu, misal dengan menyatakan: “Betapa Al Sofwa memiliki keterkaitan dengan dedengkot sururiyyin, betapa Ihya’ut Turats adalah yayasan yang sangat berbahaya karena telah memecah belah ummat di berbagai belahan dunia, betapa Al-Haramain adalah yayasan berbahaya yang –walhamdulillah- telah dikaitkan (oleh pemerintah Saudi) dengan jaringannya Usamah bin Laden Al-Khariji”. Namun ironisnya, disaat yang sama kalian terlihat menengadahkan kedua tangan menerima segepok “dinar hizbiyyah”, membuka lebar akal kalian menerima manhaj sururiyyun, dari pihak-pihak yang telah kalian bongkar bahaya kesesatannya terhadap ummat itu! Kalau ini terjadi, bukankah cukup pantas jika kalian didaftarkan ke MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai pemecah rekor manusia yang paling tidak punya rasa malu dan manusia yang paling merendahkan kehormatan dirinya? Dan dapat digelari sebagai ‘double identity man of the era’, sebab betapa “langkanya” kepribadian gengkau yang kalian miliki ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dimana engkau simpan kecerdasan itu, ya hizbiyyin-ikhwaniyyin!&lt;br /&gt;Bukankah diterimanya “dinar hizbiyyah” ini oleh kedua tangan dan kaki kalian telah lebih dari cukup sebagai bukti atas tidak tegasnya kalian terhadap organisasi hizbiyyah dan gembong-gembongnya?! Mau lebih jelas? Bukankah ditelannya “dinar hizbiyyah” ini oleh kalian ditambah lagi bonus kilah, “Tapi perlu engkau ketahui dst…”, adalah bukti yang “melimpah ruah”, betapa kalian ini tidak lebih dari komplotan “lelaki pengecut” yang mengingkari “kepengecutannya”? Bahkan “saking hizbynya” komplotan ini, walhamdulillah, dengan ijin Allah dapat kita bongkar dengan mudah topeng hizbinya hanya dengan 1 pertanyaan dan 1 jawaban!&lt;br /&gt;Tanya: Kalian mampu bersikap tegas dan keras terhadap salafiyyin, mengapa sikap itu berganti akrab dan mesra jika berhadapan dengan hizbiyyin-ikhwaniyyin?&lt;br /&gt;Jawab: Akibat pergaulan bebas, terjadilah perselingkuhan hizbiyyah-ikhwaniyyah sesama hizbiyyin-ikhwaniyyin!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benar, ceramahmu di Markaz Al-Albani ini adalah puncak makar, klimaks dari berbagai kedustaan dan pengkhianatan dalam upaya penghancuran salafiyyin Indonesia dengan meminjam tangan para masyayikh salafiyyinnya ! Benar-benar suatu kejahatan dan kekejian yang tiada tara ! Lalu dimana sikap jantan dan gagah perkasa dari barisan orang-orang yang tinggi kekar ini, sampaipun menghadapi anak ingusan lagi bodoh saja harus mengeluarkan jurus tipu muslihai “si kancil mencuri mentimun”? Wahai Yazid Jawwas, dimana kegagahanmu? Dulu, engkau adalah orang yang sangat disayangi oleh anak ingusan ini karena ketegasan dan kekokohan hujjahmu, kenapa jadi “mandul” begini hanya lantaran “dinar hizbiyyah”? Sungguh, kami percaya bahwa hati nuranimu sama sekali tidak bisa dibohongi dari semua kepura-puraan ini, kedustaan demi kedustaan dari barisan para pendusta!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu kalian berbaris bersama Syarif Hazza’, si pendusta dan mubtadi’ agen Jum’iyyah Ihya’ut Turats itu ! Bahkan dia membela Abdurrahman Abdul Khaliq dan dia hinakan pula Syaikh Al-Albani bersama murid-muridnya. Setelah dibongkar kedok hizbiyah-Quthbiyyahnya oleh masyayikh Madinah dengan corengan hitam pada mukanya, diapun pulang dengan membawa sekeranjang kehinaan ! Dan rupanya ilmu dustanya telah kalian warisi bahkan dengan metamorfosis yang lebih sempurna ! Secepat itu pula kalian dengan manhaj tamyi’ engkau, ya bungloniyyun ganti berlindung di belakang murid-murid Syaikh Al-Albani yang sebelumnya telah dilecehkan oleh guru kalian!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Dzulwajhain, wahai orang yang berdua muka ! Tidak berhenti disini, kalian sudah di belakang Syaikh Ali Hasan al Halabi, namun masih juga kalian bermain mata-berkomplot-bersama hizbiyyin-ikhwaniyyin lainnya! Tahun ini mengundang gembong sururi, tahun berikutnya menghadirkan Syaikh Ali ! Tahun depan ikut daurah hizbi dan tahun berikutnya mendatangkan murid-murid Syaikh Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.” (QS Al Baqarah 15)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.” (QS Al A’raf 186)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka tahulah anak ingusan ini. , siapa yang kalian maksud “kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah hanya saja bermanhaj Ikhwani yang menyimpang“. Ternyata kalian sendiri!! Betapa baru kali ini terjadi seseorang mentahdzir dirinya sendiri dan komplotannya sendiri ! Aneh bukan ? Tetapi berapa banyak kelakuan-kelakuan aneh dari orang-orang aneh yang pernah kita jumpai? Hanya saja pernyataanmu itu oleh anak ingusan ini dibetulkan “sedikit” yaitu:“kebanyakan mereka MENGAKU berakidah Salafiyyah padahal KENYATAANNYA bermanhaj ikhwani yang menyimpang !“ Sehingga ceramahmu yang berbunyi : “Banyak manusia telah mendapatkan manfaat dari mereka. Dauroh telah berlangsung 3 tahun!” Maka nyata-nyata ini adalah ucapan yang tidak ada kenyataannya ! Tidak ada hasil apapun dari peringatan Syaikh Ali tentang bahayanya hizbiyyah! Ini semata ucapan dusta dari Abdurrahman At Tamimi Al-Kadzab ! Betapa teman-teman kalian yang hadir bersama pada daurah hizbiyyah dari kalangan “anggota resmi” organisasi hizbiyyah tertawa membaca skenario ceramahmu itu wahai Abdurrahman ! Tanyakan kepada temanmu Mudzakir Arif (gembong Ikhwani dari Jakarta) dan teman-temannya ! Jangan pura-pura lagi kalian tidak mengenalnya!! Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Akhirnya…ditenggelamkan oleh perahu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa buruknya akhlak kalian terhadap masyayikh salafiyyin ya Bungloniyyun ! Dulu kalian selalu menyatakan : “Itu khan fatwa Syaikh Rabi’ bin Hadi yang menyatakan tidak bolehnya bermuammalah dengan hizbiyyah, adapun Syaikh Ali mengatakan ambillah asal tanpa syarat ”. Dan terakhir setelah Syaikh Ali mendapatkan informasi tentang kerusakan-kerusakan besar akibat muammalah hizbiyyah tersebut pada diri-diri kalian, maka Beliau memberikan syarat-syarat (yang tidak bisa kalian penuhi, kapanpun !) jika bermuammalah dengan hizbiyyah. Apa jawaban saudaramu Aunur Rofiq ? “ Itu khan Syaikh Ali yang berfatwa, kita tidak taqlid kepada Syaikh Ali !” Licik bukan ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah ini malapetaka akibat dari muammalah hizbiyyah kalian ya hizbiyyin ? Dampak buruk dari pergaulan bebas kalian !! Kalau saja bukan karena manisnya “dinar hizbiyyah”, tentu sejak dulu kalian sudah berlepas diri. Demi dinar Kuwait kalian rela berhadapan dengan fatwa puluhan masyayikh tentang hizbi dan sesatnya Abdurrahman Abdul Khaliq-Ihya’ut Turats dengan jaringannya. Betapa sulitnya tidur tanpa beralaskan Abdurrahman Abdul Khaliq, beratapkan Abdurrahman Abdul Khaliq dan berpakaian Abdurrahman Abdul Khaliq. Naudzubillah minal Abdurrahman Abdul Khaliq At-Turatsi Al-Ikhwani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini :&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An Nisaa 115)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita lanjutkan lagi :…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Ditulis oleh Al Akh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji, Malang, dikirim via email dengan koreksi dan tambahan dari redaksi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sumber: &lt;a href="http://www.salafy.or.id/"&gt;www.salafy.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;_______________________-&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari panjangnya tulisan tersebut, pembaca yang tertarik mengikuti sambungannya, kami persilahkan saja membaca di blog turotsi.wordpress yang memuat lengkap tulisan diatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* &lt;a href="http://turotsi.wordpress.com/2004/11/02/membongkar-kedustaan-abdurahman-at-tamimi-al-kadzab-i/"&gt;Membongkar kedustaan Abdurahman At Tamimi Al Kadzab (I)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* &lt;a href="http://turotsi.wordpress.com/2004/11/02/membongkar-kedustaan-abdurahman-at-tamimi-al-kadzab-ii/"&gt;Membongkar kedustaan Abdurahman At Tamimi Al Kadzab (II)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* &lt;a href="http://turotsi.wordpress.com/2004/11/02/membongkar-kedustaan-abdurahman-at-tamimi-al-kadzab-iii/"&gt;Membongkar kedustaan Abdurrahman At Tamimy Al Kadzab (III)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* &lt;a href="http://turotsi.wordpress.com/2004/11/02/membongkar-kedustaan-abdurahman-at-tamimi-al-kadzab-iv/"&gt;Membongkar kedustaan Abdurrahman At Tamimy Al Kadzab (IV)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="postinfo"&gt;     DIarsipkan di bawah: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/salafy-vs-salafy/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Salafy vs Salafy" rel="category tag"&gt;Salafy vs Salafy&lt;/a&gt;      &lt;/p&gt;                 &lt;div class="browse"&gt;« &lt;a href="http://abusalafy.wordpress.com/2007/07/15/salafy-dan-salafy-saling-menohok-dan-menghujat/"&gt;Salafy dan Salafy Saling Menohok dan Menghujat!&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://abusalafy.wordpress.com/2007/07/19/kaum-waria-pun-mendapat-keberkahan-dari-kuburan-imam-ahmad-bin-hanbal-ra/"&gt;Kaum Waria-pun mendapat Keberkahan Dari Kuburan Imam Ahmad bin Hanbal ra.&lt;/a&gt; »&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-8510746540067570789?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/8510746540067570789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=8510746540067570789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8510746540067570789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8510746540067570789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/ang-nyata.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-2436331318148071</id><published>2008-06-10T03:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T03:28:57.589-07:00</updated><title type='text'>apa kabar saudaraku salafy???</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lagi Salafy menohok Salafy: Apakah nama anda ada disini dan termasuk kategori “menyimpang”, “sesat” atau “ahli bid‘ah” ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lagi! Jama’ah takfiri “Salafy/Wahabi” menohok sesama wahabi, jika anda seorang da’i atau aktivis salafy/wahabi anda perlu menengok tulisan &lt;strong&gt;Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji&lt;/strong&gt; dibawah ini, karena isinya memuat daftar panjang para salafy-wahabi yang tergolong “sesat” atau “ahli bid’ah”, mungkin daftar nama anda ada disini, karena tidak tanggug-tanggung yang disesatkan atau dibid’ahkan, mulai da’i atau aktivis salafy lokalsampai national bahkan anggota PKS-pun ada yang kena juga. Bukan kami lho yang mencap “sesat” atau “ahli bid’ah” tapi saudara anda sesama salafy/wahabi sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepertinya firqoh-firqoh salafy-wahabi tambah lama tambah banyak sempalannya, ada hizbiyyun, Turotsiyyun, Sururiyyun, Quthubiyyun dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika anda penasaran apakah nama anda termasuk kategori “sesat” atau “ahli bid’ah” silahkan saja membaca tulisan ikhwan salafy ini, yang ditujukan kepada &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.salafindo.com/old/viewartikel.php?ID=77"&gt;Ustad Abdurrahman At-Tamimy&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; (yang disebut “al-Kadzab“ alias sipendusta), Perhatikan bahasa mereka! itu terhadap ikhwan sesama salafy/wahaby, lalu bagaimana bahasa yang digunakan kepada muslim diluar salafy/wahabi? tulisan ini tidak hanya menghujat atau mensesatkan ustad Abdurrahman saja akan tetapi di dalamnya banyak juga tokoh-tokoh atau aktivis/da’i salafy yang kena “semprot”. diantara nama-nama yang kena “semprot” atau terkategori “ahli bid’ah” menurut wahabi ini antara lain adalah: Yusuf Ustman Baisa, Lc, Syarif Fuad Hazza’, Abu Nida’ Khomsaha Sofwan, Lc. (Mudir Yayasan Majelis At-Turats, Yogyakarta), Farid Achmad Okbah, Mubarak Bamuallim, Muhammad Arifin, Lc, MA, Abdullah Hadrami As-Sururi Anas Burhanuddin bin -Musta’in Ahmad, Lc, Abdullah Taslim, Lc, Abu Abdil Muhsin Firanda, Khalid Syamhudi, Lc dan banyak lagi. Alhasil silahkan membaca tulisan dibawah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;__________________________________&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: &lt;strong&gt;Al Akh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji,&lt;/strong&gt; Malang, dikirim via email dengan koreksi dan tambahan dari redaksi) tulisan ini pernah dimuat di situs http://salafy.or.id/ ( http://www.salafy.or.id/ ) juga dimuat ulang di blog: &lt;a href="http://turotsi.wordpress.com/2004/11/02/membongkar-kedustaan-abdurahman-at-tamimi-al-kadzab-i/#more-70"&gt;turotsi.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji Untuk Ustad Abdurrahman At-Tamimy.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah paparan dari kami, kenapa kami menulis dengan bahasa yang lugas, tajam, dan tegas, tidak lain karena mereka layak untuk mendapatkan celaan dan peringatan yang setimpal dengan kejelekan akhlaq dan kerusakan manhaj Abdurrahman At Tamimi dkk, sebagaimana diajarkan oleh para Salaful ummah untuk bersikap :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjauhkan diri dari bid’ah, membenci dan membersihkan ilmu dan amal darinya (kotoran bid’ah), juga membenci ahlul bid’ah merupakan pagar/perisai untuk melindungi sunnah dan pengamalannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda :“Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemerintah Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu, serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan, karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Dzahabi dan Hakim dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ nomor 2549)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebencian terhadap ahlul bid’ah adalah merupakan ciri khas bagi Ahlus Sunnah, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakar bin Ayyasy ketika Beliau ditanya : “Siapakah seorang sunni (Ahlus Sunnah)?” Beliau menjawab : “Seorang yang jika disebut Al Ahwa’ (aliran-aliran bid’ah), dia tidak marah (sebagaimana marahnya) karena hal itu.” (Al I’tisham 1/118 oleh Imam Asy Syathibi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-43"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mereka (Salafus shalih, red) bersepakat dengan itu semua atas ucapan untuk (bersikap) keras terhadap ahlul bid’ah, merendahkan, menghinakan, menjauhkan, memutuskan hubungan dengan mereka, menjauhi mereka, tidak berteman dan bergaul dengan mereka dan mendekatkan diri kepada Allah dengan menghindar dan memboikot mereka.” (Aqidatus Salaf Ash Haabil Hadits halaman 123)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ibnul Jauzi Abul Faraj Al Baghdadi meriwayatkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dari Aisyah Radhiallahu ‘anha : “Barangsiapa menghormati ahlul bid’ah, maka sungguh ia telah membantu untuk meruntuhkan Islam.” (Talbis Iblis halaman 14. Berkata Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam Al Muntaqa An Nafis halaman 37 : “Hadits ini hasan, Insya Allah .”)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Al Barbahari meriwayatkan ucapan Sufyan Ats Tsauri rahimahullah : “Barangsiapa yang cenderung mendengar dengan telinganya kepada ahli bid’ah, berarti dia keluar dari jaminan perlindungan Allah . Dan Allah serahkan dia kepadanya (bid’ah). (Syarh Sunnah Al Barbahari halaman 137 dengan tahqiq Abu Yasir Khalid bin Qashim Ar Radadi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun semua ini kami lakukan, mudah-mudahan dapat menolong agama yang suci ini, membersihkan dari para pengikut hawa nafsu, untuk menuju derajat keimanan yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dan difirmankan Allah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak seorang Nabi pun yang Allah Ta’ala utus pada satu umat sebelumku, kecuali memiliki dari umatnya para penolong shahabat-shahabat yang mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian sesungguhnya akan datang setelah mereka generasi yang mengucapkan apa-apa yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa memerangi (jihad) mereka dengan tangannya maka dia mukmin, barangsiapa memerangi mereka dengan lisannya maka dia mukmin, dan barangsiapa memerangi mereka dengan hatinya maka dia mukmin.” (HR. Muslim dalam Kitab Al Iman hadits nomor 80 juz I halaman 69-70)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah …” (Ali Imran : 110)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Abu Hatim Ar Razi (Beliau adalah tokoh ulama Ahli Hadits yang wafat pada tahun 327 H) : “Dan tanda ahli bid’ah itu ialah membicarakan kejelekan Ahlul Hadits.” (Lihat kitab Ahlus Sunnah Wa I’tiqadud Dien. Oleh Al Imam Al Hafidh Abu Hatim Ar Razi halaman 24 point ke-36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Al Hafidz Al Hakim Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah An Naisaburi menyatakan : ((Setelah menyebut sanadnya)) Ahmad bin Sinan Al Qaththan menyatakan : “Tidak ada di dunia ini seorang ahlul bid’ah, kecuali dia pasti membenci Ahli Hadits dan bila seorang menjadi ahli bid’ah, maka akan dicabut dari hatinya rasa manis mempelajari hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam.” (Lihat Kitab Ma’rifatu Ulumil Hadits oleh Al Hafidz Al Hakim An Naisaburi halaman 4). Imam Al Hakim adalah Imam Ahlul Hadits di jamannya, Beliau wafat pada tahun 405 Hijriyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Abu Utsman Ismail bin Abdurrahman As Shabuni (meninggal pada tahun 449 H) mengatakan : “Tanda-tanda pada ahlul bid’ah itu terlihat nyata dan tanda-tanda yang paling nyata ialah kerasnya permusuhan mereka terhadap orang yang menekuni/membawa ilmu hadits, menghinakan mereka dan meremehkan mereka, menggelari mereka sebagai orang yang sempit pandangan, bodoh, hanya terpaku pada dhahir hadits dan juga dianggap sebagai kaum yang menyerupakan Allah dengan makhluknya.” (Lihat Aqidatus Salaf Ashabil Hadits oleh Imam Abi Utsman Ismail bin Abdurrahman As Shabuni rahimahullah halaman 116 point yang ke-162)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalan kebenaran itu hanya ada satu. Barangsiapa yang menyimpang dari jalan ini, berarti ia berada di atas kebatilan dan berjalan di atas kesesatan. Jalan tersebut adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih. Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu Radhiallahu ‘anhui Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam membuat satu garis kemudian Beliau bersabda : “Ini adalah jalan Allah .” Kemudian Beliau menggaris beberapa garis ke kanan dan ke kiri kemudian bersabda : “Ini adalah subul (jalan-jalan) dan di atas setiap jalan-jalan itu ada setan yang menyeru kepadanya.” Kemudian Beliau membaca ayat (yang artinya) : “Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia dan jangan kalian ikuti jalan-jalan lain, niscaya ia akan memisahkan kalian dari jalan Allah .” (HR. Ahmad, An Nasa’i, Ad Darimi, Al Hakim, dihasankan oleh Al Arnauth di dalam Syarhus Sunnah Al Baghawi 1/197)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Al Lalika’i meriwayatkan dalam kitabnya Syarh Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah jilid I halaman 87 riwayat ke-108, pernyataan Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu:“Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu (ilmu Syariah) sebelum ilmu tersebut dicabut. Dan ilmu itu dicabut dengan meninggalnya Ahli Ilmu (para ulama) atau Beliau menyatakan : “Orang yang mempunyai ilmu.” Beliau berkata pula : “Wajib atas kalian untuk berilmu, karena setiap kalian tidak mengetahui kapan dia membutuhkan ilmu tersebut atau butuh kepada apa yang dikandung olehnya. Sesungguhnya kalian akan menjumpai beberapa kaum yang mengaku mengajak kalian kepada Kitab Allah padahal mereka betul-betul telah melemparkan kitab itu ke belakang punggung mereka. Maka wajib atas kalian untuk berilmu dan jauhilah oleh kalian perbuatan bid’ah, memberat-beratkan diri (dalam beragama ini, pent.), dan jauhilah oleh kalian berdalam-dalam di dalam urusan agama, serta wajib atas kalian berpegang dengan yang terdahulu (yaitu Salafus Shalih).”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyimpangan dari pemahaman shahabat Nabi Radhiallahu ‘anhum ajmain terhadap Al Qur’an dan As Sunnah berarti penyimpangan dari Ash Shirath Al Mustaqim. Semakin jauh penyimpangan itu berarti semakin jauh pula pelakunya dari jalan yang lurus tersebut. Orang yang menyimpang seperti ini dinamakan ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) atau dengan istilah lain ahlul bid’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut bantahan kami atas Abdurrahman At-Tamimi cs :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17.5 Bukti Atas Kedustaan Abdurrahman At Tamimi Al-Kadzab Di Markaz Al-Albani Jordania&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bulan suci yang berbarakah ini…&lt;br /&gt;Ramadhan 1425 tahun Hijri&lt;br /&gt;Ku ingin beramal ‘tuk seseorang di hati&lt;br /&gt;Abdurrahman At Tamimi al-Indunisi&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang menemani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari Raya tiada lama lagi&lt;br /&gt;Terimalah bingkisan ini&lt;br /&gt;Sepatah dua patah ungkapan hati&lt;br /&gt;Dari anak ingusan yang bodoh ini&lt;br /&gt;Tuk bekal ber-Idul Fithri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan marah jangan emosi&lt;br /&gt;Gunakan nurani ‘tuk bercermin diri&lt;br /&gt;Siapa pula diriku ini&lt;br /&gt;Yang tlah berani mencemari…&lt;br /&gt;Markaz Al-Albani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allahu Ya Rabbi&lt;br /&gt;Beri kemudahan hambaMu ini&lt;br /&gt;‘Tuk membungkam…&lt;br /&gt;Mulut keji si Lidah Api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejenak, berita hangat (yang penuh semangat disebarkan oleh sururiyyun ke berbagai pelosok tanah air dengan media cetak maupun elektronik/internet dan email) menjadi kabar yang mengharu-biru. Bahkan mengundang decak kagum serta kebanggaan bagi hizbiyyin (sururiyyin, turatsiyyin), sekaligus menjadi senjata terbaru (baca:talbis) untuk menghancurkan dakwah Salafiyyah. Betapa tidak, “Pada tanggal 13-15 Jumadil Akhir 1425 H bertepatan dengan 1-3 Juli 2004 M, direktur &lt;a href="http://www.salafindo.com/old/viewartikel.php?ID=77"&gt;Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya&lt;/a&gt;, Al-Ust. Abdurrahman bin Abdul Karim At-Tamimi hafidhahullah memenuhi undangan Markaz Al-Imam Al-Albani di Jordania, untuk menyampaikan ceramah pada muktamar yang dihadiri kurang lebih seribu penuntut ilmu dan sejumlah ulama dari negeri-negeri Islam “ (Adz-Dzakhiirah hal 12/10/th 2004).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabar ini sungguh menjadi pelipur duka dan lara dari kesempitan dada serta sesaknya jiwa, seakan merobek luka lama dan tiadanya obat bagi luka yang menganga dan bernanah di sekujur tubuhnya, tersebab derasnya luncuran hujjah dan dalil tajam yang bertubi-tubi menghantam dan menyingkap kedok hizbiyyahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Padahal sesungguhnya bagi anda ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah ) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang anda kerjakan.” (QS Al Infithar 82, ayat 10-12)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja mereka tidak tahu bahwa hujjah hanyalah milik Ahlussunah, adapun mereka ? Cukuplah talbis (penyesatan) dan syubhat (pengaburan) dengan beragam kedustaan yang menjadi ruh dan raganya. Betapa sebuah senjata akan menjadi alat yang sangat berbahaya bagi pemiliknya sendiri jika dia tidak pandai dan cerdas menggunakannya. Senjata itu justru menjadi alat yang mematikan bagi pemiliknya dan sebagai bukti memberatkan atas segala kejahatan yang telah dia lakukan. Ya, Abdurrahman At Tamimi telah melakukan tipu daya, tetapi bukankah Allah Ta’ala adalah Maha Pembuat Tipu Daya?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS Al Anfaal 30)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.” (QS Al Mujadilah 14)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seribu orang penuntut ilmu dan sejumlah ulama dari berbagai negara di Jordania telah menjadi saksi atas kedustaannya. Dan ketika mereka pulang ke negerinya akan membawa oleh-oleh pula bagi ribuan lagi penuntut ilmu dan ulama lainnya, demikian seterusnya. Tetapi, hanya dua pundak yang menanggung hisab dosanya, yakni Abdurrahman At Tamimi dan kawan-kawan setianya. Tentu engkau akan bertanya : “ Mana bukti kedustaanku ? “ Dengan mengharap wajah-Nya serta kemudahan-Nya saja kami tulis bukti ini agar menjadi ibrah bagi semuanya. Maka hendaklah engkau, wahai Abdurrahman – Allahu yahdikum, semoga Allah memberi hidayah kepadamu – maka dengarkanlah dengan baik-baik….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdurrahman At Tamimi berkata :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Penghalang terbesar (dakwah salafyyah-pen) yang muncul adalah dari kaum hizbiyyin (mereka yang fanatik pada kelompoknya) baik dari kalangan “Quthbiyyin” (Quthbiyyin adalah mereka yang mengikuti pemahaman Sayyid Qutb, *identik dengan ucapan Ahmad Syurkati pendiri Al Irsyad Al Islamiyyah - Insya Allah akan ditulis tersendiri) atau “Sururiyyin” (mereka yang mengikuti pemahaman Muhamad Surur) maupun “Takfiriyyin” (mereka yang dengan mudah mengkafirkan tanpa petunjuk ulama), demikian juga dari kalangan orang-orang sekuler, thariqat sufiyyah dan aliran-aliran bid’ah lainnya.” (hal 15).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapakah wahai Abdurrahman, kalangan Quthbiyyin dan Sururiyyin itu? Mereka adalah kawan-kawan engkau sendiri. Kami bantu engkau menjelaskannya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Pertama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu engkau mengenal Yusuf Ustman Baisa, Lc (dulu di Ma’had Ali Al Irsyad Tengaran dan da’i resmi Al-Lajnah Al-Khairiyah Al-Musytarakah Ihya’ut Turats), Syarif Fuad Hazza’ (da’i Ihya’ut Turats dari Mesir) dan Abu Nida’ Khomsaha Sofwan, Lc. (Mudir Yayasan Majelis At-Turats, Yogyakarta, yang bekerjasama dengan yayasan sempalan Islam – hizbi- Ihya’ut Turats Kuwait dan Al Haramain Foundation). Ketiganya adalah anak buah Jum’iyyah Ihya’ut Turats Al-Kuwaity yang memiliki andil besar dalam memecah belah dakwah salaf di seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tertera dalam website lama Al Irsyad Al Islamiyyah http://www.alirsyad-alislamy.or.id/majelis-dakwah/pelatihan-da’i.htm tertera pada tahun 2001 PP Al-Irsyad Al-Islamiyah mengadakan pelatihan da’i menghadirkan Farid Achmad Okbah (NII, Jakarta), Yusuf Utsman Baisa (Salatiga, Jawa Tengah), Mubarak Bamuallim (Surabaya) dan Abdur Rahman At-Tamimi (Surabaya). Jelas Abdurrahman At Tamimi mengenal dan bekerjasama dalam dakwah dengan Yusuf Utsman Baisa, dengan adanya bukti ini, kemana lagi beliau akan berkelit?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun Syarif Hazza’ adalah kaki tangan Jum’iyyah Ihya’ut Turats Kuwait yang dipindahtugaskan ke Indonesia (Ma’had Al Irsyad, Tengaran, Salatiga) dari Mesir. Padahal dia pernah berkata tentang buku Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha karya Abu Ibrahim bin Sulthan Al-Adhani (buku ini berisi data-data penyimpangan tokoh-tokoh sururi dan bantahan terhadap penyimpangan tersebut). Apa katanya : “Itu buku tidak jelas penulis dan penerbitnya”. Bahkan kita masih ingat dia bersama teman-temannya mengubah judulnya menjadi “Al-Quthbiyyah HUWAL Fitnah Fa’rifuha”, untuk memberikan gambaran yang sesat kepada umat bahwa buku itu tidak lebih dari buku penyebar fitnah. (Meruntuhkan Syubhat Hizbiyyin, Syawwal 1419 H).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Syaikh Rabi’ bin Hadi Hafidhahullah membagi-bagikan buku ini untuk para thalabul ilmi di Madinah dan tempat lain, justru Syarif Hazza’ membuat forum di pondok pesantren Al-Irsyad Tengaran, Salatiga (yang waktu itu dipimpin oleh Yusuf Utsman Baisa, Lc) untuk membantah buku ini (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman At Tamimi, Allahu yahdikum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikan lagi nukilan transkrip dialog antara Syaikh Rabi’ bin Hadi bin Umair al Madkhali hafidhahullah – Mantan Ketua Jurusan Sunnah di Universitas Islam di Madinah, Saudi Arabia - dengan Ustadz Usamah Ibn Faishal al Mahri, Lc (tgl 31-8-1996) agar engkau merasa “lega” betapa kedok hizbiyyahmu dapat diketahui dengan “mudah” oleh kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Usamah : Dia (Syarif Hazza’-pen) berkata bahwasanya perkataan antum ketika membantah Sayyid Quthb dan bahwasanya dia mengkafirkan masyarakat, dia (Syarif) membelanya dengan berkata : “Bahwasanya perkataan ini tidak benar karena Sayyid Quthb tidak mengatakan demikian”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Rabi’ : “Dia pendusta!” (Lajnah Khidmatus Sunnah, Ahad, 1 Sept 1996, hal.02).&lt;br /&gt;Ucapan Sayyid Quthb yang dimaksud (tentang pengkafirannya kepada seluruh kaum muslimin di masa dia hidup, tanpa kecuali) adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Bahwasanya di muka bumi saat ini tidak ada satu negara muslimpun dan tidak pula masyarakat muslim yang menjalankan syari’at Allah dan fiqih Islam (Fi Dzilalil Qur’an, 4/2122). Bukankah dia juga termasuk mengkafirkan dirinya sendiri? Allahul musta’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Apa yang ia tetapkan, yakni anggapannya terhadap masjid-masjid yang terdapat di negeri-negeri Islam sebagai ma’abid jahiliyyah (tempat ibadah jahiliyyah). (Fi Dzilalil Qur’an, 3/1816). Ini ia ucapkan tatkala membahas kewajiban meninggalkan (uzlah) masyarakat jahiliyah, kemudian meninggalkan masjid-masjid yang terjadi di dalamnya (pada hakekatnya) meninggalkan ma’abid (tempat ibadah jahiliyyah) dengan menjadikan rumah-rumah sekelompok orang Islam (muslim) sebagai masjid (yang tidak ada) kesialan di dalamnya dengan meninggalkan masyarakat jahiliyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca dapat memperhatikan secara jelas dan gamblang bagaimana teroris pemikiran ini berupaya menjauhkan kaum muslimin dari baitullah di negeri-negeri Islam yang di dalamnya ditegakkan dzikir dan shalat berjama’ah dengan menamakannya sebagai ma’abid jahiliyah. Dan ia menekankan bahwa shalat di rumah merupakan kewajiban yang sangat ditekankan –Demi Allah kita tidak tahu kemana arah dan tujuanya- padahal syari’at Islam bertentangan dengan pemikiran teroris ini (Sayyid Quthb).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At-Taubah: 1 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah berfirman pula:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dumuliakan dan disebut namanya di dalamnya pada waktu pagi dan petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah dan dari mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, mereka takut pada suatu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karuniaNya kepada mereka. Dan Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendakiNya tanpa batas” (QS. An-Nur : 36-3 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah, Allah Ta’ala memberi nama bagi masjid sebagai pusat ibadah kaum muslimin, lebih mulia dan jauh lebih baik dari rumah-rumah mereka, sampai datang seorang teroris –Sayyid Quthb- gembong Ikhwanul Muslimin menamakannya sebagai ma’abid jahiliyyah dan berusaha menjauhkannya dari hati-hati kaum muslimin dan digantikannya dengan rumah-rumah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh sangat menyakitkan betapa pemrakarsa ajaran teroris seperti ini (Sayyid Quthb) dibela (dengan kedustaannya) oleh kaki tangan Ihya’ut Turats, Syarif Hazza ’Al-Kadzab. Lebih menyakitkan lagi, orang seperti ini di ‘Syaikh’kan - dimuliakan - oleh Yusuf Ba’isa, Abu Nida’ dan kawan-kawannya. Dan betapa kenyataan tidak dapat disembunyikan lagi, kedua orang ini ternyata bersekutu dengan Al-Sofwah dan para pengikutnya. (Lihat situs alsofwah.or.id_index.php_pilih_lihatkegiatan_id_45_id_layanan_24.html).&lt;br /&gt;Bahkan Yusuf Ba’isa –Quthbiyyun-Sururiyyun- dikatakan oleh Al-Sofwa sebagai :”seorang ustadz senior yang tidak asing lagi di kalangan ahlussunnah wal jama’ah”!! (Lihat alsofwah.or.id_index.php_pilih_lihatkegiatan_id_37_id_layanan_17.html)!! Betapa perbuatan Al-Sofwa ini adalah pelecehan dan penistaan terhadap ahlussunnah!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain Syarif Hazza’ terbukti sebagai pembela Sayyid Quthb, belakangan juga tokoh-tokoh quthbiyyun yang juga politikus PK Al-Ikhwani-LP2SI Alharamain, Syariahonline seperti Dr. Idris Abdus Shomad dan DR. Hidayat Nur Wahid, menerjemahkan kitab tafsir Al Qur’an karya Sayyid Quthb -Fi Dhilalil Qur’an- dengan judul Di bawah Naungan Al Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simak sabda Rasulullah Shalallahu “Alaihi wa Salam bersabda : “Ruh-ruh itu adalah juga sepasukan tentara yang akan saling mengenal akan bergabung dan yang tidak mengenal akan berselisih.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari 3158 dan Muslim 2638).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa Syarif Fuad Hazza dan kedua tokoh di atas memiliki sikap yang sama, pembelaannya atas Sayyid Quthb!! Insya Allah akan kita buktikan lagi siapa saja orang-orang yang berteman dengan DR. Hidayat dalam menerjemahkan Tafsir Ibnu Katsir, tentu saja karena seide dan sepemahamanlah maka mereka dapat bekerjasama. Simaklah kutipan kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur karya syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al Haritsi, di bab Salafus Shalih menilai seseorang dengan melihat teman dekatnya, sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda : “(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu.” (As Shahihah 927)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu berkata : “Seseorang itu akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan mempunyai sifat seperti dirinya.” (Al Ibanah 2/476 nomor 499)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al A’masy mengatakan :”Biasanya Salafus Shalih tidak menanyakan (keadaan) seseorang sesudah (mengetahui) tiga hal yaitu jalannya, tempat masuknya, dan teman-temannya.” (Al Ibanah 2/476 nomor 49 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muhammad bin Abdullah Al Ghalabiy mengatakan : “Ahli bid’ah itu akan menyembunyikan segala sesuatu kecuali persatuan dan persahabatan (di antara mereka).” (Al Ibanah 1/205 nomor 44 dan 2/482 nomor 51 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Dan siapa yang selalu berprasangka baik terhadap mereka (ahli bid’ah) –dan mengaku belum mengetahui keadaan mereka– kenalkanlah ahli bid’ah itu padanya maka jika ia telah mengenalnya namun tidak menampakkan penolakan terhadap mereka, gabungkanlah ia bersama mereka dan anggaplah ia dari kalangan mereka juga.” (Al Majmu’ 2/133)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman At Tamimi , Syarif Hazza’ Al-Kadzab-lah Turatsiyyin yang Quthbiyyin itu, dialah pembela Sayyid Quthb! Tidak ada celah bagimu untuk berkelit dari fakta itu! Tentu usiamu belum terlalu tua untuk mengingat kisah itu, mengingat bahwa dia (Yusuf Ba’i sa dan Syarif Fu’ad Hazza) adalah kawan-kawanmu sendiri… Engkau ingin penjelasan yang lebih gamblang lagi? Mari kita lanjutkan;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Rabi’ : “Baik, apakah Hazza’ memiliki hal lain selain ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Usamah : “Wallahi, saya tidak tahu, dia berkata bahwasanya kitab Quthbiyyah tidak jelas dan pengarangnya juga tidak jelas, maksudnya dia meragukan tentang penisbatan kitab tersebut.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Rabi’ : “Karena dia adalah quthbiy, karena dia adalah Quthbiyyin!”. (ibid, hal.02).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman At Tamimi – Allahu yahdikum…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah kaum muslimin dapat dengan “leluasa” menyaksikan bukti kedustaanmu di Markaz Al-Albani?! Tidakkah engkau pantas berbangga jika di setiap kota yang engkau singgahi dan di setiap tempat yang engkau kunjungi, dirimu dielu-elukan sebagai Abdurrahman At Tamimi si Pendusta? Maka tegakkan wajahmu, luruskan pandanganmu ke depan dan sambutlah mereka dengan ucapan:”Na’am, saya Abdurrahman At Tamimi si Pendusta itu! Tapi anda tahu dari mana?” Tentu saja tahu, bukankah nama bapak sekarang telah menjadi buah bibir dan buah mulut di dunia internet karena keberanian dusta bapak yang luar biasa ketika berceramah di Jordania? Perawi dusta “bermain-main” di Markaz Al-Albani!! Hanya kepada Allah tempat kita mengadu.&lt;br /&gt;Kini engkau malah menyatakan bahwa Quthbiyyah dan Sururiyyah menjadi penghalang terbesar ?! Subhanallah ! Dulu saudara-saudaramu yang habis-habisan menolak adanya Quthbiyyah dan Sururiyyah, bahkan menyerang salafiyyin karena salafiyyin menyebarkan buku yang bermanfaat ini ! Namun sekarang engkau justru menyerang kelompokmu sendiri di Markaz Al-Albani ?! Bukankah ini senjata makan tuan, wahai Abdurrahman?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kedua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu engkau mengenal saudaramu Farid Okbah (NII-Al-Irsyad cross link)! Jangan berkelit wahai Abdurrahman !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tertera dalam website lama Al Irsyad Al Islamiyyah http://www.alirsyad-alislamy.or.id/majelis-dakwah/pelatihan-da’i.htm pada tahun 2001 PP Al-Irsyad Al-Islamiyah mengadakan pelatihan da’i menghadirkan Farid Achmad Okbah (Jakarta), Yusuf Utsman Baisa (Salatiga, Jawa Tengah), Mubarak Bamuallim (Surabaya) dan Abdur Rahman At-Tamimi (Surabaya). Jelas bahwa Abdurrahman At Tamimi mengenal dan berkawan baik dengan Farid Achmad Okbah, maka harap anda tidak berkelit lagi!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawablah: Siapa yang mengadakan dauroh para da’i yang menampilkan Farid Okbah yang menjelaskan bahwa fitnah sururiyyah di Indonesia tidak ada ? “Itu hanyalah problem politik pemerintah Saudi.” Engkau ‘pukul’ lagi saudaramu sendiri di Markaz Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Besar manfaatnya jika nukilan dialog ini kita lanjutkan lagi sebagai hadiah buat saudara kita yang telah kehilangan arah dari dakwah mulia yang penuh cobaan ini. Kurangnya kesabaran membuat dia memilih jalan pintas –jalan dinar hizbiyyah (Islam sempalan) yang berbinar- jalan yang dulu dia sangat membencinya bahkan memeranginya! Siapa dia? Muhammad Arifin, Lc, MA. Jenjang S2 telah diselesaikannya di Universitas Islam Madinah, KSA dan sekarang menempuh program doktoralnya di Universitas yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa hubungan dia dengan transkrip dialog dengan Syaikh Rabi’ ini? Muhammad Arifin-lah salah satu penerjemahnya. Yakni penerjemah dialog yang membongkar kedok Hizbiyyah-Quthbiyyahnya Syarif Hazza’, yang menyingkap kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq, Abdullah Sabt dengan Ihya’ut Turats-nya! Bahkan kesesatan Abdurrazzaq Asy-Syayiji, murid Abdurrahman Abdul Khaliq! Serta menjelaskan dukungan para masyayikh salafiyyin terhadap Syaikh Rabi’ dalam menghadapi hizbiyyin-Quthbiyyin-Turatsiyyin!! Sayangnya dia ini tidak merasa “cukup” dengan apa yang dia terjemahkan sendiri. Dia merasa lebih enak “dicukupi” oleh mafioso dinar hizbiyyah yang dulu diperanginya! Tragis bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka [tidak kekal]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah anda memahaminya?” (QS Al An’am 32)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, Muhammad Arifin, Lc, MA lebih memilih bergaul dengan Anas Burhanuddin bin Musta’i n Ahmad, Lc, Abdullah Taslim, Lc, Abu Abdil Muhsin Firanda, yang akrab dengan acara-acara Turatsi, Sururi dari majlis At Turats Al Islamy. Anda kini lebih diterima oleh kalangan assunnah@yahoogroups, salafyoon@yahoogroups cs, karena sependapat dengan madzab “dinar hizbiyyah” mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai ‘cal dok’ (calon doktor) Lc, MA! Dengan gelarmu yang berderet rapi ini, engkau memiliki kedudukan yang “cukup menyilaukan” di sisi komplotan hizbiyyin-sururiyyin-turatsiyyin! Adapun di sisi salafiyyin, setinggi apapun gelarmu, S2, S3 bahkan Es Teler sekalipun, ternyata tidak mampu mengangkat kehinaan dakwah hizbiyyahmu menjadi dakwah salafiyyah!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah banyak yang menjadi pendahulumu yang memiliki seabreg gelar, namun semua pengetahuannya ternyata tidak mampu membuat hidayah Allah datang padanya. Dr. Ibrahim Ad-Duwaisy. Gembong sururi, seorang prototype Salman Al-Audah Al-Bannawy pengikut Hasan Al Banna – pendiri Ikhwanul Muslimin, dia memiliki kedudukan di sisi Yazid bin Abdul Qadir Jawwas dan rekannya. Apakah dia dihormati oleh para thalabul ilmi salafiyyin? Tidak, bahkan dia sama sekali tidak memiliki “harga” di kalangan salafiyyin yang paling awam sekalipun!! (Nama Dr Ibrahim Ad Duwaisy dipropagandakan oleh website Al Sofwa karena kasetnya direkomendasikan oleh yayasan Al Sofwa, Al Sofwa adalah jelmaan yayasan Muntada Al Islamy cabang London pimpinan Muhammad Surur; sedangkan Dr Hidayat Nur Wahid, Lc, MA, menyelesaikan doktoralnya dibimbing langsung oleh syaikh Abdul Muhsin al Abbad, namun Hidayat menekuni sebagai tokoh Ikhwanul Muslimin, pendukung berat Yusuf Qardlawi, Hasan al Banna, Sayyid Quthb, dkk, pendiri Alharamain Indonesia, poli tikus ulung, juga mengasuh website syariahonline. Belakangan Hidayat Nur Wahid menjadi editor terjemah Tafsir Fi Dhilalil Qur’an, Di bawah naungan Al Qur’an karya Sayyid Quthb yang diterjemahkan oleh Dr Idrus Abdul Shomad, juga tokoh PKS/Alharamain dan Mufti Labib – dai Taruna Al Quran produk L-Data pimpinan Muhammad Yusuf Harun, MA (penerjemah TOP Al-Sofwa. Hidayat Nur Wahid juga menjadi editor terjemah Ibnu Katsir bersama Yazid Ibn Abdul Qadir Jawwas, Abu Ihsan al Maidani, Mubarak ba Mu’allim dkk).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka cukuplah bukti transkrip ini jika hanya untuk menghinakan bahtera dakwah hizbiyyah yang sedang engkau naiki! Betapa banyaknya “sponsor hizbiyyah” yang tertulis di bahtera itu (yakni tulisan 11 lembar berjudul Bahtera Dakwah Salafiyyah yang diketik ulang oleh penggemar Muhammad Arifin dari Solo, Abbas Adi, red) !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bendera “FULUS” berkibar dengan riangnya,&lt;br /&gt;Mengarungi lautan dinar dunia,&lt;br /&gt;Sesekali riak-riak dirham “membelai” bodi bahtera mewah yang berlayar dengan angkuhnya&lt;br /&gt;Bertuliskan “Bahtera Dakwah Sururiyyah”,&lt;br /&gt;Menuju taman impian para pecinta dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah bukti transkrip yang pernah engkau hadiahkan,&lt;br /&gt;Kepada kaum muslimin Indonesia,&lt;br /&gt;Dan hadiah ini kami kembalikan lagi kepadamu,&lt;br /&gt;Engkaulah sekarang yang lebih membutuhkan hadiah hidayahNya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang disesatkan Allah , sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya..” (QS An Nisa 8 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah , maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah , maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raf 17 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia&lt;br /&gt;menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.” (QS Al An’am 39)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Caldok (calon doctor) Lc,MA! Sekian banyak kaum muslimin Indonesia mendapatkan manfaat dari transkrip yang engkau terjemahkan ini! Mereka menjadi tahu siapa Syarif Hazza’! Betapa berbahayanya Abdurrahman Abdul Khaliq, Abdullah Sabt dan jaringannya! Mereka menjadi tahu bahwa muridnya Abdurrahman Abdul Khaliq, yaitu Abdurrazzaq Asy-Syayiji ternyata telah dijarh (dicela) oleh Syaikh Al-Albani sebagai pendusta! Namun, kenapa engkau tidak sabar dengan penderitaan dakwah ini? Sementara Syaikh Rabi’ (dalam transkrip terjemahanmu!) telah menasehati: ”Dan kalian hendaknya bersabar dalam setiap keadaan…”(hal.06)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa engkau membelot dan bergabung dengan kelompoknya Syarif Hazza’ yang telah menyebarkan selebarannya Syayiji yang mencaci-maki Syaikh Rabi’? Padahal Syaikh Rabi’ (dalam transkrip terjemahanmu!) telah memperingatkan dari mereka berdua: “Dia pendusta dan Syarif Hazza’ mubtadi’ seperti dia, semoga Allah memberkati antum semuanya dan ini adalah tuduhan dari mubtadi’udh dhalal (mubtadi’ yang sesat)… Kalian tahu itu? Ini semua kedustaan dan rekayasa. Semoga laknat Allah atas mereka”(hal.04)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa engkau “melingkari” Abdurrahman Abdul Khaliq, Abdullah Sabt dan komplotannya? Perhatikanlah bahwa dirimu lebih memilih berkomplot bersama barisan pendusta yang telah dido’akan laknat oleh Syaikh Rabi’ hafidhahullah!!! Padahal Syaikh Rabi’ justru memerintahkan : “Ingkarilah Abdurrahman dan madzabnya, barakAllah u fiikum” (hal.06).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau bahkan tahu persis bahwa kelompokmu ini adalah sururiyyin dari nasabnya Muhammad Ibn Ibrahim al Khalaf (pendiri yayasan Al Sofwa, Unaizah, KSA) dari Salman Al-Audah Al-Bannawy (al Bannawy – pengikut Hasan Al Banna) ! Mereka adalah Ikhwaniyyin-Quthbiyyin-Turatsiyyin dari nasabnya Syarif ibn Fu’ad al Hazza’ mubtadi’-pendusta, dari Abdurrahman Abdul Khaliq (Yayasan Ihya’ut Turats al Kuwaiti) ! Mereka adalah hizbiyyin-ikhwaniyyin dari nasabnya Al-Haramain dan perselingkuhannya dengan Ikhwanul Muflisin!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka sodorkanlah kepada anak yang miskin ini, bukti yang menunjukkan bahwa komplotanmu memiliki tazkiyah dari masyayikh salafiyyin terhadap kakekmu Salman Al-Audah. Tunjukkan pula siapa masyayikh yang ridha dengan dakwahnya jaringan Abdurrahman Abdul Khaliq! Dan sebutkan para ulama yang telah mentazkiyah (merekomendasi) hizbiyyin, wahai komplotan hizbiyyun – Allahu yahdik – semoga Allah menunjuki kalian ! Kalau engkau tidak mampu menunjukkannya, maka cukuplah itu menjadi tambahan gelarmu sebagai salah seorang pendusta yang memperkuat barisan dusta para pendusta!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah , dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS An Nahl 105).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyedihkan sekali ternyata engkau adalah lulusan S1 Universitas Islam Madinah, memalukan i karena engkau juga mendapatkan S2 disana, bahkan memilukan bahwa seseorang yang menempuh program doctoral di Madinah ternyata bertekuk lutut di bawah kaki dakwah dinar hizbiyyah!! Wal ‘iyadzubillah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imran 185)&lt;br /&gt;“Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS Ar Ra’d 26)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.” (QS Huud 15)&lt;br /&gt;“Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Huud 16)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS Al Israa 1 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulunya engkau hinakan, sekarang tlah engkau muliakan,&lt;br /&gt;Dulunya engkau hizbi-kan, betapa sekarang tlah engkau ‘salafy’-kan,&lt;br /&gt;Dulunya engkau ingkari, ternyata balik engkau lingkari,&lt;br /&gt;Dulunya engkau perangi, sekarang tlah engkau temani,&lt;br /&gt;Dulunya engkau jarh dan sekarang tlah engkau ta’dil,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah jarh yang lebih didahulukan daripada ta’dil wahai caldok?&lt;br /&gt;Apa yang dijarh oleh Caldok ini? Sururi dan Quthbi!&lt;br /&gt;Apa pula yang di ta’dil oleh Caldok ini? dinarnya hizbi!&lt;br /&gt;Walhasil, dulunya engkau bela manhaj salafy,&lt;br /&gt;Dan sekarang engkau tlah menjadi pembela dinarnya hizbi!!&lt;br /&gt;Wallahul musta’an,&lt;br /&gt;Na’udzubillah minal hizbiyyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau telah membatalkan transkrip yang telah engkau terjemahkan sendiri tentang sesat dan hizbiyyahnya komplotanmu sekarang ini! Maka apakah salafiyyin menjadi “silau” ketika mereka melihat seonggok pasir hitam di pinggir jalan ? Walaupun para “pemimpi dinar” di sekitarnya menyebut-nyebut(nama)nya sebagai kilauan mutiara yang indah menawan? Sesungguhnya peperangan melawan hizbiyyun-ahlul batil belumlah usai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesabaran yang terkikis habis menjadikannya lari tunggang-langgang meninggalkan medan perang ini, “desersi” dan orang Jawa bilang “Tinggal glanggang colong playu”, diapun melarikan diri tuk meraih dinar al-kuwaity! Hanya satu baris kalimat yang layak terucap, Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, telah lari terbirit-birit seorang calon doctor meninggalkan medan dakwah yang penuh godaan ini!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas sudah, bukti ini menunjukkan kesimpangsiuran manhajnya Abdurrahman At Tamimi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Ketiga&lt;br /&gt;Tentu engkau sangat mengenal saudaramu Muhammad Ibn Ibrahim Khalaf (namanya sesuai manhajnya, orang yang memiliki hubungan istimewa dengan Salman Al-Audah Al-Qardhawy Al-Quthbiy Al-Bannawy), pendiri Al-Sofwa Al-Muntada! Bukankah engkau sangat akrab dengan tentara bayarannya yayasan Al Sofwa ? Jangan ingkari fakta ini, bahwa jelas Al Sofwa sangat akrab dengan nama-nama rekan engkau sendiri, Yusuf Utsman Baisa Lc, Aunur Rafiq Ghufran, Ainul Haris Umar Thayyib, Lc., M.Ag. Simak buktinya di http://www.salafy.or.id/download/alsofwah.zip&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketahuilah, bahwa Muhammad Khalaf -penulis buku “Daliluth Thalibah Al Mukminah,“ ini membawakan fatwa-fatwa fiqih Syaikh Utsaimin, namun patokan-patokan dakwah diambil dari pemikiran Salman Al Audah-seorang gembong besar Sururiyyin! Lagi-lagi engkau hantam saudaramu sendiri dan nenek moyang sururiyyun di Markaz Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh kami kagum atas “kerendahan diri“mu sehingga malu untuk menyebutkan nama-nama gembong Quthbiyyin dan Sururiyyin Indonesia di Markaz Al-Albani. Kenapa demikian? Karena mereka adalah rekan-rekanmu sendiri, adapun kami hanya membantumu menyebutkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Keempat&lt;br /&gt;Jangan berkelit wahai Abdurrahman At Tamimi. Bukankah rekan kalian hadir pada dauroh para da’i di Bogor yang mendatangkan gembong sururi Dr. Ibrahim Ad-Duwaisy seorang prototype Salman Al-Audah Al-Bannawy?&lt;br /&gt;Bukankah engkau mengenal dengan baik Yazid Abdul Qadir Jawwas dan kawan-kawannya? Mudir Yayasan Minhajus Sunnah, Bogor; Abu Nida’ Khomsaha Sofwan, Lc. (Mudir Yayasan Majelis At-Turats, Yogyakarta), Khalid Syamhudi, Lc (Ustadz di Ma’had Imam Bukhari), Nizar Sa’ad Jabal, Lc. (Mudir Ma’had Al-Irsyad Tengaran-Salatiga); Abu Haidar Al-Sundawy (Mudir Yayasan Ihya’u Al-Sunnah, Bandung), Asmuji Muhayyat, Lc. (Mudir Ma’had Imam Syafi’i); Ali Nur Abu Ihsan Al-Medani, Lc., MA. (Ustadz di Jazirah Sumatera Utara), Ust. Fariq Qashim Anuz (Ustadz di Jeddah Da’wah Center-Jeddah-KSA), Ust. Abu Hamzah A. Hasan Bashari, Lc.,M.Ag. (Da’i di Jawa Timur), Ust. Muhammad Dahri Qomaruddin, Lc (LIPIA Jakarta), Ust. Geis ibn Umar Bawazir (Al-Irsyad-Pemalang), . Masruhin Sahal (Mudir Ma’had Al-Tha’ifah Al-Manshurah, Kediri), Ust. Hasyim Rifa’i (Mudir Ma’had Baitus Shalihat, Kediri), Ust. Ade Hermansyah ibn Bunyamin, Lc. (Mudir Ma’had Al-Ma’tuq, Sukabumi), mereka semuanya hadir di acara tanggal 25 Rabi’ul Awwal - 01 Rabi’ul Akhir 1421H) yang menghadirkan ‘Syaikh’ Muhammad ibn Ibrahim Al-Kholaf dari Unaizah-KSA (pendiri Al Sofwa, jelmaan Al Muntada Al Islamy cabang London pimpinan Muhammad Surur, seorang quthby tulen) dengan didampingi oleh Ust. Musthafa Aini, Lc (Ketua Dept. Da’wah-ALSOFWA, seorang Quthbi tulen) dan Zainal Abidin ibn Syamsuddin, Lc (Wakil Ketua Dept. Da’wah-ALSOFWA). Semuanya terangkai dengan indah dan dilaporkan di website Al Sofwa, http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&amp;amp;id=41&amp;amp;id_layanan=26.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah acara tersebut bertempat di Ponpes Yatim Ibnu Taimiyyah, Cijeruk-Bogor, padahal kami tahu bahwa pondok ini akrab dengan hizbiyyun Ihya’ut Turats dan Al Haramain Foundation :&lt;br /&gt;“Pondok ini (Ponpes Yatim Ibnu Taimiyyah) secara operasional berada dibawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta. Pondok yang berareal 1,5 hektar ini, secara fisik berdiri pada tahun 1993 dibangun atas bantuan para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia dan dari para muhsinin Saudi Arabia melalui Al-Haramain Al-Khairiyyah.” Demikian kutipan dari website http://majalah.aldakwah.org, milik L-Data pusat Jakarta pimpinan Muhammad Yusuf Harun, MA, penerjemah TOP Al Sofwa yang akrab dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;Betapa “istiqomahnya“ dirimu membongkar aib rekan-rekan engkau sendiri di Markaz Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Dan Allah sebaik-baik pembalas makar (tipu daya). (QS Ali Imran 54)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kelima&lt;br /&gt;Ketika di Saudi Arabia Syaikh Rabi’ bin Hadi membicarakan kesalahan-kesalahan Salman Al-Audah, Safar Hawali, Aidl Al-Qarni, Abdurrahman Abdul Khaliq dll, namun justru Abu Nida’ cs (Sururiyyin-Turatsiyyin) berkata “Kita menunggu Kibarul Ulama”. Ternyata lebih dari dua puluh ulama yang telah mentahdzir (memperingatkan keras) Abdurrahman Abdul Khaliq dan menjelaskan hizbiyyahnya Jum’iyyah Ihya’ut Turats Al-Kuwaity dan Al-Haramain, termasuk Syaikh Ali Hasan sendiri (murid Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah) bukan ? Sampai sekarang mana bukti ucapan itu? Kibarul ulama manalagi yang kalian tunggu, apakah menunggu kibarul Ikhwani?! Engkau tahdzir lagi dirmu sendiri dan rekan-rekan engkau di Markaz Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Keenam&lt;br /&gt;Ketika salafiyyin mendapatkan selebaran fatwa Ha’i ah Kibarul Ulama tentang rekomendasi perintah penangkapan terhadap Salman Al-Audah cs, Abu Nida’ diam, tidak mau mengakui bahkan membelanya, buktinya dia justru membacakan buku Salman “Akhlaqud Da’i yah” di Solo! Salut atas “konsistensimu” dalam melawan rekan engkau sendiri, yakni Abu Nida cs, di Markaz Al-Albani !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Ketujuh&lt;br /&gt;Abdurrahman At Tamimi melanjutkan : “Demikian juga dari kalangan sekuler…“ (hal 15). Apakah termasuk didalamnya para penyeru demokrasi, menyanyi, ulang tahun ala barat wahai Abdurrahman ?! Jika engkau menjawab benar, maka kami bantu lagi engkau menjelaskannya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah isi situs kalian sendiri yang berhasil “ditangkap basah” oleh Salafy.or.id (Situs di bawah ini sudah dimatikan untuk menghilangkan bukti-bukti hizbiyyahnya, akan tetapi –alhamdulillah- kami telah menyimpang hardcopy dan softcopynya sebagai bukti, red)&lt;br /&gt;Berikut kutipan dari http://www.salafy.or.id/download/alirsyad.zip :&lt;br /&gt;“(4) Nama file www.alirsyad-alislamy.or.id_lensa 1. html, berisi praktek demokrasi ala yunani, pemilihan ketua, foto-foto wanita, ikhtilat, muamalah hizbiyah muktamar dan sidang paripurna.&lt;br /&gt;(5) Nama file www.alirsyad-alislamy.or.id_lensa 3. html, berisi foto-foto, ikhtilat pengurusnya, acara bid’ah Haflatul Ied 23 Syawal.&lt;br /&gt;(22) Nama file www.infoalirsyad.com_edisi 59_index-5. html, berisi menghalalkan Extrakurikuler musik di MI Al-Irsyad Madiun.”&lt;br /&gt;(Lihat di Download Center, www.salafy.or.id/download.php nama file alirsyad.zip)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekian banyak bukti dan cukup tiga sebagai contohnya. Jangan terlalu “rendah diri“ - wahai Abdurrahman - untuk jujur menyampaikan di Markaz Al-Albani bahwa : “Penghalang terbesar dakwah salafiyyah ada di rumah tanggamu sendiri yakni Al-Irsyad!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kedelapan&lt;br /&gt;Tentang LIPIA-Jakarta, Abdurrahman berkata : “Namun sangat disayangkan lulusan dari Ma’had ini (LIPIA, red) tidak mengetahui banyak tentang hakekat manhaj salaf, kebanyakan mereka berakidah salafiyyah sesuai dengan pelajaran yang diajarkan di negeri mereka hanya saja manhaj mereka Ikhwani (berpemahaman ikhwanul muslimin) yang menyimpang, bahkan banyak diantara mereka sesudah itu bergabung dengan kelompok-kelompok (hizbiyah) Islam di negeri ini, dan yang berada pada barisan terdepannya adalah partai keadilan “Al-Ikhwani” dan mereka menjadi pemimpin pada partai ini.” (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - hal 14. Website ini lebih tepat disebut salafy irsyadi, karena lebih sarat muatan ke-Al -Irsyadan-nya.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih ingat bukan dengan saudaramu Abdul Hakim Abdat (da’i Al Sofwa-Al Haramain) yang diakui oleh pengikutnya sebagai ahli hadits dari Jakarta itu? Dia juga hadir dalam acara bersama Al Haramain Foundation, akrab dengan tokoh ikhwani Indonesia, tokoh PKS, yakni Dr. Mushlih Abdul Karim (S-3 Konsentrasi Tafsir Al-Qur’an, Univ. Islam Madinah-KSA dan Dosen LIPIA) dan Muhammad Yusuf Harun, MA (Magister Konsentrasi Aqidah, Univ. Islam Madinah-KSA, Dosen LIPIA, dan Direktur L-DATA), pengampu website aldakwah.org yang kental nuansa ikhwanul musliminnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami menyimpan bukti kaset suara Abdul Hakim Abdat ketika ceramah di Riau yang memuji dan membela LIPIA dan lulusannya : “ LIPIA bagus “ ( walau guru dan muridnya banyak sekali yang ikhwani?!-pen). “…..Dan dari lembaga ini keluar anak-anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus ……”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara engkau sendiri (Abdurrahman At Tamimi) menyatakan : “Namun sangat disayangkan lulusan dari Ma’had ini tidak mengetahui banyak tentang hakekat manhaj salaf.. “ (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - Hal 14).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semakin banyak saja saudaramu sendiri yang engkau “habisi” di Markaz Al-Albani, Abu Nida’ cs, para dai Ihya’ut Turats, para dai Al Sofwa, Kholid Syamhudi, Yusuf Utsman Ba’isa, Yazid Abdul Qadir Jawwas, Abdul Hakim Abdat dan lainnya.&lt;br /&gt;Ya Abu Auf Abdurrahman, janganlah “terlalu dipikirkan” sambutan dari anak ingusan lagi bodoh ini - sebagaimana ucapanmu di Markaz Al-Albani : “Akan tetapi yang paling menyayat-nyayat jiwa kami adalah sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang yang berbuat “ghuluw” (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi kami lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh “ (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - hal.15).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidakkah engkau menyadari! Adalah hal yang biasa jika anak kecil masih ingusan, tentu juga karena umurnya yang masih sangat muda sehingga banyak hal yang belum dia ketahui (masih lugu, bodoh). Barulah menjadi hal yang luar biasa jika engkau adalah orang yang sudah dewasa tetapi masih tetap jahil, bodoh dan tidak mau mengakui kejahilannya !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal penting rupanya yang luput dari jangkauanmu, bahwa mayoritas (anak-anak yang masih ingusan, lugu) hati-hati mereka masih bersih, fithrahnya masih lurus, belum mengenal tipu daya dan dusta, serta tidak terlintas sama sekali untuk “tergoda” merasakan dinarnya muassasah (yayasan) hizbiyyah, “minuman” yang dapat membikin mabuk kepayang dan lupa daratan para dai yang berjubah salafy di yayasan Al Sofwa, Al Irsyad dan At Turats itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seteguk dia rasakan dinarnya,&lt;br /&gt;Kok Serasa nyaman di badan,&lt;br /&gt;Akhirnya ….&lt;br /&gt;Bergelas-gelas dihabiskan&lt;br /&gt;Perut membuncit…&lt;br /&gt;Hati nurani pun menyempit,&lt;br /&gt;Mata menjadi sipit,&lt;br /&gt;Selebar koin dinar Kuwait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh suatu kenyataan yang tidak hanya menyayat-nyayat jiwa kami, tetapi keadaan itu sangat dan sangat memilukan serta memalukan, karena hal itu justru dilakukan oleh para dai yang telah berumur dewasa, bahkan bergelar dan berijazah, memiliki madrasah, bergaul dengan para ulama Ahlusunnah, mampu menerbitkan buku dan majalah. Demikianlah, fitnah dinar hizbiyyah telah menjadikan semua itu tiada memiliki arti dan makna di sisi Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau adalah orang tua, yang seharusnya memberikan teladan untuk mengajarkan kebenaran dan mendidik anak-anak (seperti kami ini), menjauhkan mereka dari dusta dan kepalsuan ! Walhasil, mabuk kepayang akibat “minum” dinar hizbiyyah, diri sendiri dan saudara-pun ditahdzir di Markaz Al-Albani! Sungguh mengenaskan nasib rekan-rekan engkau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah!&lt;br /&gt;Katakan kepada mereka ucapan seorang penasehat. Dan haknya nasehat untuk diperhatikan!&lt;br /&gt;Kapan manusia tahu dalam agama Islam&lt;br /&gt;Bahwa dusta adalah sunnah yang diajarkan?&lt;br /&gt;Dan bolehnya makan “dinar” dengan cara “hizbiyyah”?&lt;br /&gt;Pundak memanggul,&lt;br /&gt;Tubuhpun jatuh tersungkur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai akal dan pikiran&lt;br /&gt;Tidakkah ada diantara kalian yang mengingkari hizbiyyah?&lt;br /&gt;Ketahuilah,&lt;br /&gt;Masjid-masjid kita dihinakan dengan suara-suara dinar,&lt;br /&gt;Sementara mereka…&lt;br /&gt;memuliakannya dengan jualan tersebut!&lt;br /&gt;Kalaulah bukan arak di badan,&lt;br /&gt;Sesungguhnya dia…&lt;br /&gt;Arak akal yang membuat mabuk kepayang&lt;br /&gt;Lihatlah kepada para “pemakan” dinar!&lt;br /&gt;Setelah mereka “memakan” hati nuraninya&lt;br /&gt;Hukumkan!&lt;br /&gt;Mana diantara dua arak yang paling benar?&lt;br /&gt;Dinar hizbiyyah ataukah dusta di sisi Allah ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman at Tamimi –Allahu yahdikum.&lt;br /&gt;. Benarkah ucapanmu bahwa : “Mereka berakidah salafiyyah hanya saja manhaj mereka Ikhwanul Muslimin yang menyimpang? ”. (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania, hal.3).&lt;br /&gt;Kalau benar, tentu tidak akan ada di muka bumi ini orang-orang Ikhwani yang marah dan murka, ketika para Masyayikh menjelaskan dan membongkar kedok kesesatan Aqidah Hasan Al-Banna, Sayyid Qutb dan Kibarul Ikhwan lainnya ! Padahal, kenyataannya mereka (Ikhwani) marah dan murka. Apakah engkau akan mengatakan : “ Wahai orang-orang IM, jangan marah kepada masyayikh, yang dibongkar khan cuma kesesatan aqidahnya (bukan manhajnya!) Sedangkan aqidah kita kan sama-sama salafiyyah?! Tidak benar marah kalian itu ! ”. Demikiankah pak tua ?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidaklah heran jika anak didik kalian sampai-sampai berkata : ”Yang penting kan aqidahnya!” Walaupun Ikhwani tapi aqidahnya kan salafy! Benar dia adalah anggota firqah Tabligh (Jama’ah sumbu wal kompor) tetapi beraqidah salaf!” Ya Subhanallah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, bagaimana mungkin Abdurrahman ini mengumpulkan dua perkara yang saling bertentangan (Salafy dan Ikhwani) ?! Alangkah miripnya ucapan Abdurrahman At Tamimi dengan ucapan yang pernah dilontarkan oleh gembong dari segala gembong Ikhwani yaitu Hasan Al-Banna!! Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah (dalam Raddul Jawab ‘ala man Thalaba minni ‘adama Thab’il Kitab) ketika membantah fatwa Syaikh bin Jibrin yang membela Hasan Al-Banna menyatakan : ”Kedelapan, terangkan kepadaku mengenai tindakannya mengumpulkan beberapa hal yang saling berlawanan dalam menerangkan sifat dakwahnya (dengan pernyataan) bahwa dakwahnya adalah dakwah salafiyyah, thariqahnya sunniyyah dan hakikatnya adalah sufiyyah. Apakah mungkin ia dapat mengumpulkan antara perkara-perkara yang saling berlawanan itu (salafiyyah, sunniyyah dan sufiyyah)? Apakah mungkin berkumpul antara sufiyyah dan salafiyyah, juga antara sunnah dan sufi? Sesungguhnya mengumpulkan keduanya (salafiyyah dan sufiyyah) bagaikan menyatukan antara air dengan api”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Abdurrahman At Tamimi ! Apa bantahanmu terhadap jawaban Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi ini?! Dapatkah disatukan antara salafy dengan ikhwani?! Apakah engkau akan berkata :”Buktinya kami dengan ikhwaniyyin dapat bersatu dalam daurah-daurah yang kami hadiri!” Maka orang Sunda-pun menjawab:”Kalau itu mah bukan salafi’, tetapi sururi’ atuh! Hanya huruf akhirnya (i) saja’ yang sama’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, bagaimana mungkin engkau (dengan kecerdasanmu) menisbahkan kepada mereka berakidah salafiyyah HANYA KARENA sesuai dengan pelajaran yang diajarkan di negeri mereka. Kebatilan syubhatmu ini dapat disingkap dari 2 sisi :&lt;br /&gt;a. “Tidak setiap orang yang belajar buku-buku salaf berarti dia salafy!”. Engkau yang lulusan Universitas Cairo-Mesir (negeri IM dilahirkan) dapat membuktikan kebatilan ucapanmu itu, dengan menanyakan kepada tentara bayaran hizbiyyin yang kebetulan lulusan Universitas Madinah! Bahkan jawablah dengan jujur - wahai Abdurrahman- , penggede PK Al-Ikhwanimu itu, apakah lulusan S3 dari Madinah?! Apakah dia beraqidah salaf?! Allahu yahdik!&lt;br /&gt;b. “Tidak setiap pengajar buku-buku salaf berarti dia salafy!”. Talbis (penyesatan, red) yang biasa kalian lontarkan yaitu:”Buku-buku pelajaran yang kami ajarkan menjadi saksi bahwa kami bukanlah hizbiyyin, sebagaimana yang kalian tuduhkan!” Jawabannya cukuplah kita nukilkan dari buku “Meruntuhkan Syubhat Hizbiyyin” hal. 57-58, perhatikan :”Tuduhan kami kepada kalian bahwa kalian sururi, bukan karena buku-buku yang kalian ajarkan, tetapi karena pemikiran dan sikap kalian yang sama dengan mereka (juga karena nasab “dinar hizbiyyah” kalian dengan Salman Al-Audah-pen). Tokoh-tokoh sururi yang diserang para ulama juga menggunakan buku-buku Salaf. Mereka menggunakan Syarah Aqidah Thahawiyah dan buku-buku yang lain. Bukankah ini kitab salaf? Tapi apa yang dilakukan ketika mensyarah? Mereka masukkan pemikiran-pemikiran sesatnya seperti yang dilakukan Safar Al-Hawali. Buku-buku itu dijadikan tameng untuk menutupi diri. Walaupun bukunya buku salaf, kalau pensyarahnya orang memiliki pemikiran salah, maka syarahnya juga salah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Demikian juga contohnya orang-orang NII. Mereka mengajarkan kitab Fathul Majid, Utsuluts Tsalatsah, Syarah Aqidah Thahawiyah dan lain-lain. Tapi syarahnya mereka simpangkan… Jadi tidak mesti orang yang mengajarkan kitab-kitab salaf berarti salafy”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja dengan kaidahmu ini, maka tidak salah jika dikatakan bahwa: “Engkau masih termasuk saudaranya Abu Bakar Ba’asyir, wahai Abdurrahman…” Bukankah “buku aqidah” kalian sama?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Menurut tesis S2 Sosiolog UGM, yang kini menjadi dosen IAIN, Drs. Sabarudin MSi, menyatakan bahwa Abu Nida’ sempat mengajar di Ponpes Ngruki binaan Abu Bakar Ba’asyir, dan menikahi santriwati disana sebelum mendirikan Yayasan At Turats Al Islamy. Sementara kesesatan Abu Nida, Kholid Syamhudi yang mengambil manhaj dan dana dari Ihya’ut Turats Al Kuwait oleh Abdurrahman At Tamimi justru dibela dan dicarikan kilahnya yang dimuat di website Abdurrahman at Tamimi (http://salafi.or.id/viewjawaban.php?pid=24 ) dengan judul “Bantuan Ihya At-Turots Kuwait” sbb : “Adapun pondok Imam Bukhari (pimpinan Kholid Syamhudi, rekan Abu Nida), benar yang engkau katakan (mengambil dana Ihya at Turats Kuwait), tapi perlu engkau ketahui bantuan itu tanpa ada tekanan atau persyaratan apapun.)”.&lt;br /&gt;Demikianlah upaya diantara mereka untuk saling bantu membantu dalam menetralisir keadaan ketika ada tekanan maupun pertanyaan yang merujuk pada keterangan para Masyayikh tentang hizbiyyah sesatnya Ihya’ut Turats. Tidak diragukan lagi, ini adalah bentuk pembelaan At-Tamimi tentang bolehnya menerima dinar hizbiyyah Ihya’ut Turats!!&lt;br /&gt;Simaklah firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?” (QS Al Baqarah 77)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini merupakan bukti dan sumbangsih nyata Abdurrahman At Tamimi atas keberadaan dakwah Sururiyyah di Indonesia, yang telah menerima kucuran dinar hizbiyyah dari Ihya’ut Turats Al Irsyad , Al Sofwa, Majelis At Turats, Ma’had Bukhari, Islamic Center Bin Bazz dan elemen-elemen hizbiyyah yang masuk jaringannya. Semoga engkau dapat mengambil manfaat dari kenyataan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kesembilan&lt;br /&gt;Siapakah “yang bergabung dengan kelompok hizbiyyah dan yang terdepan adalah Partai Keadilan Al-Ikhwani” - wahai Abdurrahman At Tamimi - ?! Untuk kesekian kalinya anak yang masih ingusan itu “memapah” mu untuk berjalan…&lt;br /&gt;Sekarang kita mengenal lebih dekat lagi dengan saudara engkau Muhammad Ibn Ibrahim al Khalaf dengan Al-Sofwa Al-Muntada miliknya. Bahkan dananya sudah sangat akrab dengan engkau dan rekan engkau, tetapi jangan takut dulu karena bukan itu yang sedang kami bahas pada poin ini. Lihat perselingkuhannya dengan partai keadilan al- ikhwani seperti ceramah engkau di Jordania. Berikut Ustadz, Muhammad As-Sewed yang akan membantumu menjelaskannya (Persaksian dan Kesaksian), berikut kutipan dari website salafy.or.id :&lt;br /&gt;(4). Membantu program-program ahli bid’ah baik dari kalangan pengikut tarekat shufiyah, Ikhwanul Muflisin ataupun NII (gerakan Khawarij di Indonesia-negara bawah tanah, satu komunitas dengan cacing, rayap dan orong-orong. Pemimpin NII adalah Khalifah angan-angan dengan menteri khayalan di negara impian!!-pen).&lt;br /&gt;(5). Mempekerjakan orang-orang yang tidak jelas manhajnya di dalam yayasan Al-Sofwa (Yayasan tong sampah !-pen).&lt;br /&gt;(6). Yang lebih jelas dari itu adalah hubungannya dengan Anis Matta (Sekjen PK Al-Ikhwani -kata Abdurrahman At Tamimi ) yang jelas-jelas tokoh Ikhwanul Muflisin di Indonesia. Saya pribadi pernah memergokinya bersama Anis Matta di Hotel Karya II, Jakarta. Maka saya menegurnya, kemudian dia beralasan hanya membantu program khusus bahasa Arabnya.&lt;br /&gt;(7). Hubungan eratnya dengan Ikhwanul Muflisin bertambah jelas ketika ia menitipkan istrinya bersama akhowat Ikhwanul Muflisin di Madrasah Ikhwanul Muflisin yaitu Al-Hikmah yang pernah melarang murid-murid wanitanya memakai cadar !&lt;br /&gt;(Dinukil dari Persaksian Ustadz Muhammad Umar As Sewed yang berjudul Persaksian Tentang Yayasan Al Sofwah, http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;amp;id_artikel=557)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara tokoh hizbiyyun, berpaham Ikhwanul Muslimin yang ada di yayasan Al Sofwa – selain Muhammad Kholaf – sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, dia tokoh PKS/Alharamain/syariahonline, kasetnya direkomendasikan untuk diperdengarkan ummat di website al Sofwa, (simak http://www.salafy.or.id/download/alsofwah.zip). Padahal Ahzami Sami’un di syariahonline terang-terangan mengambil pendapat Hasan Al Banna, Sayyid Quthb, Yusuf Qaradlawi, membela Ikhwanul Muslimin, melecehkan Salafy.&lt;br /&gt;2. Musthafa Aini, Lc (Alumni Fak. Da’wah dan Ushuluddin-Univ. Islam Madinah dan Ketua Dept. Da’wah, ALSOFWA), tokoh Al Sofwa yang kerap hadir dalam acara Al Sofwa sendiri, DDII, L-Data, seorang berpemikiran Quthby, simak di http://www.salafy.or.id/download/sururi.zip&lt;br /&gt;3. Dr. Mushlih Abdul Karim, MA (S-3 Konsentrasi Tafsir Al-Qur’an, Univ. Islam Madinah-KSA dan Dosen LIPIA), da’i Al Sofwa sekaligus pendiri PKS, tokoh Al Haramain dan Syariahonline. Simak di http://www.salafy.or.id/download/alsofwah.zip&lt;br /&gt;4. Muhammad Yusuf Harun, MA (Magister Konsentrasi Aqidah, Univ. Islam Madinah-KSA, Dosen LIPIA, dan Direktur L-DATA), da’i Al Sofwa sekaligus pengampu website aldakwah dan majalah Al Dakwah produk L-Data, yang banyak mengadopsi pikiran tokoh Ikhwanul Muslimin, simak di http://www.salafy.or.id/download/sururi.zip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berarti sudah dua kali engkau hantam saudaramu sendiri - wahai Abdurrahman - karena perselingkuhannya dengan Partai Keadilan Al-Ikhwani, baik yang bersemayam di Al Sofwa dan LIPIA, dalam ceramahmu di Markaz Al-Albani!&lt;br /&gt;Kita lanjutkan lagi - wahai Abdurrahman - Allahu yahdikum…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kesepuluh&lt;br /&gt;Engkau tentu kenal dengan saudaramu yang lain yakni Abdullah Hadrami As-Sururi Al-Pramuki (Nisbat kepada pramuka/pramuki, da’i senyum sana-senyum sini, da’i disini senang-disana senang). Al-Pramuki ini satu komplotan dengan Agus Hasan Bashari M.Ag (Alumni LIPIA, Magister Unmuh Malang) dari Al-Sofwah- Al-Haramain cross link (simak di http://www.salafy.or.id/download/alsofwah.zip).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdullah Hadrami kini menjadi corong-corongnya dakwah hizbiyyah di Malang. Dia juga diundang untuk mengajar orang-orang PK Al-Ikhwani (seperti ucapanmu) di kantor Pelayanan Pajak Batu Malang (biasanya diisi oleh ketua PK Al-Ikhwani) ! Selain itu, dia juga punya kajian ummahat pada hari Senin ba’da Ashar di gedung Fathimah –di sebelah rumahnya-, Apa keistimewaannya? “Da’i gaul” ini bisa “liat abis”, maksudnya seluruh hadirat, muslimah yang hadir tanpa hijab! Kajian yang 99,9% dihadiri wanita dan hanya 0,1% prianya yakni dirinya sendiri -satu-satunya pria- yang hadir, qadarullah penulis mengetahui sendiri kejadian ini! Walaupun rajul ini hanya da’i lokal, namun sepak terjangnya berskala nasional (jangan bangga dulu). Betapa tidak, ketika ramainya musim kampanye kemarin, di Malang dia ikut hadir dalam pertemuan dengan tokoh nomor satu dari PK Al-Ikhwani - seperti ucapanmu wahai Abdurrahman - yaitu DR.Hidayat Nurwahid MA dan bahkan dia pula yang membacakan do’anya pada pertemuan itu!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inikah manhaj salaf? Inikah teladan a’i mmah? Siapa engkau siapa masyayikh?! Dimana pula engkau lemparkan prinsip-prinsip Al-Wala’ dan Al-Bara’ itu? Jangan coba-coba lagi engkau menipu ummat dengan mengaku sebagai murid Syaikh Utsaimin!! Dan kalaupun betul engkau adalah murid Beliau, apakah ini dapat menjadi hujjah atas benarnya “pergaulan bebas”mu?! Washil bin Atha’-pun dulunya adalah murid dari Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah bencana dari hasil muammalah hizbiyyah, sehingga tanpa disadari, satu persatu (maaf) penutup auratnya ditanggalkan dan tanpa rasa malu –sedikitpun- mereka berlarian kesana kemari mempertontonkan “aurat hizbiyyahnya”! Na’udzubillah minal hizbiyyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya bendera SALAF mereka kibarkan terbalik sehingga tertulis FALAS (baca:VALAS). “Siapa yang berani membeli dakwah kami dengan harga yang tinggi?” Itukah teriakan para pialang dakwah di gedung ‘Bursa Efek Dakwah Dinar (BEDD)’ yang berlangsung dengan ramainya? Maka betapa terpukulnya si Abdullah Hadrami Al-Pramuki ini - wahai Abdurrahman - ketika dia menerima teks tahdzir ceramahmu, mengingat perselingkuhannya dengan dedengkot PK Al-Ikhwani (serta kemesraan hubungannya dengan orang-orang PK Al-Ikhwani Malang) yang engkau hantamkan di Markaz Al-Albani. Perbuatanmu itu telah “membahayakan karirnya” di kalangan ikhwaniyyin, wahai Abdurrahman…! Tega nian dirimu ini!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukti Kesebelas&lt;br /&gt;Abdurrahman At Tamimi berkata :“ …….. dengan diadakannya “Dauroh Syar’iyyah tentang Aqidah dan Manhaj “ oleh Ma’had kami, Ma’had Ali Al-Irsyad Al Islami yang bekerja sama dengan Markaz yang mulia ini, mempunyai dampak positif yang nyata/produktif dalam menyebarkan dakwah Salafiyyah dan memahamkan aqidah yang benar kepada manusia dan juga “Manhaj” (metode) yang benar, serta berdakwah dengan hikmah dan cara yang baik, jauh dari sikap “ghuluw” berlebih-lebihan dan melampui batas”. (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - Hal 15).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”……… dan banyak manusia telah mendapatkan manfaat dari mereka. Dauroh tersebut telah berlangsung selama tiga tahun (segala puji bagi Allah )’. (Pidato Sambutan Mudir Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, Abdurrahman At Tamimi, tanggal 1-3 Juli 2004, di Markaz Al Imam Al Albani Jordania - dipublikasi oleh salafi.or.id - Hal 15).&lt;/p&gt; Sekarang giliran orang yang paling engkau kenal, lebih dari siapapun, yaitu dirimu sendiri, wahai Abdurrahman ! Jangan berdusta, wahai Abdurrahman ! Bagaimana banyak manusia telah mendapatkan manfaat daurah itu, mempunyai dampak positif yang nyata. Sementara fatwa-fatwa penting masyayikh tersebut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-2436331318148071?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/2436331318148071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=2436331318148071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2436331318148071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2436331318148071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/apa-kabar-saudaraku-salafy.html' title='apa kabar saudaraku salafy???'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-8787232205279324268</id><published>2008-06-09T23:15:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T23:17:35.893-07:00</updated><title type='text'>ALLAH SAYANG KITA</title><content type='html'>&lt;h3 class="storytitle" id="post-46"&gt;   &lt;a href="http://almiskeenah.blogsome.com/2006/07/09/phenomena/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Phenomena"&gt;Phenomena&lt;/a&gt;   &lt;span class="meta"&gt;[&lt;a href="http://almiskeenah.blogsome.com/category/phenomena/" title="View all posts in Phenomena 01" rel="category tag"&gt;Phenomena 01&lt;/a&gt;] — almiskeenah @ 6:21 pm&lt;/span&gt;  &lt;/h3&gt;    &lt;p&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/BAS363.jpg" alt="" border="0" height="194" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img alt="" src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/creamheader1.jpg" border="0" height="200" width="415" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Volcanoes.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;No kind of calamity can occur, except by the leave of Allah: and if anyone believes in Allah, (Allah) guides his heart (aright): for Allah knows all things.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (64:11)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jabel Abiyadh White Mountain.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/vol3.jpg" alt="" border="0" height="284" width="435" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;This is part of a cluster of volcanoes north east of Madinah. Stark evidence of the Qudrat of Allah Ta’ala. How easy it is for Him to cause cataclysmic forces from deep below the Earth’s crust, spewing forth a boiling inferno of masses of molten rock and lava, acrid gasses and suffocating smoke. Harsh reminders that His Hell is far worse. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The topography of this area is the result of intense volcanic and seismic activity triggered by Allah’s Command, to move the tectonic plates that formed the Arabian Peninsula tearing away from Africa eons ago.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/vol.jpg" alt="" border="0" height="311" width="272" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The black remains of lava flow, Harrah, weaves south from Madinah almost to Makkah. The Madinah eruption in 654 AH (1258 AD) forms part of this much earlier feature. (see the map in the article linked below)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The landscape is spectacular in its diversity as the result of this ancient activity. Shiny black swathes, like a gooey melted treacle give way to surreal clumps of basalt, deep ravines suddenly appear as if attacked by a huge clever. Vegetation is almost non-existent in these desolate areas. Amazingly so, enough to see camels sauntering and eating from the sparse spindly growth! Allahu Akbar. SubhanAllah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/vol2.jpg" alt="" border="0" height="282" width="434" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Juxtaposed to this massive black Harrah, perfect volcanic cones pierce the surrounding flat somber landscape, many discernable on the highway south towards Makkah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img alt="" src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/Madinahlava.jpg" border="0" height="336" width="401" /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jabal Abiyadh is clearly defined as a light area to the east of the black Harrah on the satellite image. This enormous pale cone appears as if trickled with honey, is in sharp contrast to the ink splotched area it hugs&lt;br /&gt;Notice how close the flow came to the eastern side Jabal Uhud, which is the reddish brown area directly north of Masjid Nabawi.  &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a target="_self" href="http://almiskeenah.blogsome.com/go.php?http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200602/volcanic.arabia.htm"&gt;It started with tremors.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Citizens, pilgrims and visiting traders in Madinah all felt them. The new moon had announced the start of Jumada al-Akhira, the sixth month of the year 654 of the Muslim, or hijri, calendar— ad 1256 of the Gregorian calendar. Over the next four days, the tremors became more frequent and more intense. On the morning of the fifth day, a Friday, at least 18 shocks occurred, and as people prepared for midday congregational prayers at the Prophet’s Mosque, a strong earthquake rocked Madinah, spreading alarm throughout the city and in outlying villages.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The above is an excellent article with stunning photographs, which I have uploaded here. A must read for learning more about this unique area that Allah Ta’ala has chosen for the birth and propagation of this glorious Deen. ‘The Madinah Eruption’ insert describes the intensity of this historic event.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Narrated Abu Hurairah RadhiAllahu anhu Allah’s Apostle SallAllahu alaihi wasallam said, "The Hour will not be established till a fire will come out of the land of Hijaz, and it will throw light on the necks of the camels at Busra." This proved to be true with various reports detailing how the Bedouins saw the necks of their camels and the light was enough to read by in places as far away as a five day journey!&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;The Prophet SallaAllahu alaihi Wasallam had a dream where Allah Ta’ala told him to tell Umar Radhiallahu anhu, that there will be a volcano during his Khalifat and when it happens he is to find a Sahaba called Tamin Ad Dar and tell him to go to the source of this volcano and put his hands up and tell it to stop. And true enough, during the Khalifat of Umar Radhiallahu anhu when the volcano was erupting Umar Radhiallahu anhu found this Sahaba and told him what to do….of course he was taken aback and said he had no such powers, but due to his Tawakkal and Yaqeen on Allah Ta’ala, went and did as instructed….and hence the miracle that Madinah was spared. Subhanallah. A truly incredible sign from the Signs of the Almighty Ta’ala. This place is very nearby and amazing to visit…as of course are all the places around in around Madinah. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Allah has full power and control over His affair; but most of mankind know it not. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(12:21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  All good is from Allah Ta’ala whereas mistakes are from this humble speck. May Allah Ta’ala Bless all readers, bringing you all closer to Him and His Rasul SallAllahu alaihi wasallam. Ameen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-8787232205279324268?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/8787232205279324268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=8787232205279324268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8787232205279324268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8787232205279324268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/allah-sayang-kita.html' title='ALLAH SAYANG KITA'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-7018644260255158173</id><published>2008-06-09T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T23:15:05.734-07:00</updated><title type='text'>Allah MALIK</title><content type='html'>&lt;h3 class="storytitle" id="post-65"&gt;   &lt;a href="http://almiskeenah.blogsome.com/2006/07/31/the-grave/" rel="bookmark" title="Permanent Link: The Grave"&gt;The Grave&lt;/a&gt;   &lt;span class="meta"&gt;[&lt;a href="http://almiskeenah.blogsome.com/category/the-grave/" title="View all posts in The Grave." rel="category tag"&gt;The Grave.&lt;/a&gt;] — almiskeenah @ 11:06 pm&lt;/span&gt;  &lt;/h3&gt;    &lt;p&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/greenh.jpg" alt="" border="0" height="314" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;The Grave.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;The sincere seeker spends their entire life preparing for death, as they realize that it is merely a bridge, that by crossing it will lead them closer to the Generous One, Al-Muhyi, the Giver of Life and Al-Mumit, the Taker of Life.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Standing transfixed, peering through the massive fence of Jannatul Baqi, touches so deep in the heart. Thousands upon thousands of the most Illustrious Sahabah RadhiAllahu anhum, and thousands more respected scholars and pious people gracing this revered ground. At certain times of the day the light appears unwordly, dramatically highlighting the simple rough stones marking the graves which seemed bleached by the centuries of searing heat. Pigeons tirelessly flutter; the sound of their flight to and from the Green Dome creating a muffled tone in an eerie acoustic concerto. The swish of the sweepers’ brooms brushing the excess seed thrown for the birds, into mounds adds to the reverie. The ambience is surreal, pushing one to unusual depths of contemplation. The Sakeenah so tangible, a deafening hush pervades the space.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img alt="" src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/100_0134.jpg" border="0" height="333" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Then He causes him to die, then assigns to him a grave. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="qurandatasmall"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="qurandata"&gt;80:21&lt;/span&gt;&lt;span class="qurandatasmall"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Wherever you are, death will find you out, even if you are in towers built up strong and high!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(4:78)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Every soul shall taste death in the end; to Us shall you be brought back.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (29:57)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Say: "The death from which you flee will truly overtake you: then you will be sent back to the Knower of things secret and open: and He will tell you (the truth of) the things that you did!" &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(62:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the Angel of Death takes away the soul of a person, the Angel asks Allah Ta’ala, ‘Shall I place it with the souls of the mu’mineen believers or with those of the non-believers?’ Insha’Allah we occupy ourselves with this concern, contemplating what command will be given to Malakul Maut when the time for our soul to be extracted is suddenly upon us. Our other concern is whether we are prepared for the trial in the Qabr. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The Prophet SallAllahu alaihi wasallam used to seek refuge in Allah Ta’ala from five things; cowardliness, niggardliness, the evils of old age, evil thoughts, and punishment in the grave. And another narration states that Allah’s Apostle SallAllahu alaihi wasallam used to invoke Allah Ta’ala: "Allahumma ini a’udhu bika min ‘adhabi-l-Qabr, wa min ‘adhabi-nnar, wa min fitnati-l-mahya wa-lmamat, wa min fitnati-l-masih ad-dajjal." (O Allah! I seek refuge with you from the punishment in the grave and from the punishment in the Hell fire and from the afflictions of life and death, and the afflictions of Al-Masih Ad-Dajjal.) &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;The Best of Mankind SallAllahu alaihi wasallam, the most loved by Allah Ta’ala from His entire creation used to seek refuge from the grave! May we be aware, awake, diligent, obedient, knowing, repentant, remorseful, prepared!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day when the Prophet SallAllahu alaihi wasallam went out from the prayer he saw the people looking as if they were grinning he said, "If you were to keep much in the remembrance of death, which is the cutter-off of pleasures, it would distract you from what I see. Keep much in the remembrance of death which is the cutter-off of pleasure, for a day does not come to the grave without it saying, ‘I am the house of exile, I am the house of solitude, I am the house of dust, I am the house of worms.’ When a believer dies the grave says to him, ‘Welcome and greeting; you are indeed the dearest to me of those who walk upon me. I have been given charge of you today and you have come to me and you will see how I shall treat you.’ It will then expand for him as far as the eye can see and a door to Paradise will be opened for him. But when the disbeliever is buried the grave says to him, `No welcome and no greeting to you; you are the most hateful to me of those who walk upon me. I have been given charge of you today and you have come to me and you will see how I shall treat you.’ Abu Sa’id told that Allah’s Messenger SallAllahu alaihi wasallam indicated it by interlacing his fingers, demonstrating how the ribs would be squeezed so forcefully they would interlace in a like manner. The earth will be told to press him and continue to press till his ribs are clasped together and he will not be relieved of the torment till Allah Ta’ala resurrects him from his resting-place.&lt;br /&gt;Then he said, "Seventy dragons will be put in charge of him of such a nature that if one of them were to breathe on the earth it would produce no crops as long as the world lasted, and they will bite and scratch him till he is brought to the reckoning." He also reported Allah’s Messenger SallAllahu alaihi wasallam as saying. "The grave is one of the gardens of Paradise, or one of the pits of Hell."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/h0000004.jpg" alt="" border="0" height="336" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Narrated Ibn ‘Umar from his father RadhiAllahu anhuma: The Prophet SallAllahu alaihi wasallam said, "The deceased is tortured in his grave for the wailing done over him." &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Narrated Anas bin Malik: The Prophet passed by a woman who was weeping beside a grave. He told her to fear Allah and be patient. She said to him, "Go away, for you have not been afflicted with a calamity like mine." And she did not recognize him. Then she was informed that he was the Prophet SallAllahu alaihi wasallam. So she went to the house of the Prophet SallAllahu alaihi wasallam and there she did not find any guard, so she approached him and said, "I did not recognize you." He said, "Verily, patience is at the first stroke of a calamity." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The deceased hears the sound of the footsteps as the people retreat from the burial. He is now left only with his deeds. His wealth and family depart, and at that moment he is asked: O so and so! Who is your Lord, what is your religion, and who is your Prophet? He will reply: My Lord is Allah. My religion is Islam. My Prophet is Muhammad the Messenger of Allah. Who made you aware of this? He will reply: I read Allah’s Book, believed in it, and considered it true; which is verified by Allah’s words: &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Allah will keep firm those who believe with a Word that stands firm in this world and in the Hereafter.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (14.27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the Angels question the believer in the grave and he answers correctly a voice cries out from Heaven that the slave of Allah Ta’ala has spoken the truth, and he will be supplied with delights from Jannah, and clothing from Jannah and a door will open for him as a window into the Jannah, with it’s fragrance and scent filling his grave, and it is expanded as far as the eye can see. Some narrations say it measures seventy cubits by seventy cubits, and the space is illuminated for them.  A man with a handsome face, fine clothing and pleasantly perfumed comes to the inhabitant giving them the glad tidings from Allah Ta’ala, of everlasting joy in Gardens Divine. They are told that this is the day you were promised. The deceased asks who they are and are told that this is your righteous good deeds. A door to Jahannam is briefly opened and they are told that this would have been your place had you disobeyed Allah Ta’ala. When they see what is in Jannah, they will say, "O Lord, hasten on the hour." They are told be calm and at ease, and to sleep like a newly wed bride.&lt;br /&gt;When a bride sleeps none other than her beloved awakens her. Similarly, the believer sleeping in their grave will be awakened by none other than his True Beloved, Allah Ta’ala on the Day of Judgement. When the newly wed bride awakens she sees the face of her husband. And when the sincere seeker awakens, Insha’Allah they will behold Allah Ta’ala smiling upon them.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;The disbeliever will be subject to the same interrogation, the spirit will be restored to his body, Munkar and Nakeer will arrive, tell him to sit up and pummel him with the same demands. Alas, they do not know. Alas, they do not know. Alas, they do not know. Then a crier will call from Heaven: He has lied, so spread a bed for him from Hell, clothe him from Hell, and open for him a door into Hell. Then some of its heat and pestilential wind will come to him, and his grave will be compressed, so that his ribs will be crushed together. One version adds: One who is blind and dumb will then be placed in charge of him, having a sledge-hammer such that if a mountain were struck with it, it would become dust. He will give him a blow with it which will be heard by everything between the east and the west except by men and jinn, and he will become dust. Then his spirit will be restored to him and the action repeated until the Day of Resurrection. Ya Allah Ya Lateef! Save us all from Your punishment. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;It is stated that every one will experience the initial squeezing in the grave, even children. Sa’d RadhiAllahu anhu, for whom the Throne of Allah shook due to reverence, and the doors of Heaven were opened for him with seventy thousand angels participating in his funeral prayer, even his grave was compressed and later on it was expanded for him.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Whenever the Prophet SallAllahu alaihi wasallam became free from burying the dead, he used to stay to those present: Seek forgiveness for your brother, and beg steadfastness for him, for he will be questioned now. And he would implore, "O Allah, so and so, son of so and so is in Your protection so guard him from the trial in the grave and in Your nearer presence, so guard him from the trial in the grave and the punishment in Hell. You are faithful and worthy of praise. O Allah, forgive him and show him mercy. You are the Forgiving and the Merciful One." &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/h0000006.jpg" alt="" border="0" height="336" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;In ‘La’aali Masnoo’ah it is reported from the riwaayat of Bazzaar, which is not considered concocted, "When a man dies and his relatives are busy in the funeral rites, there stands an extremely handsome man by his head. When the dead body is shrouded, the man slips in between the shroud and the chest of the dead person. When after the burial, the people return home, the two interrogating Angels, Munkar and Nakeer, having black faces and blue eyes come into the grave and try to separate this handsome man so they can question the deceased in privacy about his faith. But the handsome man says that the deceased is his companion and friend and that he will not leave him alone, that he will not leave him until he gets him admitted into Jannah. He explains to the deceased that he is the Qur’an that he used to read sometimes in a loud voice and sometimes in a soft voice, and that after the interrogation you will have no grief, as he will arrange from al-Mala’ul A’laa, the Angels in Jannah, to bring a silk bed filled with musk. May Allah Ta’ala make us diligent with our recitation and bless us with such a favour. Ameen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbaas RadhiAllahu anhu said once Jibreel alaihis Salam, came to Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam who was looking very worried and sad. Jibreel alaihis Salam asked him why he was so despondent, even though Allah Ta’ala knows whatever is hidden in the hearts. Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam replied to Jibreel alaihis Salam and said that he was worried about his Ummah and how they will be on the Day of Judgement. Jibreel alaihis Salam, further asked, is it about the Muslims or the non-Muslims, to which the Prophet answered, the Muslims. Jibreel alaihis Salam then took Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam to a graveyard where the people of Banu Salama were buried and he struck one grave with his wing and said, "Stand up by the orders of Allah." An extremely handsome man stood up from that grave, reciting,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;img src="http://almiskeenah.blogsome.com/images/grave_01.jpg" alt="" border="0" height="158" width="448" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jibreel alaihis Salam told him to return to his place which he did. Then he struck another grave with his wing, and out of this grave came an extremely ugly person with a black face and worried eyes, he was saying, "Alas there is nothing but sorrow, shame and horror!" Jibreel alaihis Salam told him to go back to his place, and then explained to Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam, "The people will rise up on the Day of Resurrection in the same state that they were at the time of their death."&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;According to one Hadith, a person who is steadfast in reciting Laa ilaha  illa Allah daily they will be raised up with their face shining like a full moon, and Abu Darda RadhiAllahu anhu said that those tongues that remain busy with the Dhikr of Allah Ta’ala will enter Jannah rejoicing! May we be from this group. Ameen.&lt;br /&gt;Narrated Ibn ‘Abbas: Once the Prophet SallAllahu alaihi wasallam, while passing through one of the graveyards of Madinah or Makkah heard the voices of two persons who were being tortured in their graves. The Prophet SallAllahu alaihi wasallam said, "These two persons are being tortured not for a major sin (to avoid)." The Prophet SallAllahu alaihi wasallam then added, "Yes! They are being tortured for a major sin. Indeed, one of them never saved himself from being soiled with his urine while the other used to go about with calumnies to make enmity between friends. The Prophet SallAllahu alaihi wasallam then asked for a green leaf of a date-palm tree, broke it into two pieces and put one on each grave. On being asked why he had done this he replied, "I hope that their torture might be lessened, till these get dried."  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Allah’s Messenger SallAllahu alaihi wasallam said, "He who dies of a stomach illness dies as a martyr, or he will be guarded from the trial in the grave, and will have his provision brought him morning and evening from Paradise." And everyone who dies his book of deeds is shut, except one who is protecting the boarders while in Allah Ta’ala’s path, for his deeds will be made to go on increasing till the Day of Resurrection, and he will be safe from the trial in the grave. Also included in this group of  ongoing deeds is continuous charity, knowledge which benefits others, and the Du’a of a pious son.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Two noble traditions from our Esteemed Habibullah SallAllahu alaihi wasallam convey the advice he desired us to take heed of; Work for your world in proportion to your stay in the world and work for your Hereafter in proportion to your stay in the Hereafter, and O Allah, let me live as a poor man, let me die as a poor man and raise me to life in the Hereafter among the poor.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Narrated Abu Hurairah RadhiAllahu anhu: The angel of death was sent to Musa alaihis Salam and when he went to him, Musa alaihis Salam slapped him severely, spoiling one of his eyes. The angel went back to his Lord, and said, "You sent me to a slave who does not want to die." Allah restored his eye and said, "Go back and tell Musa alaihis Salam to place his hand over the back of an ox, for he will be allowed to live for a number of years equal to the number of hairs coming under his hand." So the angel came to him and told him the same. Then Musa alaihis Salam asked, "O my Lord! What will be then?" He said, "Death will be then." He said, "Let it be now." He asked Allah Ta’ala that He bring him near the Sacred Land at a distance of a stone’s throw. Allah’s Apostle SallAllahu alaihi wasallam said, "Were I there I would show you the grave of Musa alaihis Salam by the way near the red sand hill."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After passing away Sheikh Abdul Qadir Jilani Rahmatullahi alaihi, was asked what happened after he passed away and he was in the grave. He said that when the Angels asked him who was his Lord, he replied, "I am surprised that you have descended so far from the Sidrah al Muntahah and have not forgotten Allah, should it be that I have descended a mere few feet that I should forget everything?" There after Allah Ta’ala opened His gates of Mercy and his grave was transformed into a garden!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="ayetler"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;All good is from Allah Ta’ala whereas mistakes are from this humble speck. May Allah Ta’ala Bless all readers, bringing you all closer to Him and His Rasul SallAllahu alaihi wasallam. Ameen.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-7018644260255158173?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/7018644260255158173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=7018644260255158173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7018644260255158173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7018644260255158173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/allah-malik.html' title='Allah MALIK'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1086650401322270377</id><published>2008-06-09T23:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T23:12:26.782-07:00</updated><title type='text'>ALLAH KHOLIQ</title><content type='html'>&lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page3.html" class="navlink"&gt;Pg 3 " Mesopotamia "&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page4.html" class="navlink"&gt;Pg 4 " Iraq Photos "&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page5.html" class="navlink"&gt;Pg 5"Iraq Pictures" &lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/williams,smith,paige" class="navlink"&gt;Pg 6"Williams,Smith"&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page7.html" class="navlink"&gt;Pg 7 "Mayflower"   &lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page8.html" class="navlink"&gt;Pg 8 " Sprague DNA "&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/sprague,cushing,jones" class="navlink"&gt;Pg 9"Sprague,Jones" &lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/page10.html" class="navlink"&gt;Pg10 " Thank You "&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/plg_guestbook" class="navlink"&gt;Guestbook&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;&lt;a href="http://johnsprague.ws/plg_feedback" class="navlink"&gt;Feedback&lt;/a&gt; &lt;img src="http://johnsprague.ws/templates/_images/spacer.gif" height="1" width="6" /&gt;                                                                                                              &lt;!--  page layout start --&gt;                 &lt;table class="none" border="0" cellpadding="20" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;CLIMB "UR"  STAIRWAY TO SUCCESS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/ZigguratofUR.jpg" class="content_image" border="0" height="350" width="245" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;THE ZIGGARET OF UR (Biblical City)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;NEW USE FOR  SADDAM - ERA  BUNKER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/Iraqistyle711.jpg" class="content_image" border="0" height="310" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;QWest  in Iraq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;Soldiers Overlooking the Syria Border&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/USSoldiersnearSyrianBorder.jpg" class="content_image" border="0" height="215" width="290" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;A Kuwait Sunrise over Camp Arifjan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/SunriseCampArifjan.jpg" class="content_image" border="0" height="230" width="290" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;Soldiers and a Blackhawk in Iraq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/USSoldiersBlackhawkChopper4.jpg" class="content_image" border="0" height="212" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;I've traveled on a few of these choppers&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;Airborne at Tall Afar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/USAirborneatTallAfar.jpg" class="content_image" border="0" height="220" width="290" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;Kurdish Iraqi Boys wanted their picture taken&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/NoahsGravesiteIraq%20013.jpg" class="content_image" border="0" height="230" width="290" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;this scenic spot is near Zakho and the Lost Village&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span class="content_header"&gt;Mountain View from the Grave of Noah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://site-images.ws/cust/38166834219473044084565798702312154671/MtViewatNoahsGravesiteIraq.JPG" class="content_image" border="0" height="210" width="290" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content_footer"&gt;It was a great  feeling just being in that place&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1086650401322270377?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1086650401322270377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1086650401322270377' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1086650401322270377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1086650401322270377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/allah-kholiq.html' title='ALLAH KHOLIQ'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-5242583109878189019</id><published>2008-06-09T22:52:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T22:57:55.376-07:00</updated><title type='text'>Kembalilah pada ALLAH</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://prayudi.wordpress.com/2007/07/09/7-keajaiban-dunia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to 7 Keajaiban Dunia"&gt;7 Keajaiban Dunia&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;    &lt;p class="date"&gt;Posted by prayudi on 9 July, 2007&lt;/p&gt;    &lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;1. Tembok Besar di Cina&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="800px-GreatWallNearBeijingWinter" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/800px-greatwallnearbeijingwinter.jpg?w=450&amp;amp;h=285" height="285" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;2. Taj Mahal di India&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="605px-TajMahalbyAmalMongia" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/605px-tajmahalbyamalmongia.jpg?w=450&amp;amp;h=446" height="446" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;3. Puing-puing Taman Petra di Yordania&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="450px-Khazneh" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/450px-khazneh.jpg?w=450&amp;amp;h=600" height="600" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;4. Kolaseum Roma di Italia&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="800px-Colosseum in Rome, Italy - April 2007" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/800px-colosseum-in-rome-italy-april-2007.jpg?w=450&amp;amp;h=264" height="264" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;5. Patung Yesus di Brazilia&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="Brasil.RioDeJaneiro" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/brasil.riodejaneiro.corcovado.jpg?w=359&amp;amp;h=457" height="457" width="359" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;6. Machu Pichu di Peru&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="450px-Peru Machu Picchu Sunset" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/450px-peru-machu-picchu-sunset.jpg?w=450&amp;amp;h=600" height="600" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;7. Kota Tua Maya di Meksiko&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="800px-El Castillo, Chichén Itzá" src="http://prayudi.files.wordpress.com/2007/07/800px-el-castillo-chichen-itza.jpg?w=450&amp;amp;h=337" height="337" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dimanakah Borobudur….? Rupanya pemilihan situs 7 keajaiban dunia versi terbaru (baru diumumkan tanggal 7 juli 2007— menambah mitos 07/07/07..he..he..he..) adalah hasil karya peradaban baru manusia yang dikenal oleh dunia barat. Dalam sejarahnya pemilihan 7 keajaiban dunia dilihat pula masa pembuatannya. Maka dalam hal ini dikenal enam set Keajaiban Dunia, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. Keajaiban Dunia Kuno&lt;br /&gt;   2. Keajaiban Dunia Pertengahan&lt;br /&gt;   3. Keajaiban Dunia Alami&lt;br /&gt;   4. Keajaiban Dunia Bawah Air&lt;br /&gt;   5. Keajaiban Dunia Modern&lt;br /&gt;   6. Keajaiban Dunia Baru&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebagian besar daftar keajaiban dunia adalah berdasar peradaban barat, atau paling tidak yang dikenal oleh sejarahwan barat. Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia kuno yang daftarnya disusulkan, karena yang didaftar awal sebagai keajaiban dunia kuno adalah :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Colossus of Rhodes — patung Helios yang sangat besar, dibuat sekitar tahun 292–280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taman Gantung Babilonia — dibuat oleh Nebukadnezar II, sekitar abad ke-8 SM–abad ke-6 SM, sekarang Irak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mausoleum of Halicarnassus — makam Mausolus, satrap Persia, Caria, dibuat pada tahun 353–351 SM, di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum, Turki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pharos di Alexandria — mercusuar dibangun sekitar tahun 270 SM di pulau Pharos dekat Alexandria pada masa pemerintahan Ptolemeus II oleh arsitek Yunani Sostratus, sekarang Mesir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Piramida Giza — dipakai sebagai makam untuk firaun Mesir Khufu, Khafre, dan Menkaure, sekarang Mesir. Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575– sekitar 2465 SM)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patung Zeus — berada di Olympia, dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, kira-kira 457 SM sekarang Yunani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuil Artemis — 550 SM, di Efesus, sekarang Turki.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-5242583109878189019?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/5242583109878189019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=5242583109878189019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5242583109878189019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5242583109878189019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/kembalilah-pada-allah.html' title='Kembalilah pada ALLAH'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-7013691057083203708</id><published>2008-06-09T22:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T22:52:23.266-07:00</updated><title type='text'>Allah kuasa</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;28 January 2008&lt;/h2&gt;  &lt;a name="6530986963146170424"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/2012-akhir-sebuah-waktu.html"&gt;2012 = Akhir sebuah Waktu?..!!!&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div style="text-align: left;"&gt;Masih ada sangkut pautnya sama artikel ancient history-nya bangsa maya. kalian tau kan kan kalo bangsa maya adalah sebuah masyarakat yang notabene memiliki peradaban yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebenarnya aq agak ragu posting artikel yang satu ini,takut ntar dikira percaya sama ramalan lagi.Tapi kalau dipikir-pikir,memang sebaiknya aq posting aja deh,soal percaya ngga' percaya itu kembali pada diri kita masing-masing *ramalan ya tetep ramalan sekali lagi Allah lah yang berkuasa"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56dnxjY4WI/AAAAAAAAAVA/V6PcODoOLgQ/s1600-h/mayac.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56dnxjY4WI/AAAAAAAAAVA/V6PcODoOLgQ/s320/mayac.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160735529655394658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mayan Calendar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yuk simak baik-baik artikel dibawah ini…&lt;br /&gt;Begini.....teman-teman pernah tau-khan mengenai mitologi-mitologi setiap bangsa didunia,misalnya mitologi perdaban China,Mesir,Sumeria,Yunani,dsb.&lt;br /&gt;Nah,dikisahkan didalam beberapa mitologi-mitologi tsb bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan,hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini,misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dasyat sebagai topik.&lt;br /&gt;Kalau mau lebih mudahnya,coba ingat-ingat Kisah Nabi Nuh (Noah).Dikisahkan didalam Al-Qur'an maupun Bible,bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah,terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Alllah yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang selamat dari bencana air bah yang maha dasyat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah artikel manarik,menurut penuturan dari Mister Li Hongzi (pendiri Fulun Gong/Fulun Dafa) dalam ceramah Alam Semesta-nya,Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak empat kali oleh Sang Pencipta.&lt;br /&gt;Dan,pada saat era dimana kita hidup sekarang ini, merupakan masa kehidupan peradaban umat manusia ke-5 dibumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai penggambaran atas peristiwa dimusnahkannya beberapa peradaban-peradaban manusia masa silam ,sebenarnya bisa kita peroleh penjelasannya dari beberapa Hadist.&lt;br /&gt;Pernah aq membaca sebuah hadist riwayat (lupa tapi hadist riwayat siapa),disitu dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu,ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman apa gitu deh (intinya setiap manusia pada zaman ini kembali fitrah), sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Nah, dari isi hadist tsb dapat kita peroleh penjelasan,bahwa ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan),Sang Penicipta memutuskan untuk mengahiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang ahirnya mengakhiri kehidupan dimuka bumi pada saat itu.&lt;br /&gt;Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru selanjutnya.Pada waktu peradaban baru ini lahir,hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpanya dimasa silam.(mohon dikoreksi lagi yah hadistnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus seperti itu terus menurus berlangsung sampai pada masa peradaban kita saat ini (masa peradaban umat manusia ke-5/matahari ke-5).&lt;br /&gt;Pada saat ini,dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan begitu jelas,mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali diakhiri,dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya.(mungkin manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa,seperti halnya kisah mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kini muncul pertanyaan,apa hubungannya peradaban ke-5 dimuka bumi ini dengan tahun 2012?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat sampe sekarang yg pernah ada di bumi.(Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M)&lt;br /&gt;,mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012,tepatnya tanggal 21 Desember 2012,merupakan "End of Times".&lt;br /&gt;maksud dari "End of Times" itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)&lt;br /&gt;2.    Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius&lt;br /&gt;3.    Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan&lt;br /&gt;4.    End of Times = End of the World as we know it&lt;br /&gt;5.    Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia&lt;br /&gt;6.    Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5&lt;br /&gt;7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis&lt;br /&gt;8.    Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa&lt;br /&gt;9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah2, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu&lt;br /&gt;10.    Ditemukannya mesin waktu dan stargate&lt;br /&gt;11.    Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate&lt;br /&gt;12.    Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran&lt;br /&gt;13.    Kebangkitan Isa AS / Jesus&lt;br /&gt;14.    First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO&lt;br /&gt;15.    Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56f6hjY4YI/AAAAAAAAAVQ/8wgqPqVrUIU/s1600-h/MayaCalendar600-W.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56f6hjY4YI/AAAAAAAAAVQ/8wgqPqVrUIU/s320/MayaCalendar600-W.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160738050801197442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mayan Calendar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.&lt;br /&gt;Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear &amp;amp; Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami 'The Great Cycle' (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah "Pintu Langit" saja bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut 'Periode Regenerasi Bumi". Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi "pemurnian" dan bagaimana pula terjadi "regenerasi" pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya,jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini.Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini,bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.&lt;br /&gt;Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56fQxjY4XI/AAAAAAAAAVI/VwKpxwADj3o/s1600-h/2012_milky_way_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56fQxjY4XI/AAAAAAAAAVI/VwKpxwADj3o/s320/2012_milky_way_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160737333541658994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.&lt;br /&gt;2.    Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.&lt;br /&gt;3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari&lt;br /&gt;4.    Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi&lt;br /&gt;5.    Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok,hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang tau sendirikan bagaimana moralnya,kelakuan,dll, dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menarik lagi kali ini aq coba mengutip pernyataan si Mama Louren (tau kan,peramal yang suka muncul di Tipi itu lo).Kata dia,"pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%".Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan ,"pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global,mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal pengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik.Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi,dimana pada permulaan tahun,beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan.Namun dalam penutupnya,Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata,sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlepas dari semua dari uraian artikel diatas, tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan terjadinya hari kiamat, didlaam al quran uda dijelaskan kalo hari kiamat itu urusan Allah sang Maha kuasa. tapi yang paling penting artikel diatas sekiranya dapat mengingatkan kepada kita bencana benca yang pernah terjadi dan meusnahkan peradaban peradaban sebelum kita. kita tidak tau pasti peradaban manusia baru yang bagaimana yang akan mengantikan kita seperti yang diramalkan bangsa Maya di tahun 2012 nati. ini bukanlah suatu kehancuran semesta secara total (maksudku bukan hari kiamat yang sebenarnya), mungkin beberapa manusia yang terselamatkan sajal;ah yang dibiarkan hidup dan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral dari kita sekarang. wallahuallam bi showab. yang penting bagi kita kapan datangnya kiamat adalah mulai sekakarang kita wajib bertobat dan lebih banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada sang Khaliq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-7013691057083203708?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/7013691057083203708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=7013691057083203708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7013691057083203708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7013691057083203708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/allah-kuasa.html' title='Allah kuasa'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R56dnxjY4WI/AAAAAAAAAVA/V6PcODoOLgQ/s72-c/mayac.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-7252695248580602810</id><published>2008-06-09T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T22:48:59.353-07:00</updated><title type='text'>kuasa ilahi</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6QqHBjY5BI/AAAAAAAAAbA/82gTqvOO-KI/s1600-h/MISImysteryspot1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6QqHBjY5BI/AAAAAAAAAbA/82gTqvOO-KI/s320/MISImysteryspot1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162297373037749266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi fenomena aneh alam yang menjadi tamparan keras bagi hukum Gravitasi Newton.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diwilayah Santa Cruz, California terdapat suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan,dimana ditempat itu banyak terjadi kejanggalan yang mungkin membuat kita clingak-clinguk kebingungan kaya kera kenak tulup alias keheranan jika mengunjungi tempat tersebut.&lt;br /&gt;kenapa??..Pasalnya,ditempat yang merupakan hamparan hutan subur itu hukum gravitasi seakan-akan sudah tidak ada artinya sama sekali,semua pepohonan berdiri miring dengan arah kemiringan yang sama bahkan bisa dibilang hampir tumbang.Banyak orang yang menyebut tempat ini "titik misterius".&lt;br /&gt;Jika manusia berada disekitar "titik misterius" sekalipun, seluruh badannya tanpa dikehendaki juga ikut-ikutan miring,walaupun berusaha untuk berdiri dengan tegak,hasilnya akan sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya,walaupun dalam keadaan posisi yang miring dalam sekala yang besar,seluruh benda yang ada tidak akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya.Jika mencoba berjalan,langkah kita tetaplah stabil dan berjalan tanpa kesulitan walaupun dalam posisi miring.&lt;br /&gt;Bila berkunjung ketempat ini,kita bisa melihat keanehan-kenehan seperti rumah yang terlihat hapir roboh (padahal sebenarnya masih kokoh),sapu yang bisa berdiri sendiri dalam keadaan yang miring,manusia yang dapat berdiri ditembok,dan keanehan-keanehan lainnya.&lt;br /&gt;Parahnya lagi,dengan adanya fenomena ini,hewan-hewan hutan ngga' ada yang mau cangkrukan dan mencari makan disekitar "titik misterius",meraka mungkin ketakutan atau bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LClhjY4pI/AAAAAAAAAX4/yBsceyZx8n0/s1600-h/spot5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LClhjY4pI/AAAAAAAAAX4/yBsceyZx8n0/s320/spot5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161902072837759634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini bukan hasil pHotoshop lhoo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Mystery Spot" bisa membuktikan akan kelemahan teori Gravitasi,Sir Issac Newton dengan hukum gravitasinya menyatakan bahwa semua benda akan ditarik kearah semua benda lainnya oleh kekuatan gravitasi.&lt;br /&gt;Kekuatan ini tergantung pada seberapa banyaknya zat yang tergantung dalam benda dan pada jarak diantaranya.&lt;br /&gt;Hukum itu menerangkan mengapa orbit planet dan bulan berbentuk elips.Hukum itu menerangkan juga gerak semua benda dalam alam semesta yang mahaluas.&lt;br /&gt;Dengan adanya fenomena ini,hukum gravitasi Newton yang bertahan kurang lebih selama 4 abad mungkin sudah saatnya untuk direvisi.&lt;br /&gt;Namun sampai saat ini,Para Ilmuwan belum dapat menjelaskan bagaimana fenomena ini bisa terjadi,mungkin masih menunggu beberapa waktu lagi untuk memecahkan misteri ini,atau mungkin kalian kalian yang belajar di fisika CS sudah mempunyai sebuah teori atau argumen untuk memberi pencerahan bagaimana fenomena ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya,fenomena-fenomena seperti ini tidak hanya terjadi diwilayah Santa Cruz,California saja,tetapi ditempat lain juga bisa ditemukan,berikut aq tampilkan listnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LDCBjY4qI/AAAAAAAAAYA/ipVmYSrqbKc/s1600-h/MysterySpot02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LDCBjY4qI/AAAAAAAAAYA/ipVmYSrqbKc/s320/MysterySpot02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161902562464031394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memang kebanyakan berada di USA,tapi di wilayah Eropa juga dapat ditemui tempat seperti ini,contohnya disekitar Warsawa,Polandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal serupa juga ada disebuah wilayah di China,namun yang ini berupa tanjakan jalan raya.Uniknya ditempat itu seluruh benda beroda/yang mudah menggelinding akan tertarik menuju keatas tanjakan,padahal jika dipikir secara logika hal tsb sangatlah tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan kapan kita ngadakan reuni ketempat ini yukk..seru kali yaa.. :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;adin&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/mistery-spot.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-01-31T22:53:00-08:00"&gt;Thursday, January 31, 2008&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://betamedialink.blogspot.com/search/label/Knowledge" rel="tag"&gt;Knowledge&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=3713389187278557339" title="Email Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_email.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-685007637"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=3713389187278557339" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=3713389187278557339&amp;amp;isPopup=true" onclick="'javascript:window.open(this.href," toolbar="0,location="0,statusbar="1,menubar="0,scrollbars="yes,width="400,height="450"&gt;0 comments&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="4421081675282735917"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/moi-sang-penjaga-pulau.html"&gt;Moai sang penjaga pulau&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Author  adin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6QqexjY5CI/AAAAAAAAAbI/dn9IaOBDKnc/s1600-h/moaiku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6QqexjY5CI/AAAAAAAAAbI/dn9IaOBDKnc/s320/moaiku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162297781059642402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;moai Statue penjaga pulau Paskah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moai adalah sebuah patung monolitik (patung yang terbuat dari satu batu saja untuk diukir/pahat).. patung Moai dipahat oleh orang orang asal Polinesia 1250 SM dan 1500 SM. Terdapat lebih dari 600 Moai yang tersebar di seluruh pulau Paskah. Sebagian besar moai dipahat dari batu karang vulkanik lunak yang terdapat di daerah Rano Raraku, di mana tersisa sekitar 400 moai lainnya yang belum jadi. Tambang tersebut sepertinya ditinggalkan tiba-tiba. Hampir seluruh moai yang telah selesai dipahat kemudian dihancurkan oleh penduduk pribumi setempat pada masa setelah berakhirnya konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6frBBjY5KI/AAAAAAAAAcI/0tcF-0V6qaE/s1600-h/moai1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6frBBjY5KI/AAAAAAAAAcI/0tcF-0V6qaE/s400/moai1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163353900632827042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba kalian amati beberapa jenis patung Moai diatas, kita akan mendapatkan beberapa penampilan yang berbeda beda pada setiap Moai, ini bukan tanpa arti lhoo… cuman sayang sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti dari para ilmuwan akan hal itu..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa ahli berspekulasi kalo moai ini dibuat untuk memuliakan orang-orang kelas atas oleh orang kelas bawah, dan orang kelas bawah dipaksa bekerja untuk bidang ini, sehingga terjadi sebuah pemberontakan yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan pada patung patung itu. pendapat lain berspekulasi kalo Kerusakan yang banyak dialami patung patung Moai ini disebabkan oleh bencana gempa bumi yang pernah melanda daerah itu.&lt;br /&gt;Teori yang paling dikenali ialah moai tersebut dipahat oleh penghuni asal Polinesia lebih dari seribu tahun lalu. Moai diyakini mewakili arwah leluhur (sebagai penanda kuburan), atau mungkin mewakili tokoh terkemuka serta sebagai simbol status keluarga. Moai sangatlah mahal untuk dipahat dan membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;Ada juga cerita kuno yang ga kalah seru. Legenda kuno setempat menceritakan kisah seorang kepala suku yang mencari rumah baru. Lokasi yang dia pilih sekarang dikenal sebagai Pulau Paskah. Ketika dia meninggal, pulau tersebut dibagi-bagikan untuk anak-anak lelakinya. Setiap kali kepala dari suku ini meninggal, sebuah moai diletakkan di makam si kepala suku. Penduduk setempat percaya patung itu akan menangkap "mana" (kekuatan gaib) kepala suku. Menurut mereka, dengan menjaga pulau itu, keberuntungan akan terjadi, hujan akan turun dan tanaman akan tumbuh. Legenda ini barangkali sudah berbeda dari yang aslinya karena ia diturunkan dari berbagai generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LAzhjY4mI/AAAAAAAAAXg/-hqZMzOQN18/s1600-h/moai22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LAzhjY4mI/AAAAAAAAAXg/-hqZMzOQN18/s320/moai22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161900114332672610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic; text-align: center;"&gt;Perbandingan Moai dengan manusia jaman sekarang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Para ahli masih bingung bagaimana patung-patung Moai ini diangkat dari seberang pulau. Batu batu seberat itu jelas memerlukan alat yang memadai agar patung dapat diangkut, apakah mereka menggunakan tali, kayu kayu besar yang dijadikan perahu… sampai sekrang belum ada jawaban yang memuaskan tentang hal ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LBcRjY4nI/AAAAAAAAAXo/SKcP3Kygn7o/s1600-h/paskah+map.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LBcRjY4nI/AAAAAAAAAXo/SKcP3Kygn7o/s320/paskah+map.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161900814412341874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pulau Paskah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Diolah dari berbagai sumber”&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;adin&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/moi-sang-penjaga-pulau.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-01-31T22:42:00-08:00"&gt;Thursday, January 31, 2008&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://betamedialink.blogspot.com/search/label/Ancient%20History" rel="tag"&gt;Ancient History&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=4421081675282735917" title="Email Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_email.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-685007637"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=4421081675282735917" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="comment.g?blogID=6413179696878874709&amp;amp;postID=4421081675282735917&amp;amp;isPopup=true" onclick="'javascript:window.open(this.href," toolbar="0,location="0,statusbar="1,menubar="0,scrollbars="yes,width="400,height="450"&gt;0 comments&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;a name="3067883962769325662"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/lemuria-kisah-benua-hilang.html"&gt;Lemuria kisah benua hilang&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LFChjY4rI/AAAAAAAAAYI/pn7liIlpO9g/s1600-h/lemuriajapan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LFChjY4rI/AAAAAAAAAYI/pn7liIlpO9g/s320/lemuriajapan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161904770077221554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini yang banyak menjadi sorotan mengenai benua dan peradabn yang kolap adalah benua atlantis yang konon katanya memiliki peradaban yang tinggi yang berdiri sekarang menjadi sebuah samudera atlantis,&lt;br /&gt;Bagi kalian mungkin masih trasa asing dengan kisah benua hilang Lemuriah nah sekarang aku perluas sedikit wawasan kalian mengenai kisah benua hilang yang satu ini…kisah mengenai Lemuria sebenarnya bayak, namun kali ini saya mengangkat sesuai versi yang aku dapet aja, kalo kalian ada yang beda pendapat alangkah baiknya ga usah berantem okee..hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LFMxjY4sI/AAAAAAAAAYQ/0M096JQFhrs/s1600-h/maplemuria.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6LFMxjY4sI/AAAAAAAAAYQ/0M096JQFhrs/s320/maplemuria.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161904946170880706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coba perhatikan Map diatas,menurut beberapa versi,disitulah letak dari Benua Lemuria &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemuria merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM - 11000 SM.Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog memepercayai bahwa patung Moai yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami),namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama. Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.&lt;br /&gt;Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?&lt;br /&gt;Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi,sangat damai dan bermoral.Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis.Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades,baca artikel Nordic Alien di Blog ini juga :).Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.(Baca artikel Piri Reis Map sebagai bahan pertimbangan).Dari sekelumit kisah yang aq uraikan diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena peranglah yang membuat sebagain dari mereka berguguran.Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.salam adint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-7252695248580602810?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/7252695248580602810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=7252695248580602810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7252695248580602810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7252695248580602810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/kuasa-ilahi.html' title='kuasa ilahi'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OsaEvOWOntI/R6QqHBjY5BI/AAAAAAAAAbA/82gTqvOO-KI/s72-c/MISImysteryspot1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1039285662581889820</id><published>2008-06-03T04:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T04:46:08.056-07:00</updated><title type='text'>mualaf</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;      Budi T. Astuti : Kagum kepada Nabi Muhammad SAW   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-a-to-z/4/196-budi-t-astuti--kagum-kepada-nabi-muhammad-saw?format=pdf" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-a-to-z/4/196-budi-t-astuti--kagum-kepada-nabi-muhammad-saw?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.mualaf.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5tdWFsYWYuY29tL2tpc2FoLWEtcGVuZ2FsYW1hbi9tdWFsbGFmLWEtdG8tei8xOTYtYnVkaS10LWFzdHV0aS0ta2FndW0ta2VwYWRhLW5hYmktbXVoYW1tYWQtc2F3" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;     &lt;span&gt;        &lt;a href="http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman"&gt;      Kisah Mualaf       &lt;/a&gt;            -      &lt;/span&gt;       &lt;span&gt;        &lt;a href="http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-a-to-z"&gt;      Kisah A to Z       &lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;   Monday, 07 November 2005 14:30 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" valign="top"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Awal ketertarikan saya pada Islam sudah berlangsung sejak lama. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Ayah saya penganut agarna Kristen Protestan yang sangat fanatik. Sebab, keluarga ayah juga penganut agama Kristen yang sangat kuat. Ibu saya-menurut cerita yang saga dapat dulunya penganut Islam, namun setelah menikah malah ikut agama ayah. &lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;Ayah mendidik saya sangat keras, terutama mengenai soal agama. Dari kecil saya sudah diperkenalkan dengan ajaran Kristen. Saya harus, bahkan diwajibkan membaca Alkitab setiap saat. Untuk lebih memperdalam lagi, saya disuruh mengikuti pendidikan setiap hari Minggu di gereja. Bahkan, ayah mendatangkan guru privat tentang Alkitab ke rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dididik seperti itu, lama-lama saya berpikir untuk apa ayah mewajibkan saya mempelajari dan mendalami agama ini sejak kecil hingga remaja? Apakah saya akan dijadikan seorang penganut Kristen yang taat? Atau ia sengaja mendidik saya seperti itu karena latar belakang orang tua ibu saya yang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirya saya tahu juga. Ayah mendidik saya seperti itu dengan tujuan menjaga iman saya agar tidak terpengaruh ajaran agama lain. Tapi itu bertentangan dengan hati nurani saya. Saya sendiri ingin bebas dalam hal memilih agama. Saya sudah bosan dengan didikan seperti itu. Saya ingin mencari hal lain dari hidup yang beragam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin bebas dan itu akhirnya membawa saya pada pengetahuan ajaran Islam. Kebetulan setiap liburan saya berkunjung ke rumah kakek dari pihak ibu dengan latar belakang agama Islam yang kuat. Saya sering memperhatikan kakek clan nenek saat mereka beribadah Mereka juga sangat khusyu beribadah, terutama shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga tak pernah mengajak saya untuk pindah agama. Namun dari pandangan mata mereka, saya tahu, mereka sangat kecewa akan keputusan ibu yang telah ikut agama ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seringnya saya berkunjung ke sana, lama-kelamaan saya berkeinginan untuk pindah keyakinan Saya merasakan bahagia saat melihat mereka selesai shalat. Hati kecil saya selalu mengatakan bahwa saya harus segera pindah agama. Bahkan, ada keinginan untuk mencoba beribadah shalat atau berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk pindah agama, makin mendesak nurani saya. Saya merasakan adanya tarikan yang kuat untuk segera meninggalkan keyakinan lama. Namun, saya yakin ayah tak rela jika saga pindah keyakinan dan Kristen ke Islam.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Coba-Coba Shalat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik ketakutan itu, secara diam-diam saya mencoba untuk beribadah seperti yang dilakukan umat muslim, misalnya berwudhu, shalat, dan berpuasa. Selain itu, saya juga sering berdiskusi dengan teman-teman yang beragama Islam. Dengan bertukar pikiran, saya yakin dapat menghilangkan rasa takut. Terkadang mereka sering meminjami buku buku agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku bacaan itu, saya banyak mendapat pengetahuan tentang ajaran Islam. Yang saya suka dari bacaan itu adalah kisah-kisah para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Saya sangat kagum akan hidup dan perjuangan beliau. Saya ingin sekali membaca biografi Nabi Muhammad secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, Nabi Muhammad merupakan nabi terakhir yang sangat patut dicontoh perilaku dan akhlaknya, baik oleh umat Islam maupun umat non Islam. Selain buku kisah nabi, saya juga dipinjami buku buku tentang perbandingan agama. Walaupun buku-buku itu buku pelajaran, namun saya sangat antusias membacanya. Saya berkeyakinan buku buku itu akan memberikan manfaat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut saya muncul biasanya saat ayah berada di rumah. Saya sering sembunyi-sembunyi bila mendengar suara azan di televisi atau mencoba melakukan ibadah. Saya sangat takut jika suatu ketika dipergokinya. Rasa takut ini membuat saya menjadi gelisah. Bukan itu saja, rasa takut itu justru menciptakan pergulatan batin dalam diri saya. Jika saya mengambil keputusan, ayah pasti memarahi, atau bahkan mengusir saya. Jika tidak mengambil keputusan, batin makin gelisah. Terus terang, saya tidak bisa membohongi hati nurani ini untuk menerima kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengucapkan Syahadat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya utarakan kegelisahan saya pada teman sekolah yang beragama Islam. Oleh mereka, saya disuruh mengutarakan kembali kepada bapak guru agama. Dari sanalah saya mendapat penjelasan bahwa agama Islam tidak pernah memaksa kepada orang yang beragama lain di luar Islam. Agama Islam justru menerima kehadiran penganut agama lain untuk mememeluknya. Selain itu, saya mendapat berbagai penjelasan tentang agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar itu, hati saya merasa sejuk dan damai. Saya merasakan kebahagiaan teramat dalam yang seakan-akan menenggelamkan rasa takut yang selalu mengimpit. Saya bersyukur mendapat kebahagiaan itu. Keterangan itu semakin meyakinkan saya untuk segera memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada ibu, saya berterus terang ingin pindah agama. Dengan curahan kasih sayang, ibu malah menyetujuinya. Ibu mengatakan bahwa ia juga ingin seperti saya. Namun itu nanti, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa cukup yakin, saya kembali kepada bapak guru agama untuk segera mengIslamkan saya. Namun sebelum pengIslaman itu dimulai, pak guru bertanya apa saya sudah benar-benar serius dan tidak main-main? Dengan hati mantap dan yakin saya menjawab, "Benar." Akhirnya di hadapan guru-guru dan teman-teman, saya mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengucapkan syahadat itu saya lakukan tepat tiga hari menjelang Natal. Saya merasa bahagia. Tak terasa air mata menetes dari kedua mata ini. Di saat menjelang Natal yang biasa saya lakukan dengan ayah, kini telah saya gantikan dengan kalimat-kalunat tauhid. Saya sangat gembira menjadi seorang muslimah. Perpindahan keyakinan ini adalah hal yang sangat saya nantikan sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperdalam agama Islam, saya banyak belajar dari teman-teman rohis/ OSIS sekolah Walaupun secara diam-diam, saya tetap menjalankan ibadah di rumah. Saya yakin keputusan yang saya ambil ini pastilah menimbulkan masalah. Ayah pasti tak rela jika saya memeluk Islam. Ayah pasti akan mengusir saya. Tapi saya siap dengan segala risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ayah, teman teman saya yang dulu seiman dengan saya, kini juga mulai menjauhi saya. Walaupun dijauhi teman dan dimarahi ayah, saya tetap bertekad untuk mempertahankan Islam sebagai keyakinan baru saya. &lt;/p&gt;    &lt;table class="pagenav" align="center"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th class="pagenav_prev"&gt;      &lt;a href="http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-a-to-z/4/199"&gt;&lt;&gt;     &lt;/a&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td width="50"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1039285662581889820?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1039285662581889820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1039285662581889820' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1039285662581889820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1039285662581889820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/mualaf.html' title='mualaf'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-3815445177283389236</id><published>2008-06-03T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T03:29:31.268-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>dunia ini akan kita tinggalkan,akhirat akan kita datangi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-3815445177283389236?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/3815445177283389236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=3815445177283389236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/3815445177283389236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/3815445177283389236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/dunia-ini-akan-kita-tinggalkanakhirat.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-8339454692123598463</id><published>2008-06-03T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T02:57:08.539-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table style="border-collapse: collapse;color:#fff1d9;" id="table14" bg border="0" cellpadding="0" width="97%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse;" id="table20" border="0" cellpadding="0" width="97%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;div style="overflow: auto; width: 560px;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Desember ini (1999 red), Melbourne akan menjadi tuan rumah ijtima' (pertemuan) jamaah tabligh dari seluruh benua Australia, termasuk negara-negara kepulauan Pasifik Selatan. Berikut catatan Sahid setelah mengikuti kegiatan mereka, Oktober lalu.&lt;br /&gt;Islam bukanlah gejala baru di Australia. Masuknya Islam ke benua Aborigin ini hanya berselang satu abad setelah datangnya orang-orang Inggris pertama di abad ke-18. Jumlah ummat Islam di Australia diperkirakan sekarang mencapai angka 300 ribuan. Dengan sejarah yang panjang dan jumlah yang tidak lagi sedikit, wajarlah bila tingkat keragamannya pun tinggi. Dari lapisan muslim yang masih taat dan aktif berdakwah, sampai yang tinggal Islam KTP-nya saja ada.Bahkan, ada yang menjawab salam pun sudah tak bisa.&lt;br /&gt;WARNA BARU. Di tengah situasi itu, sejak awal tahun 1970-an, gerakan jamaah tabligh menggoreskan warna baru dalam perkembangan peta ummat Islam di Australia.&lt;br /&gt;Setidaknya, sejauh pengamatan dan keterlibatan Sahid selama hampir 4 bulan di Australia, tabligh telah menjadi suatu gerakan dakwah yang sangat dinamis sekarang dan di masa mendatang.&lt;br /&gt;Dilahirkan di India, gerakan ini merupakan hasil ijtihad seorang ulama bernama Maulana Ilyas, sekitar 70 tahun yang silam. Gagasannya sederhana, namun sangat tajam dan efektif. Yaitu meluangkan waktu untuk sepenuhnya berada di dalam atmosfir dien di masjid dalam waktu tertentu. Targetnya, agar manusia makin faham akan tujuan penciptaan dirinya di muka bumi. Sebuah persoalan yang sangat fundamental.&lt;br /&gt;Sasaran sekunder, memindahkan suasana dien tadi dari masjid ke lingkungan manapun di luar masjid, terutama ke rumah. Setiap orang disarankan meluangkan waktu setidaknya dua jam sehari.Isinya berta'lim, membaca hadits, mengaji Qur'an, dan berpikir mengenai bagaimana syiar Islam. Lalu berjaulah, mengunjungi rumah-rumah ummat Islam di sekitar masjid setidaknya seminggu sekali. Lebih jauh lagi, keluar di jalan Allah setidaknya tiga hari dalam sebulan, empat puluh hari dalam setahun, dan empat bulan dalam seumur hidup.&lt;br /&gt;Kesan pertama dari penampilan fisik mereka yang memakai gamis atau jubah, surban, dan memelihara janggut, memang merupakan sunnah-sunnah yang sudah asing bagi kebanyakan ummat Islam. Tetapi aktivis tabligh yakin, dengan niat yang ikhlas dan akhlak yang baik, kesan 'asing' itu akan segera hilang.&lt;br /&gt;Kini poros India-Pakistan-Bangladesh, tempat gerakan ini berbasis, menjadi semacam base camp bagi para aktivis tabligh. Setiap orang disarankan meluangkan empat bulan khuruj-nya ke tiga negara di Asia Selatan tersebut. Kenapa harus ke sana? Zakaria, mahasiswa Charles Sturt University yang juga seorang karkun (sebutan bagi aktivis tabligh; bahasa India) menerangkan kepada Sahid, "India-Pakistan-Bangladesh bisa diibaratkan sebagai centre of excellence sebagaimana Universitas Al-Azhar, Madinah, Harvard, Oxford, atau MIT bagi ilmu-ilmu."&lt;br /&gt;Aktivis tabligh didorong untuk berangkat ke sana agar kualitasnya meningkat. Bedanya, kalau di universitas dunia kita belajar ilmu, di India-Pakistan-Bangladesh kita belajar amal akhirat, kata Zakaria. Awal tahun ini, jaringan televisi kabel ternama CNN melaporkan 'the second biggest muslims gathering after hajj' di Pakistan, yang tak lain adalah ijtima' jamaah tabligh ini untuk tingkat dunia. Sekitar dua juta orang diperkirakan berkumpul pada saat itu.&lt;br /&gt;DARI WAGGA KE MELBOURNE. Bagi kota-kota kecil seperti Wagga-Wagga, tempat Sahid menetap, Melbourne sebagai markas telah menjadi semacam India-Pakistan-Bangladesh-nya Australia.&lt;br /&gt;Sore itu di awal Oktober, saya dan Raja Shahruddin, mahasiswa asal Malaysia, berencana bergabung dengan markas jamaah tabligh di Melbourne. Sebelum kami bertolak dari surau kampus, ada bayan hidayah (semacam briefing) dari seorang brother di Wagga. Isinya yang utama ada tiga, senantiasa meluruskan niat karena Allah; bahwa perjalanan ini untuk memperbaiki kualitas iman pada diri sendiri, baru yang berikutnya untuk mengajak orang lain; dan terakhir, petunjuk-petunjuk teknis mengenai hubungan dengan manusia lain.&lt;br /&gt;Misalnya, agar menjaga mulut mengurangi percakapan tentang dunia selama perjalanan. Agar memperbanyak dzikir dan doa karena orang yang ada di jalan Allah doanya maqbul, dan yang semacamnya.&lt;br /&gt;Lepas ashar kami bertolak diiringi doa. Perjalanan mobil Wagga-Melbourne petang itu kami kebut lima jam. Berbeda dengan di Indonesia, jalan bebas hambatan dari Albury, di perbatasan New South Wales dan Victoria, ke Melbourne yang jaraknya 350 kilometer gratis. Tak ada bayar-bayaran tol. Lansekap indah alam pedesaan, kerumunan domba, ladang gandum serba luas, padang stepa dan bebukitan hijau permai New South Wales-Victoria, ujung-ujungnya bertemu dengan layar langit yang biru sempurna. Semua cuma bisa dinikmati sebentar. Hujan lebat dan gelapnya malam segera menyergap Nissan Bluebird station milik Shah yang meluncur cepat.&lt;br /&gt;Melbourne dingin malam itu, hampir seperti di saat winter. Trem-trem listrik masih beringsut menyusuri jalan-jalan kota dan kawasan suburban. Merkuri ribuan watt dan lampu-lampu kota meredam cahaya gemintang di langit Kutub Selatan.&lt;br /&gt;Hawa dingin tadi segera terusir oleh suasana hangat begitu kami memasuki masjid Umar ben-Khattab, di Preston. Masjid waqaf pemerintah Arab Saudi ini selesai dibangun enam tahun silam. Kini menjadi markas jamaah tabligh di seluruh Melbourne dan Australia. Setiap JumUat malam mereka berkumpul dan beriUtikaf di sini. Sebuah kaligrafi kain ukuran besar dengan warna lembut tergantung persis di atas mihrab. Tulisannya, "Fabi ayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan, maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang hendak kau dustakan?"&lt;br /&gt;PAKAIAN YANG SAMA. Di depan mihrab, seorang tua berjanggut putih dari Srilanka sedang menyampaikan bayan (ceramah) dibantu seorang penerjemah. Tak kurang dari dua ratus orang duduk rapat-rapat, tekun mendengarkan ceramah itu.&lt;br /&gt;Mereka berasal dari berbagai bangsa imigran seperti dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan banyak lagi termasuk Australia sendiri. 'Pakaian' mereka semua sama; Islam. Masya Allah, masya Allah! Rasanya seperti bukan di Melbourne. Rasanya seperti berada di salah satu sudut masjid Nabawi, di Madinah Al-Munawwarah.&lt;br /&gt;Usai shalat Isya', makan malam bersama. Duduk berjajar, menunggu nampan datang sambil berdoa, lalu makanan satu nampan di makan tiga atau empat orang. Mulai sikap kepada makanan sampai cara duduk, semua mengikut sunnah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah suara orang Jawa yang sangat medok mengagetkan saya. "Anda dari Indonesia kan? Ini saya kasih tahu!" kata seorang lelaki tersenyum, sambil menyodorkan sebuah nampan penuh dengan nasi dan sayur tahu. Waduh, ini lidah saya sudah empat bulan tak ketemu tahu. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Sebelum tidur, ada pembacaan hayatush shahabah, kisah kehidupan para sahabat Nabi, lalu ada kalkuzari, semacam laporan perjalanan. Malam itu seorang brother keturunan Eritrea memberi laporan khuruj-nya dari Kaledonia Baru, sebuah negara kepulauan di Pasifik Selatan.&lt;br /&gt;Diceritakannya betapa masyarakat muslim di wilayah bekas jajahan Prancis itu, yang terdiri dari keturunan India dan Jawa, telah jauh dari Islamnya. Merasa senang akan kedatangan saudara-saudaranya dari Melbourne, mereka minta lain kali didatangkan jamaah lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Paginya, sehabis shubuh, seorang brother asal Bosnia yang lahir di Australia memberikan bayan shubuh. Rupanya ia baru saja pulang dari kampung ayah ibunya Bosnia-Herzegovina, memimpin sebuah jamaah tabligh pertama yang datang setelah perang berhenti di kawasan Balkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;                   &lt;/span&gt;          &lt;/div&gt;          &lt;/td&gt;          &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;/div&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-8339454692123598463?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/8339454692123598463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=8339454692123598463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8339454692123598463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/8339454692123598463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/desember-ini-1999-red-melbourne-akan.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1392960769066371325</id><published>2008-06-03T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T02:55:12.320-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 style="line-height: 100%;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara Seluruh Alam, Salawat dan Salam semoga tetap dilimpahkan kepada sebaik-baik Nabi Rasul Muhammad SAW dan seluruh pengikutnya sampai hari pembalasan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selanjutnya, kalau anda belum pernah melihat seseorang, atau kelompok/jama’ah dari dekat, dengan bersahabat atau dengan partisipasi, anda tidak dapat menghukuminya dengan pandangan yang benar. Sebab sudab jelas bahwa apa saja yang anda dengar dari orang-orang itu belum tentu benar dan tepat. Maka dari itu Allah memerintahkan kita:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Apabila seseorang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka selidikilah &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;...“&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 100%;"&gt;“Cukuplab seseorang dikatakan pembohong, bila ia memberitakan segala yang ia dengar”.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; Saya, penulis kata pengantar in&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;i &lt;/span&gt;dengan segala kerendahan hati menuturkan bahwa saya telah menyelesaikan studi di Madrasah Deoband, mendapat Asy-Syahadah AI-Alamiyyah di Universitas Khoirul-madaris, Multan Pakistan pada tahun 1382 H. Kemudian saya mengajar di beberapa Pesantren antara lain Sahiwal, Faishol Abad, Jehiem, Rawalpindi di Islamabad. Hubungan saya dengan Amir Jama’ah Tabligh di Pakistan yaitu H. Basyir Ahmad rahimahullah, cukup rapat, tetapi saya belum tahu kepentingan aktifitas jama’ah &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;ini. &lt;/span&gt;Sampai akhirnya Allah SWT memberi kehormatan kepada saya untuk dapat diterima di Fakultas Da’wah dan Ushuludlin, universitas Islam Madinah AI-Munawwarah Pada hari ketiga dari diterimanya saya di Universitas Islam, saya dan Seluruh mahasiswa asal Pakistan diundang oleh Syaikh Sa’id Ahmad ke Masjid An-Nuur. Beliau telah menerangkan kepentingan usaha yang agung &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;ini. &lt;/span&gt;Dan sejak itulah ucapan Syaikh Sa’id begitu berkesan dihati saya dan saya mendapat kesempatan untuk melihat jama’ah in&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;i &lt;/span&gt;dari dekat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada tahun 1395 H saya mendapat kesempatan untuk khuruj fisabilillah selarna 40 hari ke Sudan. Saya menjadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah terbakar oleh kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam di hari ini&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam kerja besar &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;ini &lt;/span&gt;mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi. Dan karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam da’wah. Allah SWT telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hambanya,&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam penjalanan &lt;span style=""&gt;khuruj&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;tersebut di stasiun kereta api (Syindi) saya telab melihat seorang pemuda Tunis bersarna dengan seorang gadis Amerika. Waktu itu kami dalam perjalanan menuju ke Port Sudan. Pemuda Tunis tersebut ikut naik di kendaraan kami, maka seorang diantara kami berbicara kepadanya tentang iman, sehiugga Allah SWT telab memberikan karunia hidayah kepadanya. Setelab kepulangan kami ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umroh dan ia telah hafal beberapa juz AI-Qur an. Adalab sangat kebetulan sekali, pemuda itu termasuk keturunan As-Sadaat dan ia mempunyal keluarga di Madinah AI-Munawwarah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelab tamat dari fakultas Da’wah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Al-Munawwrah saya menjadi tenaga da’i dari Lembaga Riset Jamiyah, Fatwa, Da’wah dan Bimbingan Islam di Mauratius kemudian di negeni Bahrain dan bekerja disana selama 12 tahun. Dalarn masa itu, saya telah mengunjungi banyak negara. Sungguh saya belum pernah melihat pengaruh jama’ah manapun yang menyamai pengaruh Jama’ah Tabligh. Dan karena takut dari pengaruh jama’ah ini, sebagian orang menentangnya dan melemparkan tuduhan-tuduhan yang berbahaya. Tetapi karena keikhlasan mereka, Allah SWI’ selalu menolong dan membela mereka dengan bantuan gaibNya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Buku yang ada dihadapan anda, saya beri nama “Jilaaul Adzhan” (menyingkap tabir kesalah fahaman terhadap Jama’ah Tabligh) yang merupakan kumpulan surat-surat para ulama yang Mukhlis di Kerajaan Saudi Arabia, yang diketuai oleb Yang Terhormat Syaikh Abdul Aziz bin Abdillab bin Haz (semoga Allah senantiasa menjaga beliau). &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;mi &lt;/span&gt;merupakan bantuan gaib dan Allah Aza Wajalla untuk Jama’ah Tabligh. Kumpulan surat-surat mereka mengandung dorangan semangat untuk jama’ah ini, serta anjuran dan galakan untuk belajar dan mengajar, juga dorongan semangat untuk memperbaiki aqidah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang lebih penting lagi surat-surat tersebut mengajak untuk menyelamatkan ummat dari perpecahan dan perselisihan menuju persatuan Maka dari itu saya telah berfikir untuk menyebar luaskan surat-surat tersebut seperti apa adanya, supaya ummat Islam bersatu diatas satu kalimah. Umat Islam yang terpecah-pecah di zaman &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;ini menghajatkan&lt;/span&gt; kepada persatuan lebih besar lagi dan pada di zaman sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keamanan dan ketentraman tidak rnungkin terwujud kecuali dengan kembali kepada Al-Quran dan AI-Sunnah, rnernpraktekkan tuntutan-tuntutan keduanya, melaksanakan da’ wah dan dengan mewujudkan solidaritas Islam.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Syaikh As-Sayyid Nafis Al-Huseiny, semoga Allah SWT menjaga beliau yang telah memerintahkan kepada saya untuk melaksanakan kewajiban saya&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;dengan sebaik-baiknya terhadap usaha yang agung in&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;i.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagai penutup saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penanggung jawab di kantor Dar AI-Hasan untuk percetakan dan terjemah di markas FB, Ayyub Market, Islamabad. Mereka itu&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;adalah Syaikh Raghib Hasan, Syaikh Ahmad Hasan, semoga Allah SWT menjaga beliau berdua, juga pakar lay out saudara Sulaiman Haidar, semoga Allah menjaganya, yang telah mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk penulisan dan pencetakan buku &lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;ini &lt;/span&gt;dalam bentuk yang baik dan indah. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya berdo’a kepada Allah SWT agar menjadikan usaha saya yang sederhana in&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;i &lt;/span&gt;penyebab persatuan ummat islam. Dan semoga Allah SWT memberikan taufik kepada ummat in&lt;span style="font-family: &amp;quot;Xerox Serif Narrow&amp;quot;;"&gt;i &lt;/span&gt;untuk melaksanakan kerja mereka yang hakiki yaitu amar ma'ruf nahi munkar, sehingga berhasil meraih kembali kehormatan dan kejayaan mereka seperti dimasa yang lalu. Amin.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau dan seluruh sahabat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 100%;"&gt;Ghulam Mustofa Hasan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;- &lt;/span&gt;Alumni Universitas Islam Madinah AI-Munawwarah&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;- &lt;/span&gt;Rektor Universitas A1-Muhammadiyah khusus Untuk Wanita&lt;br /&gt;1-86,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kashmir Road. Ghulam Mohd. Abad. Faishol Abad, Pakistan.&lt;br /&gt; Awwal Jumadist Tsaniyah 1415 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1392960769066371325?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1392960769066371325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1392960769066371325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1392960769066371325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1392960769066371325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/pengantar-segala-puji-bagi-allah-tuhan.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1902469208053841184</id><published>2008-06-03T01:04:00.001-07:00</published><updated>2008-06-03T01:06:20.431-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kaina/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kaina/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1902469208053841184?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1902469208053841184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1902469208053841184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1902469208053841184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1902469208053841184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1835580144781689275</id><published>2008-06-03T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:54:06.082-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="widget Text" id="Text2"&gt; &lt;h2 class="title"&gt;::Engkau Ingin Berjuang::&lt;/h2&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi tidak mampu menerima ujian,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi rosak oleh pujian,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi tidak begitu setiakawan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;tapi tidak sanggup berkorban,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi ingin jadi pemimpin,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;menjadi pengikut agak segan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tolak ansur tidak engkau amalkan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tapi tidak sanggup terima cabaran,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;kesihatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Masa tidak sanggup engkau luangkan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;Karenah isteri tidak engkau tahan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;Rumah tangga lintang pukang,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;Diri engkau tidak, engkau tingkatkan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;disiplin diri engkau abaikan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;janji kurang engkau tunaikan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;kasih sayang engkau cuaikan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;tetamu engkau abaikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;anak isteri engkau lupakan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;ilmu berjuang engkau tinggalkan&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;kekasaran dan kekerasan engkau amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;pandangan engkau tidak diselaraskan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;rasa bertuhan engkau abaikan,&lt;br /&gt;Engkau ingin berjuang,&lt;br /&gt;iman taqwa engkau lupakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Yang sebenarnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 0pt;"&gt;&lt;/span&gt;apa yang engkau hendak perjuangkan.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span class="widget-item-control"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin"&gt; &lt;a class="quickedit" href="rearrange?blogID=2895676811520420660&amp;amp;widgetType=Text&amp;amp;widgetId=Text2&amp;amp;action=editWidget" onclick="'return" target="configText2" title="Edit"&gt; &lt;img alt="" src="img/icon18_wrench_allbkg.png" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML6"&gt; &lt;h2 class="title"&gt;:: Visitor's Location ::&lt;/h2&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;a id="clustrMapsLink" href="http://www3.clustrmaps.com/counter/maps.php?url=http://qinsani.blogspot.com"&gt;&lt;img id="clustrMapsImg" style="border: 0px none ;" alt="Locations of visitors to this page" src="http://www3.clustrmaps.com/counter/index2.php?url=http://qinsani.blogspot.com" onerror="this.onError=null; this.src='http://www2.clustrmaps.com/images/clustrmaps-back-soon.jpg'; document.getElementById('clustrMapsLink').href='http://www2.clustrmaps.com'" title="Locations of visitors to this page" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span class="widget-item-control"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin"&gt; &lt;a class="quickedit" href="rearrange?blogID=2895676811520420660&amp;amp;widgetType=HTML&amp;amp;widgetId=HTML6&amp;amp;action=editWidget" onclick="'return" target="configHTML6" title="Edit"&gt; &lt;img alt="" src="img/icon18_wrench_allbkg.png" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML5"&gt; &lt;h2 class="title"&gt;:: Visitor's Statistic ::&lt;/h2&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;a href="http://www.globetrackr.com/details/e79bfa37bf282e5a5beb3510a12c85ba"&gt;&lt;img src="http://www.globetrackr.com/dynimg/e79bfa37bf282e5a5beb3510a12c85ba/150-FFFFFF-FFFFFF-000000-5-5/display.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span class="widget-item-control"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin"&gt; &lt;a class="quickedit" href="rearrange?blogID=2895676811520420660&amp;amp;widgetType=HTML&amp;amp;widgetId=HTML5&amp;amp;action=editWidget" onclick="'return" target="configHTML5" title="Edit"&gt; &lt;img alt="" src="img/icon18_wrench_allbkg.png" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;script src="http://feedjit.com/serve/?bc=FFFFFF&amp;amp;tc=494949&amp;amp;brd1=336699&amp;amp;lnk=494949&amp;amp;hc=336699&amp;amp;ww=160" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script charset="utf-8" type="text/javascript" src="http://feedjit.com/router/?w=trafficList&amp;amp;ign=0&amp;amp;wn=1&amp;amp;cen=1&amp;amp;nv=1&amp;amp;fl=0&amp;amp;vid=new&amp;amp;rn=0&amp;amp;lg=1&amp;amp;u=http%3A%2F%2Fqinsani.blogspot.com%2F2008%2F05%2Forang-tabligh.html&amp;amp;r=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.co.id%2Fblogsearch%3Fhl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26q%3Djamaah%2Btabligh%26btnG%3DCari%2BBlog%26lr%3D&amp;amp;t=Sekerdil%20mana%20pun%20kita%2C%20kita%20tetap%20pendakwah%21%21%21%3A%20Orang%20Tabligh&amp;amp;sw=1024&amp;amp;sh=768&amp;amp;fjv=2&amp;amp;rand=31106022"&gt;&lt;/script&gt;   &lt;table id="FJ_TList" class="FJ_TopTable" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Heading"&gt; Live traffic feed &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/id.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Indonesia arrived from &lt;a href="http://blogsearch.google.co.id/blogsearch?hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;q=jamaah+tabligh&amp;amp;btnG=Cari+Blog&amp;amp;lr="&gt;blogsearch.google.co.id&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/2008/05/orang-tabligh.html"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!: Orang Tabligh&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan arrived from &lt;a href="http://muhdfazdhly.blogspot.com/"&gt;muhdfazdhly.blogspot.com&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan arrived on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan arrived from &lt;a href="http://alternatethunder.blogspot.com/"&gt;alternatethunder. blogspot.com&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Petaling Jaya, Wilayah Persekutuan arrived from &lt;a href="http://www.google.com.my/search?hl=en&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;channel=s&amp;amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;amp;hs=0CN&amp;amp;q=sekilogram+ayam+berapa+&amp;amp;btnG=Search&amp;amp;meta="&gt;google.com.my&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/2007_09_01_archive.html"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!: September 2007&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/sg.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Singapore arrived from &lt;a href="http://kyuemmuscom.blogspot.com/2008_01_01_archive.html"&gt;kyuemmuscom.blogspot.com&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Petaling Jaya, Wilayah Persekutuan arrived from &lt;a href="http://search.yahoo.com/search;_ylt=A0oGkmGuy0NIydMAaN9XNyoA?p=osama+tak+wujud%3F&amp;amp;y=Search&amp;amp;fr=yfp-t-501&amp;amp;ei=UTF-8&amp;amp;fp_ip=MY&amp;amp;rd=r1&amp;amp;meta=vc%3Dmy"&gt;search.yahoo.com&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/2007_09_01_archive.html"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!: September 2007&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan left "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" via &lt;a href="http://zaimthinks.blogspot.com/"&gt;zaimthinks.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan arrived from &lt;a href="http://alternatethunder.blogspot.com/?/"&gt;alternatethunder. blogspot.com&lt;/a&gt; on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;" &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="FJ_Line"&gt; &lt;img src="http://feedjit.com/images/flags/my.png" alt="" title="" border="0" height="11" width="16" /&gt;  Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan arrived on "&lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/"&gt;Sekerdil mana pun kita, kita tetap pendakwah!!!&lt;/a&gt;"&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1835580144781689275?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1835580144781689275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1835580144781689275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1835580144781689275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1835580144781689275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/engkau-ingin-berjuang-engkau-ingin.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-6285406059631528280</id><published>2008-06-03T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:50:23.628-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;Monday, May 5, 2008&lt;/h2&gt;  &lt;a name="7323475541695405988"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://qinsani.blogspot.com/2008/05/orang-tabligh.html"&gt;Orang Tabligh&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold; font-size: 180%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Rata-rata dari kita, seringkali bertanggapan negatif terhadap jamaah tabligh &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;perangai berubah bila masuk tabligh, mula berpakaian selekeh, tak jaga perwatakan, kebersihan diabaikan, mengganggu orang, cara dakwah yang tidak berkesan, membazir masa, membuatkan mad'u makin menjauh,&lt;/span&gt; dan pelbagai tohmahan negatif yang kita sendiri tak ketahui betul atau tidak Kita hanya memerhati dari jauh, juga tidak bersedia untuk mendekati dan memahami. Lalu bertanya pendapat mereka yang juga kurang arif. Jalan yang kabur terus malap, lantas cahaya kebenaran makin hari makin memudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5fPJBmfyI/AAAAAAAAASc/tRcFD_-71Vk/s1600-h/islam_12.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196695733757443874" style="width: 181px; cursor: pointer; height: 196px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5fPJBmfyI/AAAAAAAAASc/tRcFD_-71Vk/s400/islam_12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5eZpBmfxI/AAAAAAAAASU/5WXggrWvcmw/s1600-h/25064E01D6D465.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196694814634442514" style="width: 179px; cursor: pointer; height: 194px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5eZpBmfxI/AAAAAAAAASU/5WXggrWvcmw/s400/25064E01D6D465.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan senang nak berdakwah, terpaksa berhadapan dengan persepsi negatif manusia&lt;/span&gt; =(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hidup kita di akhir zaman ini, tidak sama dengan zaman Nabi Muhammad S.A.W. Kehebatan baginda berdakwah tak dapat siapa pun tandingi sebelum atau selepas baginda. Jadi, bukanlah perkara yang aneh dan menghairankan jika baginda mampu melakukan beraneka teknik dakwah bersama para sahabatnya yang diredhai. Pada zaman ini, setiap jamaah islam punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi adalah amat merugikan jika kita sebagai seorang daíe mengutuk cara pembawaan jamaah yang lain. Ada perkara yang jamaah ini tak mampu buat, tapi mampu dibuat oleh jamaah yang lain. Tak perlu berebut-rebut. Bukankah Allah taala sudah berfirman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;ma jaalallahu lirajulin min qalbaini fi jaufih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;tidak allah jadikan dua hati pada seseorang manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Biarlah hati kita yang menentukan cara berdakwah mana yang lebih sesuai untuk kita. Ada yang suka dengan cara tarbiah, maka teruskan. Ada pula yang suka secara fardiah, persilakan. Janganlah pula disebabkan perbalahan yang merugikan antara jamaah-jamaah ini, membuatkan mereka yang tidak tahu menahu menjadi mangsa. Mungkin ada yang mengeluh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;nape diorang ni gaduh-gaduh, malas la nak ikut yang mana satu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5dRJBmfwI/AAAAAAAAASM/Xuzd10NKgdQ/s1600-h/unity.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196693569093926658" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5dRJBmfwI/AAAAAAAAASM/Xuzd10NKgdQ/s400/unity.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Rakyat Malaysia yang pelbagai kaum mahu bersatu,&lt;br /&gt;kita yang dalam satu matlamat bila lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mencari satu jamaah yang mampu melakukan pelbagai cara berdakwah mungkin amat mustahil pada masa ini, tanpa menafikan kebarangkalian untuk ia wujud pada masa hadapan. Setiap satu ada lompang yang tersendiri, dan setiap satu melengkapkan satu sama lain. Jangan abaikan satu pun dari kuantiti manusia. Setiap seorang dari kita makhluk yang diuji Allah. Juga adalah seorang pendakwah. Betul, walau sekerdil mana pun kita. Mungkin kita boleh anggap perbezaan ini hanya sebagai UNITY IN DIVERSITY.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hidup ini terlalu singkat untuk dibazirkan dengan persengketaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dibawah ada sajak berkenaan jamaah tabligh secara khususnya, tapi dapat diaplikasikan kepada para pendakwah secara amnya. Harap dapat membaiki persepsi negatif kita. Sesuai untuk mereka yang ingin lebih memahami. Moga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Lari!!! Lari!!! Orang Tabligh datang,&lt;br /&gt;Yang tadi ramai, sekelip mata je dah ilang,&lt;br /&gt;Yang tadi segar- bugar dah tidur terlentang,&lt;br /&gt;Yang sakit kaki pun boleh terjun tingkap lari lintang pukang,&lt;br /&gt;Heh...betul la kata orang,&lt;br /&gt;Nak ajak manusia pada Allah bukannya kerja senang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Ajak keluar khuruj,&lt;br /&gt;bukannya nanti tak pulang,&lt;br /&gt;Yang baru dapat gaji pun kata takde duit, nak bayar hutang,&lt;br /&gt;Yang tadi sihat pun tiba-tiba migrain pula datang,&lt;br /&gt;Yang menganggur pun buat-buat sibuk bukan kepalang,&lt;br /&gt;Heh, dakwah ni setakat cakap je memang la senang,&lt;br /&gt;Cuba buat, memang nak kena sabar, nak kena tenang,&lt;br /&gt;Lain la kalau ajak pada dunia, bondong-bondong orang datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Lorong ke lorong,&lt;br /&gt;hati ke hati,&lt;br /&gt;pintu ke pintu,&lt;br /&gt;Jumpe semua orang tak pilih bulu,&lt;br /&gt;Dari ustaz sampai le kutu,&lt;br /&gt;Semua nak ditemu,&lt;br /&gt;Nak diajak pada Allah yang satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Jalan bawa periuk belanga,&lt;br /&gt;Dipandang orang setakat sebelah mata,&lt;br /&gt;Dituduh jahil, tinggal dunia perkara biasa,&lt;br /&gt;Walaupun kekadang pedih juga telinga,&lt;br /&gt;Nabi dulu-dulu pun kan selalu kena,&lt;br /&gt;Dituduh dusta, dipanggil gila,&lt;br /&gt;Itu Nabi, apatah lagi kita,&lt;br /&gt;Yang banyak salah,yang banyak dosa,&lt;br /&gt;Takpe-takpe, Allah kan ada,&lt;br /&gt;Yang Maha Mengetahui,&lt;br /&gt;yang mana intan, yang mana kaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Kekadang buat silap...adat la manusia,&lt;br /&gt;Memang tengah nak belajar-belajar tiru sahabat (r.anhum) yang dah terbukti berjaya,&lt;br /&gt;Terpancung, terlaser..sori, bukannya sengaja,&lt;br /&gt;Nak dapat hikmah dalam berdakwah memang ambil masa,&lt;br /&gt;Kena keluar lagi dan lagi la nampaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Ada kat mana-mana, Kat US, Afrika, kat Israel pun ada,&lt;br /&gt;Dari petani, engineer, sampai la Raja,&lt;br /&gt;Pelbagai adat, perangai beza-beza,&lt;br /&gt;Tapi boleh makan dalam dulang yang sama,&lt;br /&gt;Bila keluar jemaah semua dilayan serupa,&lt;br /&gt;Bila nak berpisah..isk2. .keluar pula air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Nak hidupkan sunnah Nabi,&lt;br /&gt;Janggut, jubah, seluar atas buku lali,&lt;br /&gt;Kalau nak diikutkan, memang ada banyak lagi,&lt;br /&gt;Kekadang tu kena juga perli,&lt;br /&gt;"Kita sekarang kan di zaman IT, tak main la sunnah-sunnah ni!"&lt;br /&gt;Jangan la macam tu bang, kita kan nanti mati,&lt;br /&gt;Kang menyesal esok, siapa yang rugi? Kan diri sendiri..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Manusia biasa, ada hati,&lt;br /&gt;Sedih bila diperli, sakit bila dimaki,&lt;br /&gt;Bila tinggalkan rumah, rindukan family,&lt;br /&gt;Kalau nak ikutkan hati, memang nak dok rumah,&lt;br /&gt;bergurau dgn bini,atau ajak anak main lari-lari,&lt;br /&gt;Atau layan PS2 sampai pagi,&lt;br /&gt;Tapi untuk mengejar kebahagiaan abadi,&lt;br /&gt;Kena korban lagi dan lagi,&lt;br /&gt;Yela..hidup ni kan cuma sekali,&lt;br /&gt;Kalau sekarang tak buat jyunbi (persiapan) ,&lt;br /&gt;bila lagi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Malam-malam doa hidayat,&lt;br /&gt;Fikir risau,bagaimana nak selamatkan umat,&lt;br /&gt;Supaya di akhirat esok semua selamat,&lt;br /&gt;Orang sekarang ingat hidayat boleh senang-senang dapat,&lt;br /&gt;Tak perlu susah-susah, tak perlu keringat,&lt;br /&gt;dan tak mau pula jumpa masyarakat,&lt;br /&gt;Hanya sibuk buat ibadat,&lt;br /&gt;Kalau camtu takde la kita ni "The Best Ummat".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;"Apsal la ulama India yang jadi ikutan??&lt;br /&gt;"Mmmm...kan Nabi dulu dah pesan,&lt;br /&gt;Sape saja yang bawa kebenaran,&lt;br /&gt;Tak kisah la orang Arab ke bukan,&lt;br /&gt;Semua kena bagi sokongan,&lt;br /&gt;Yang Allah pandang bukan luaran tapi kan Iman,&lt;br /&gt;Bab mazhab jangan bimbang still sendiri punya pegangan,&lt;br /&gt;So tak jadi masalah la kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Ajak keluar 3 hari,"I can't go..sorry!"&lt;br /&gt;Yang dah kawin tak nak berenggang dgn isteri,&lt;br /&gt;Yang si isteri mati-mati tak nak suami dia pergi,&lt;br /&gt;Berderai-derai air mata keluar mmacam air pili,&lt;br /&gt;"Kalau abg nak pergi juga, hantar saya balik kampung esok pagi!!" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Heh, orang laki memang lemah bab air mata ni,&lt;br /&gt;Si suami pun letak balik beg, tak jadi pergi,&lt;br /&gt;Yang tadi josh (bersemangat) tak ingat pun,&lt;br /&gt;jadik lemah seluruh sendi,&lt;br /&gt;Kes-kes camni memang banyak terjadi,&lt;br /&gt;Boleh tengok dengan mata kepala sendiri,&lt;br /&gt;Tapi kalau bab duniawi (cth : kursus naik pangkat)&lt;br /&gt;"no prob, anytime kami ready!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Si isteri lambai pemergian suami dgn wajah berseri2,&lt;br /&gt;Hey, of course la, nanti husband I dapat naik gaji,&lt;br /&gt;Wife mana la yang tak happy,&lt;br /&gt;Heh..ni la realiti, Bab dunia,&lt;br /&gt;tak payah diajak pun semua pakat-pakat reti,&lt;br /&gt;Bab akhirat, masing-masing buat tak kesah, tak ambil peduli,&lt;br /&gt;Ya Allah selamatkanlah kami!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Bukan nak takhta,&lt;br /&gt;harta, ataupun kuasa,&lt;br /&gt;Atau nak berlagak macam dah tera,&lt;br /&gt;Tak juga nak kafirkan siapa-siapa,&lt;br /&gt;Atau sibuk-sibuk pergi minta derma,&lt;br /&gt;Cuma nak amalkan agama yang sempurna,&lt;br /&gt;Dengan korbankan sendiri punya diri,duit dan masa,&lt;br /&gt;Nak selamatkan manusia semuanya,&lt;br /&gt;Dari kena masuk neraka,&lt;br /&gt;Nak supaya Allah redha,&lt;br /&gt;masukkan kita dalam syurgaNya, Itu saja...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Seluruh dunia...naik kapalterbang. ..pakai selipar jepun sahaja...&lt;br /&gt;Ikhlas..no sponsor....no subsidy.....passport penuh cop many countries..&lt;br /&gt;Ade yang kerja tukang kebun sahaja...nak tanya nafkah batin?&lt;br /&gt;Balik dari keluar, macam pengantin baru...&lt;br /&gt;sama seperti balik dari fardhu haji........ ..&lt;br /&gt;Sayangkan bini tingal-tinggalkan. ..&lt;br /&gt;sayangkan anak...rotan digantungkan. .....&lt;br /&gt;sunnah nabi...bukan untuk mendera...speed limit sahaja...&lt;br /&gt;kenapa sibuk dakwah orang..&lt;br /&gt;keluarga, anak isteri belum betul lagi..&lt;br /&gt;Nabi Nuh A.S. , anak isteri tak mahu ikut...&lt;br /&gt;kalau Nabi Nuh ikut teori tersebut,&lt;br /&gt;tak naik bahteralah jadinya...&lt;br /&gt;Abu Jahal bapa saudara Nabi Muhammad SAW tak mahu ikut..&lt;br /&gt;Kalau Nabi Muhammad SAW ikut teori tersebut...&lt;br /&gt;tak buat dakwahlah Nabi....&lt;br /&gt;tak sampailah Islam ke Malaysia ni...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(0, 102, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang Tabligh,&lt;br /&gt;Selekehkah, tak de ilmu,compang-campinglah, berbaulah..&lt;br /&gt;itu mungkin segelintir &amp;amp; cerita lama.&lt;br /&gt;You can't blame the teachers.&lt;br /&gt;You have to blame the distortions and ignorance of their followers.&lt;br /&gt;Balighuanni walau ayah...&lt;br /&gt;Saidina Abu Bakar received the first kalimat terus buat dakwah...&lt;br /&gt;if he waits tunggu complete ilmu,&lt;br /&gt;he will not be top performers after Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;Ditujukan khas buat tiga kenalan saya yang aktif dalam tabligh. mereka jelas mempunyai hati yang amat baik. moga allah merahmati mereka.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;QiNSaNi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://qinsani.blogspot.com/2008/05/orang-tabligh.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-05-05T07:46:00+08:00"&gt;7:46:00 AM&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-6285406059631528280?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/6285406059631528280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=6285406059631528280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6285406059631528280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6285406059631528280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/monday-may-5-2008-orang-tabligh-rata.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_e_crlZMSb_c/SB5fPJBmfyI/AAAAAAAAASc/tRcFD_-71Vk/s72-c/islam_12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-5358676727297724106</id><published>2008-06-03T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:44:38.576-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>7 Maret 2008       · Disimpan dalam &lt;a tip="Lihat seluruh tulisan dalam Agama" href="http://id.wordpress.com/tag/agama/" rel="category tag"&gt;Agama&lt;/a&gt;   · Tagged &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/ahmad-dahlan/" rel="tag"&gt;ahmad dahlan&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/fadlilah-amal/" rel="tag"&gt;fadlilah amal&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/fazilah-amal/" rel="tag"&gt;fazilah amal&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/hasyim-asyari/" rel="tag"&gt;hasyim Asy'ari&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/hasyim-muzadi/" rel="tag"&gt;hasyim muzadi&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/jamaah-tabligh/" rel="tag"&gt;Jamaah Tabligh&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/jaulah/" rel="tag"&gt;Jaulah&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/kandahlawi/" rel="tag"&gt;kandahlawi&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/kandahlawy/" rel="tag"&gt;kandahlawy&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/karkun/" rel="tag"&gt;karkun&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/khuruj/" rel="tag"&gt;khuruj&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/maulana-ilyas/" rel="tag"&gt;maulana ilyas&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/maulana-zakaria/" rel="tag"&gt;maulana zakaria&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/muhammadiyyah/" rel="tag"&gt;Muhammadiyyah&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/nu/" rel="tag"&gt;NU&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/tabligh/" rel="tag"&gt;Tabligh&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/transnasional/" rel="tag"&gt;Transnasional&lt;/a&gt;                  &lt;div&gt;&lt;span style="font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size: x-small; color: rgb(51, 51, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size: x-small; color: rgb(51, 51, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semasa belajar di Mekkah, KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah, bersahabat dengan Maulana Muhammad Ilyas, pendiri Jamaah Tabligh – gerakan dakwah mendunia yang berpusat di New Delhi India. Demikian ditulis oleh Zaim Uchrowi dalam bukunya &lt;em&gt;Authorized Biography&lt;/em&gt; “Muhammad Amien Rais Memimpin dengan Ruhani” (cetakan ke III, Juni 2004 hal 160).&lt;img src="http://aldjo.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-118/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" height="1" width="1" /&gt;&lt;span id="more-28"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt;Di kota suci tersebut, KH Ahmad Dahlan diceritakan juga berteman dengan KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU (Nahdlatul Ulama). Kalau KH Ahmad Dahlan bersahabat dengan KH Hasyim Asy’ari, maka ada kemungkinan besar KH Hasyim Asy’ari juga kenal dan bersahabat dengan Maulana Muhammad Ilyas, karena mereka semua hidup dan pernah menimba ilmu di kota suci dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt;Dari foto/gambar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang beredar di masyarakat, mereka berdua selalu digambarkan sebagai sosok berjenggot yang selalu mengenakan surban dan gamis, pakaian yang sekarang kayaknya asing dan jarang digunakan oleh para aktivis kedua gerakan tersebut, kecuali mungkin oleh sedikit kyai pesantren yang tinggal di kampung (mungkin dianggap tidak substansial ?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt;Sementara gambar/foto Maulana Ilyas sendiri, sejauh ini tidak ada yang diedarkan (beliau juga tidak menghendakinya). Tetapi, kalau kita dilihat dari para aktivis gerakan yang beliau perintis dan dari buku-buku yang ditulis tentang beliau, penampilan beliau sehari-hari saya kira juga tidak akan jauh berbeda dari kedua tokoh tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt;Dari nama gerakan yang dipakai oleh ketiga gerakan tersebut juga menunjukkan semangat yang sama untuk menghidupkan kembali agama sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Muhammadiyyah, secara harfiyah dapat diartikan sebagai pengikut Muhammad. NU (Nahdlatul Ulama) secara harfiah bermakna kebangkitan para ulama. Ulama sendiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits, adalah pewaris para nabi dan penghulu para nabi adalah nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt;Sedangkan nama Jamaah Tabligh tidak lah diberikan oleh Maulana Ilyas sendiri, nama ini diberikan oleh orang lain. Maulana Ilyas sendiri tidak memberikan sebuah nama pun untuk gerakan beliau, seandainya harus ada nama, maka beliau lebih suka memberi nama gerakan ini dengan nama “Harakatul Iman” (Gerakan Iman).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:#808000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Kisah di atas adalah sekelumit contoh kecil mengenai hubungan dan persentuhan antar tokoh tiga gerakan Islam tersebut. Jika penelusuran dilakukan lebih mendalam, maka penulis yakin, antar tokoh-tokoh gerakan Islam bisa ditemukan persentuhan yang lebih luas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Gambaran sementara orang bahwa hubungan antar berbagai gerakan Islam adalah tidak harmonis, tidak bisa bekerja sama dan saling bertentangan sama lain adalah gambaran yang terlalu dibesar-besarkan. Para tokoh pendiri gerakan sendiri memberi teladan yang sangat baik bagaimana mereka harus bergaul dan saling menghormati satu dengan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Sekarang ini kita hidup di jaman global dimana kita tidak mungkin hidup dalam sebuah &lt;em&gt;enclave&lt;/em&gt; yang tertutup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini kita harus berhubungan dengan orang lain, yang berasal dari negara, agama, bangsa dan bahasa yang berbeda. Maka untuk kepentingan menghidupkan kembali agama, kebutuhan untuk kerjasama satu dengan lainnya mesti lebih dibutuhkan lagi, tanpa kita harus menanggalkan identitas dan ciri khas kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Dua buah contoh sederhana dalam hal ini mungkin bisa disebutkan disini. KH Hasyim Muzadi, ketua PB NU yang sering digambarkan sangat kritis terhadap gerakan Transnasional, entah dilakukan secara sadar atau tidak, dalam sebuah kolomnya di harian Kompas pada bulan Ramadhan tahun 2006, pernah mengutip pendapat dari sebuah kitab yang dijadikan pegangan oleh para aktivis Jamaah Tabligh di seluruh dunia, yaitu kitab &lt;em&gt;Fadhilah Amal&lt;/em&gt;-nya Maulana Zakariyya Kandahlawy. Beliau mengutip dari buku itu dalam konteks pentingnya kita memanage waktu dalam kehidupan kita, terutama kaitannya dengan bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Sementara itu di Yogyakarta, seorang cucu KH Ahmad Dahlan, Muhammad Iftironi, juga aktif di kegiatan Masjid Ittihad, Jalan Kaliurang Km 5,5, markaz Tabligh di Yogyakarta, beliau juga sering melakukan perjalanan dakwah keliling dari satu masjid ke masjid yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau juga lebih sering tampil dengan pakaian “kebesaran” seperti kakeknya, yaitu berbaju gamis dan bersurban. Pak Iftironi insya allah juga sedang belajar untuk menjadi pengikut Muhammad (Muhammadiyah) sejati seperti dulu yang dilakukan oleh kakeknda tercinta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Contoh-contoh kecil semacam itu saya kira cukup menyejukkan dan seharusnya bisa dikembangkan lebih luas lagi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ketiga pendiri gerakan tersebut bisa saling bersahabat dan berteman satu sama lain, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencontohnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Tantangan bagi umat Islam untuk bangkit kembali sangat berat, baik dari internal maupun eksternal. Maka saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi kita untuk saling membesar-besarkan perbedaan, saling curiga, mencela dan saling menyebarkan fitnah satu sama lain. Marilah kita saling berfastabiqul khairat untuk mencari keridloaan Allah SWT. &lt;em&gt;Wallahul mustaan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Kisah di atas adalah sekelumit contoh kecil mengenai hubungan dan persentuhan antar tokoh tiga gerakan Islam tersebut. Jika penelusuran dilakukan lebih mendalam, maka penulis yakin, antar tokoh-tokoh gerakan Islam bisa ditemukan persentuhan yang lebih luas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Gambaran sementara orang bahwa hubungan antar berbagai gerakan Islam adalah tidak harmonis, tidak bisa bekerja sama dan saling bertentangan sama lain adalah gambaran yang terlalu dibesar-besarkan. Para tokoh pendiri gerakan sendiri memberi teladan yang sangat baik bagaimana mereka harus bergaul dan saling menghormati satu dengan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Sekarang ini kita hidup di jaman global dimana kita tidak mungkin hidup dalam sebuah &lt;em&gt;enclave&lt;/em&gt; yang tertutup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini kita harus berhubungan dengan orang lain, yang berasal dari negara, agama, bangsa dan bahasa yang berbeda. Maka untuk kepentingan menghidupkan kembali agama, kebutuhan untuk kerjasama satu dengan lainnya mesti lebih dibutuhkan lagi, tanpa kita harus menanggalkan identitas dan ciri khas kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Dua buah contoh sederhana dalam hal ini mungkin bisa disebutkan disini. KH Hasyim Muzadi, ketua PB NU yang sering digambarkan sangat kritis terhadap gerakan Transnasional, entah dilakukan secara sadar atau tidak, dalam sebuah kolomnya di harian Kompas pada bulan Ramadhan tahun 2006, pernah mengutip pendapat dari sebuah kitab yang dijadikan pegangan oleh para aktivis Jamaah Tabligh di seluruh dunia, yaitu kitab &lt;em&gt;Fadhilah Amal&lt;/em&gt;-nya Maulana Zakariyya Kandahlawy. Beliau mengutip dari buku itu dalam konteks pentingnya kita memanage waktu dalam kehidupan kita, terutama kaitannya dengan bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Sementara itu di Yogyakarta, seorang cucu KH Ahmad Dahlan, Muhammad Iftironi, juga aktif di kegiatan Masjid Ittihad, Jalan Kaliurang Km 5,5, markaz Tabligh di Yogyakarta, beliau juga sering melakukan perjalanan dakwah keliling dari satu masjid ke masjid yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau juga lebih sering tampil dengan pakaian “kebesaran” seperti kakeknya, yaitu berbaju gamis dan bersurban. Pak Iftironi insya allah juga sedang belajar untuk menjadi pengikut Muhammad (Muhammadiyah) sejati seperti dulu yang dilakukan oleh kakeknda tercinta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Contoh-contoh kecil semacam itu saya kira cukup menyejukkan dan seharusnya bisa dikembangkan lebih luas lagi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ketiga pendiri gerakan tersebut bisa saling bersahabat dan berteman satu sama lain, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencontohnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Tantangan bagi umat Islam untuk bangkit kembali sangat berat, baik dari internal maupun eksternal. Maka saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi kita untuk saling membesar-besarkan perbedaan, saling curiga, mencela dan saling menyebarkan fitnah satu sama lain. Marilah kita saling berfastabiqul khairat untuk mencari keridloaan Allah SWT. &lt;em&gt;Wallahul mustaan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; color: rgb(128, 128, 0); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-5358676727297724106?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/5358676727297724106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=5358676727297724106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5358676727297724106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/5358676727297724106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/7-maret-2008-disimpan-dalam-agama.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-2909602582213177002</id><published>2008-06-03T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:41:12.785-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="posttitle"&gt; Tabligh itu Aneh, Mau Masuk kok Disuruh Keluar&lt;/h2&gt;        &lt;p class="postmeta"&gt;     15 April 2008       · Disimpan dalam &lt;a tip="Lihat seluruh tulisan dalam Agama" href="http://id.wordpress.com/tag/agama/" rel="category tag"&gt;Agama&lt;/a&gt;   · Tagged &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/dakwah/" rel="tag"&gt;dakwah&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/jamaah/" rel="tag"&gt;jamaah&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/jaulah/" rel="tag"&gt;Jaulah&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/karguzari/" rel="tag"&gt;karguzari&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/karkun/" rel="tag"&gt;karkun&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/khuruj/" rel="tag"&gt;khuruj&lt;/a&gt;, &lt;a tip="" href="http://id.wordpress.com/tag/tabligh/" rel="tag"&gt;Tabligh&lt;/a&gt;      &lt;/p&gt;       &lt;div class="postentry"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Keluar sepagi atau sepetang di jalan Allah itu lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya&lt;/em&gt;” (alhadits).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;Selama 10 tahun masa kehidupan Rasulullah SAW di Madinah, sebanyak 150 jamaah sahabat telah dikeluarkan oleh beliau. Jamaah-jamaah tersebut dikirim untuk mendakwahkan agama ke berbagai tujuan, dari mulai wilayah-wilayah di sekitar Madinah sampai ke tempat-tempat lain yang cukup jauh di wilayah kekuasan Persia dan Rumawi. Beliau sendiri menyertai sebanyak 25 kali rombongan jamaah.&lt;span id="more-33"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;Setiap jamaah yang dikirim ada yang terdiri dari 7 orang, 15 orang, 300 orang, 500 orang, 1.000 orang bahkan sampai 10.000 orang. Jangka waktunya ada yang tiga hari, 15 hari, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, enam bulan dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;Kalau dihitung-hitung secara cermat, maka dalam setiap tahun, rata-rata sahabat menghabiskan waktu sekitar 7 bulan untuk keluar di jalan Allah SWT, di luar Madinah. Lima bulan sisanya, 2,5 bulan untuk berkhidmat di Masjid Nabawi untuk melayani tamu-tamu yang datang untuk belajar agama di Madinah dan 2,5 bulan selebihnya barulah digunakan untuk keperluan mereka, untuk keluarga, mencari nafkah dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama 10 tahun tersebut para sahabat telah terdidik untuk setiap saat siap meninggalkan urusan keduniaan ketika seruan untuk keluar di jalan Allah telah diserukan, kapan saja dan kemana saja. Mereka berangkat tanpa menghitung-hitung waktu dan jarak yang akan ditempuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seruan tersebut kadang diumumkan ketika mereka sedang sibuk berjual beli di pasar, memetik kurma di kebun, di majlis perkawinan, ketika ibu-ibu sedang melahirkan bayi-bayi mereka dan di tempat-tempat pertemuan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam keadaan demikian, maka tak ada peluang bagi para sahabat untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka. Penghasilan mereka yang amat terbatas dan pas-pasan, habis digunakan untuk keperluan perbelanjaan di jalan Allah dan juga untuk menjamu tamu-tamu yang datang ke Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seringkali jamaah-jamaah yang dikirim tersebut mengalami kesusahan dan kelaparan yang sedemikian rupa, demikian juga dengan keluarga yang mereka tinggalkan. Rumah-rumah para sahabat kosong dari harta kekayaan duniawi bahkan untuk kebutuhan yang paling minimal pun seringkali tidak tersedia. Junjungan mereka sendiri, Rasulullah SAW, dapurnya juga pernah tidak mengepul selama dua bulan berturut-turut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan asbab pengorbanan tersebut, 10 tahun kemudian ketika Rasulullah SAW wafat, maka cahaya Islam telah tersebar ke seluruh penjuru tanah Arab. Orang-orang yang dulu melakukan penentangan sangat keras, kini berbondong-bondong menjadi pengikut dan pembela setia ajaran beliau.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; ***&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa tulisan di internet, ada orang yang mengaku-aku pernah menjadi anggota Jamaah Tabligh dan kini telah keluar dari keanggotaannya karena merasa tidak cocok dengan &lt;em&gt;manhaj&lt;/em&gt; jamaah tersebut. Dalam pandangannya, gerakan Tabligh adalah termasuk salah satu firqoh sesat yang dipenuhi dengan borok-borok ajaran yang berbau bid’ah, churafat, shufiyah, penyembah kuburan dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi mereka yang telah mengenal atau bergelut dalam dunia pertablighan, pengakuan si penulis tersebut akan terasa janggal. Lha &lt;em&gt;wong&lt;/em&gt; di Tabligh itu &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; ada pendaftaran untuk masuk menjadi anggota, &lt;em&gt;nggak &lt;/em&gt;ada syarat untuk mengisi formulir keanggotaan, menyerahkan pas foto setengah badan, membayar biaya registrasi dan iuran member lainnya. Lalu kapan ia sempat mendaftar jadi anggota ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang ada di dalam gerakan Tabligh adalah pendaftaran (&lt;em&gt;tasykil&lt;/em&gt;) untuk &lt;em&gt;keluar&lt;/em&gt;, bukan &lt;em&gt;tasykil&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;masuk&lt;/em&gt;. Siapa yang mau meluangkan waktunya untuk keluar 3 hari, 7 hari, 40 hari, 4 bulan, setahun dan lain sebagainya, dengan biaya sendiri, berangkat sendiri dan tidak diwakilkan ke orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka hanya ingin meniru-niru “success story” yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat beliau, yaitu mengorbankan sebagian waktunya untuk memperjuangkan agama. Tidak persis mungkin, barangkali hanya 10 persen saja atau malah mungkin masih jauh dari itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;Yang jelas, mereka ingin belajar dan meyakini bahwa hidayah dan agama hanya bisa diraih dan tersebar melalui pengorbanan, bukan dengan jalan lain, termasuk jalan kekuasaan dan ekonomi. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-2909602582213177002?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/2909602582213177002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=2909602582213177002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2909602582213177002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2909602582213177002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/tabligh-itu-aneh-mau-masuk-kok-disuruh.html' title=''/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-1355906732604942684</id><published>2008-06-03T00:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:39:35.591-07:00</updated><title type='text'>ikutilah orang yang gak minta upah</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;Ikutilah orang yang tidak minta upah kepadamu, mereka adalah orang yang mendapat hidayah&lt;/em&gt;” (QS Yasin 21).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejarah perjalanan dakwah Rasulullah SAW (juga para rasul yang lain) dan para sahabat RA adalah sejarah pengorbanan harta dan jiwa.&lt;span id="more-31"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, kehidupan Rasulullah SAW beserta keluarganya tergolong sangat mapan di kota Mekkah. Istri beliau, Khadijah RA, adalah seorang pengusaha besar yang bisnis ekspor impornya sangat maju. Keluarga ini termasuk golongan &lt;em&gt;the have&lt;/em&gt; di kota Mekkah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tetapi begitu diangkat menjadi Nabi dan Rasul, kehidupan beliau berbalik 180 derajat. Kini, seluruh kehidupan beliau digunakan untuk mendakwahkan agama, termasuk seluruh harta yang dimiliki keluarga mulia ini, digunakan semua untuk keperluan itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar, salah seorang sahabat yang pertama masuk Islam, juga termasuk pengusaha besar di Mekkah yang mempunyai 8 toko besar yang sangat maju pada masanya. Setali tiga uang dengan junjungannya yang mulia, harta Abu Bakar juga habis untuk kepentingan agama.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Mekkah, Nabi bersama sahabat-sahabat beliau juga mengalami masa-masa kehidupan yang sangat sulit. Seluruh sepak terjang mereka selalu mendapat halangan dan rintangan. Kehidupan sosial dan ekonominya diisolasi, bahkan tak jarang juga mendapat intimidasi fisik yang tak berperikemanusiaan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Awal-awal kehidupan di Madinah juga merupakan masa yang sangat berat dan sulit. Penduduk Madinah yang ekonominya biasa-biasa saja harus berbagi tanah garapan yang tak terlalu luas, rumah yang kecil dan bahkan berbagi istri dengan para pendatang dari Mekkah yang tidak punya pertalian darah dan tidak membawa perbekalan sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Suatu saat, ketika mereka tengah bergembira menyambut datangnya musim panen kurma yang sudah lama ditunggu-tunggu, tiba-tiba datang perintah dari Allah SWT untuk meninggalkan kebun yang siap dipanen tersebut dan pergi berjuang ke medan perang di Tabuk.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ujian-ujian yang mereka lalui menjadikan mereka tertempa dan terlatih untuk menghadapi masa-masa sulit dalam medan perjuangan dan mereka berhasil melaluinya dengan sangat baik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Maka hasilnya adalah metamorfosis dari sebuah kota kecil yang dulu bernama Yatsrib, yang penuh dengan aroma permusuhan dan persaingan antar suku, menjadi sebuah kota yang memancarkan cahaya kebenaran ke seluruh alam, &lt;em&gt;Madinah Almunawwarah&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seorang ustadz, yang dulu sering diundang untuk memberikan ceramah dan pengajian ke berbagai tempat dan kini aktif dalam dunia dakwah dan tabligh, suatu saat pernah bercerita bahwa dulu setiap kali pulang dari memberikan ceramah atau pengajian, istrinya selalu bertanya, “Pak, &lt;em&gt;ento’ piro&lt;/em&gt; ?” (Pak, dapat berapa?). Sekarang, setiap kali pulang dari berdakwah istrinya akan bertanya,”Pak &lt;em&gt;ente’ piro&lt;/em&gt; ?” (Pak, habis berapa?).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Si ustadz tadi, saat ini sedang belajar menghabiskan hari-harinya dengan menapaktilasi apa yang pernah dilakukan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW, berdakwah bukan mengharapkan upah manusia tetapi mengharapkan ridlo dari Allah SWT semata.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dia beserta rombongan pergi dari satu pintu ke pintu lain, dari satu kampung ke kampung lain, bahkan dari satu negara ke negara yang lain. Pengalamannya berkeliling dari satu tempat ke tempat lain sangat berwarna, kadang disambut baik, kadang dicacimaki, kadang dicurigai, bahkan terkadang juga diusir-usir. Semuanya diterima dengan lapang dada, penuh kesabaran dan kesyukuran.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dengan cara seperti ini, dia sedang belajar yakin bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan kehidupannya, Allah SWT akan memperbaiki, menjaga dan memelihara diri dan keluarganya serta Allah SWT akan selalu mencurahkan kasih sayang dan hidayah-Nya. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*ilham dari buku “Melepas Kedok Jamaah Tabligh” (Abu Muhammad Fahim, 2007)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-1355906732604942684?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/1355906732604942684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=1355906732604942684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1355906732604942684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/1355906732604942684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/ikutilah-orang-yang-gak-minta-upah.html' title='ikutilah orang yang gak minta upah'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-4343625320672275228</id><published>2008-06-03T00:22:00.001-07:00</published><updated>2008-06-03T00:24:25.996-07:00</updated><title type='text'>da`wah</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="postentry"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Suatu kali, Hafidz Ali Bahadur Khan, seorang pemilik dan editor Alhilal, sebuah surat kabar yang cukup populer terbitan Bombay (sekarang Mumbay) datang berziarah kepada Maulana Ilyas Kandahlawy saat &lt;em&gt;maradhul wafat&lt;/em&gt;nya. Meskipun dalam keadaan yang sangat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lemah, Maulana Ilyas tetap menyempatkan diri untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berbincang-bincang dengannya sekitar setengah jam.&lt;span id="more-30"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Hafidz Ali Bahadur Khan sangat terkesan dengan pertemuan singkat tersebut. Ketika pulang ke Bombay, dia kemudian membuat tulisan yang sangat baik tentang sepak terjang Maulana Ilyas dan gerakan dakwahnya. Ulasannya itu dimuat secara serial di harian yang dipimpinnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Maulana Manzur Nu’mani, salah seorang sahabat Maulana Ilyas dan penulis &lt;em&gt;Malfudhat&lt;/em&gt; beliau, sangat bergembira membaca tulisan-tulisan tersebut, dia mengira Maulana Ilyas pun akan sangat bergembira membaca tulisan semacam itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Maka dalam suatu kesempatan, Maulana Manzur Nu’mani melaporkan liputan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tersebut kepada Maulana Ilyas, “Hafidz Ali Bahadur Khan dari Bombay yang datang beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, telah mendapat kesan yang cukup baik. Di dalam surat kabarnya, dia telah menulis beberapa perkara mengenai usaha kita, dia mengakui betapa penting dan mulianya usaha dakwah ini. Nampaknya dia telah memahami usaha ini dengan sungguh-sungguh. Jika Engkau ingin mendengarkan, boleh saya membacakan beberapa bagian tulisan itu !”. Apa reaksi Maulana Ilyas ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Berlawanan dengan perkiraan Maulana Manzur Nu’mani, Maulana Ilyas justru berkata,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;“Apa gunanya kita berbicara tentang pekerjaan yang telah kita lakukan ? Yang seharusnya dilakukan adalah memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya kita lakukan dan yang belum kita selesaikan. Untuk pekerjaan yang sudah dilakukan, pekerjaan kita adalah mencari kekurangan-kekurangannya, kekurangan dalam keikhlasan, dalam berdzikir kepada Allah, dalam adab-adab setiap amalan dan dalam menghayati sunnah Nabi SAW !” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;“Tanpa melakukan hal itu, maka pembicaraan mengenai hal-hal yang sudah dilakukan dan juga bergembira atasnya adalah seperti seorang yang berjalan menuju suatu tujuan, tetapi sebelum sampai pada tempat yang dituju,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dia telah banyak menengok ke belakang dan merasa bahwa dia telah merasa berjalan begitu jauh !” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;“Janganlah kita menengok kepada salah seorang yang sudah memahami usaha kita, tetapi tengoklah berapa juta orang yang masih belum sampai kepada mereka seruan dakwah dan berapa banyak pula orang yang sudah mengenal usaha dakwah tetapi belum mengambil bagian usaha dakwah ini yang disebabkan karena kekurang sungguhan kita semua.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Sampai saat ini, penggunaan media seperti majalah, surat kabar, televisi, internet, radio, spanduk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;serta pengerahan massa seperti melalui tabligh akbar atau demontrasi memang tidak digalakkan dalam usaha Dakwah dan Tabligh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Yang tetap digalakkan adalah gerak dan pengorbanan harta dan diri dari setiap ahli jamaah. Setiap ahli jamaah diminta untuk meluangkan waktu untuk berlatih memperbaiki diri dan menawarkan agama kepada orang lain, kemudian setelah pulang menghidupkan suasana agama di tempat tinggal mereka. Siang hari banyak berjumpa dengan manusia, malam hari banyak mengadukan kelemahan diri dan bermunajat kepada Allah SWT, agar menurunkan hidayah-Nya di seluruh alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Berbagai media tersebut boleh-boleh saja digunakan sebagai sarana dakwah, tetapi yang namanya musyawarah harian, sillaturahim 2,5 jam, ta’lim rumah dan masjid, jaulah I dan II serta keluar 3 hari, 40 hari atau 4 bulan, tetap tak bisa digantikan dan semuanya harus dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Tanpa banyak gembar-gembor, publikasi dan liputan media massa, jamaah-jamaah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;akan tetap dan terus dikirim ke seluruh penjuru dunia ; ke gunung-gunung, hutan, pelosok desa terpencil, pinggiran kota, pusat-pusat kota dunia, sampai wilayah kutub utara dan selatan pun tak terlewatkan. Bahkan andaikata bulan dan mars sudah bisa dihuni, jamaah insya allah juga akan dikirim ke sana.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Seperti kata orang Jawa, mereka semua insya allah sedang belajar mengamalkan filsafat hidup &lt;em&gt;sepi ing pamrih rame ing gawe&lt;/em&gt; atau dalam bahasa mereka &lt;em&gt;tashhihunniyat, &lt;/em&gt;mensucikan niat dalam setiap gerak dan langkah, semata-mata mengharap keridloan Allah SWT.&lt;em&gt; Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-4343625320672275228?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/4343625320672275228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=4343625320672275228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4343625320672275228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4343625320672275228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/dawah_03.html' title='da`wah'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-4416179349058191159</id><published>2008-06-03T00:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T00:23:26.662-07:00</updated><title type='text'>da`wah</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-4416179349058191159?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/4416179349058191159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=4416179349058191159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4416179349058191159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/4416179349058191159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/06/dawah.html' title='da`wah'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-7163328038310405481</id><published>2008-05-28T01:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T02:15:05.191-07:00</updated><title type='text'>Keuntungan</title><content type='html'>Keuntungan Jadi Orang Baik:&lt;br /&gt;1.Di Dunia hidupnya tenang damai&lt;br /&gt;2.Di kubur  dijenguk kanjeng Nabi.&lt;br /&gt;3.Dapat minum dari tangan Kanjeng nabi Muhammad SAW di telaga Kautsar&lt;br /&gt;4.Dapat 2,5 juta bidadari&lt;br /&gt;5.Di Padang Masyar  Dipeluk Kanjeng Nabi&lt;br /&gt;6.Syurganya dibawah 1 tingkat para Nabi dan Rosul&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-7163328038310405481?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/7163328038310405481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=7163328038310405481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7163328038310405481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7163328038310405481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/05/keuntungan.html' title='Keuntungan'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-6094665563594604405</id><published>2008-05-28T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T01:56:06.132-07:00</updated><title type='text'>Maksud hidup</title><content type='html'>Mengapa kita hidup?,untuk apa kita hidup,...Mungkin kita sering berfikir tentang hidup dan kehidupan.Seperti Seorang anak kecil yang diperintahkan sang bapak untuk membeli gula-kopi di warung,Namun setelah sampai warung(toko) anak ini melihat permen,layang-layang,gundu(neker,kelereng,guli),kuaci dll.Anak tersebut membeli barang yang disenanginya sampai uangnya habis.Setelah sore anak tersebut pulang ke rumah tanpa membawa pesanan bapaknya tadi.Bagaimana perasaan bapaknya melihat kelakuan anak tersebut..........begitulah Analogi yang perlu kita renungkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-6094665563594604405?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/6094665563594604405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=6094665563594604405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6094665563594604405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/6094665563594604405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/05/maksud-hidup.html' title='Maksud hidup'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-7564063273468428567</id><published>2008-05-28T01:12:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T01:22:24.697-07:00</updated><title type='text'>Kita pasti mati</title><content type='html'>Bila kita fikir...Setiap langkah yang kita langkahkan adalah menuju Maut (mati).namun ada seni-seni mati yang telah dipertunjukkan Gusti Allah  Pada setiap zaman menurut suasana dan keadaan amalannya.Dari sekian pembaca dan pengunjung blog ini dapat mengambil pelajaran ,terhadap keadaan yang telah dijalani.Mungkin ada keluarga kita yang Meninggalkan kita nggak kembali lagi?Bapak,ibu ,teman ,nenek,kakek,anak,tetangga,kerabat dlsb.Yang pernah bersama kita dalam suka-duka,ketika kecil.Rekan kerja,atau bahkan orang yang kita benci???.Kemanakah Mereka????Renungkanlah saudaraku.Mereka  sedang pasowanan agung .....giliran kita kapan???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-7564063273468428567?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/7564063273468428567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=7564063273468428567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7564063273468428567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/7564063273468428567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/05/kita-pasti-mati.html' title='Kita pasti mati'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1104160705871427572.post-2022423329661756972</id><published>2008-05-28T01:02:00.002-07:00</published><updated>2008-05-28T01:09:47.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>Arti Kehidupan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kehidupan&lt;/span&gt; adalah sebuah anugrah dari Sang pencipta Untuk tiap-tiap jiwa yang dikehendaki,serta jiwa tersebut dapat kembali mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya dalam masa hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1104160705871427572-2022423329661756972?l=mendemondonyowaerek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/feeds/2022423329661756972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1104160705871427572&amp;postID=2022423329661756972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2022423329661756972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1104160705871427572/posts/default/2022423329661756972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mendemondonyowaerek.blogspot.com/2008/05/arti-kehidupan.html' title='Arti Kehidupan'/><author><name>Abu Aisy Ajjawiy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13639332690579611185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
